Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Dinda Agustin, Mahasiswa Kedokteran UPH Asal Jember, Raih Tiga Penghargaan Internasional dan Emas Nasional

Dinda Agustin
Dinda Agustin Foto: Dokumentasi Pribadi

Jember, Mahasiswa.co.id — Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) asal Jember, Jawa Timur, Dinda Agustin, mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional dan internasional sepanjang 2026. Tak hanya menekuni pendidikan kedokteran, Dinda juga aktif mengembangkan kemampuan di bidang inovasi, akademik, bahasa asing, hingga olahraga bela diri.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah meraih tiga penghargaan dalam kompetisi inovasi internasional di Malaysia. Ia juga berhasil membawa pulang medali emas dan penghargaan Best Idea dari kompetisi akademik nasional yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dinda dalam mengembangkan kemampuan di luar kegiatan perkuliahan, sekaligus memperluas pengalaman melalui sejumlah kegiatan lintas negara.

Raih Tiga Penghargaan Internasional di Malaysia

Prestasi internasional Dinda tercatat saat mengikuti International Youth Excursion Network (IYEN) Batch 20 yang diselenggarakan pada 12–15 Januari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam kegiatan bertema Youth-Led Digital Solutions for Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut, Dinda berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia bersama peserta lain yang terlibat dalam pengembangan gagasan inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Keikutsertaannya membuahkan hasil setelah ia berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang SDGs Pitch Competition, yakni 1st Best Innovation Project, 2nd Best Presentation Project, dan 3rd Best Video Innovation.

Ketiga penghargaan tersebut diberikan pada kategori berbeda, mulai dari kualitas proyek inovasi, kemampuan mempresentasikan gagasan, hingga penyampaian konsep melalui media video.

Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi Dinda untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun solusi terhadap persoalan masyarakat, serta mengomunikasikan gagasan di hadapan peserta dari berbagai latar belakang.

Keberhasilannya memperoleh tiga penghargaan sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademik dan kegiatan internasionalnya.

Sabet Medali Emas dan Best Idea di Kompetisi Nasional

Setelah mencatat prestasi di Malaysia, Dinda kembali mengikuti kompetisi akademik di tingkat nasional.

Pada 9 Mei 2026, ia berhasil meraih Gold Medal dan Best Idea dalam National Excellence Competition 2026 yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Penghargaan tersebut diperoleh melalui kategori Essay Competition bidang Gizi dan Kesehatan.

Gambar isi artikel

Keberhasilan ini menambah daftar prestasi Dinda, khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan pendidikan kedokteran yang sedang ditempuhnya.

Kompetisi esai menuntut peserta untuk mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan yang diangkat, menyusun argumentasi, serta menawarkan pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dalam bidang gizi dan kesehatan, kemampuan tersebut menjadi penting karena pembahasan mengenai nutrisi, pencegahan penyakit, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan berbasis pengetahuan ilmiah.

Meski judul dan rincian esai yang dilombakan belum disebutkan, perolehan medali emas serta penghargaan Best Idea menjadi catatan prestasi Dinda dalam kompetisi tersebut.

Kembangkan Kemampuan Bahasa Inggris dan Korea

Selain mengikuti berbagai kompetisi, Dinda juga memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi melalui pendidikan bahasa asing.

Sepanjang 2026, ia menyelesaikan program pendidikan bahasa Inggris penuh waktu di EF International Language Campuses Singapore.

Pengalaman mengikuti pendidikan bahasa di Singapura memberinya kesempatan untuk belajar dalam lingkungan internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai komunikasi lintas budaya.

Bagi mahasiswa kedokteran, penguasaan bahasa Inggris dapat menjadi bekal penting, terutama untuk memahami literatur ilmiah internasional, mengikuti perkembangan penelitian kesehatan, serta berkomunikasi dalam kegiatan akademik global.

Tidak hanya bahasa Inggris, Dinda juga menyelesaikan program pendidikan bahasa Korea tingkat A1.1 di EF International Language Campuses Seoul, Korea Selatan.

Program tersebut merupakan pembelajaran bahasa Korea pada tingkat dasar atau pemula. Setelah menyelesaikannya, Dinda memperoleh sertifikat pendidikan dengan keterangan 한국어 교육과정 수료증 atau sertifikat penyelesaian program pendidikan bahasa Korea.

Pengalaman belajar di dua negara tersebut menjadi bagian dari upayanya memperluas kemampuan di luar bidang akademik utama.

Terima Undangan Turnamen Taekwondo Internasional di China

Ketertarikan Dinda terhadap pengembangan diri juga menjangkau bidang olahraga, khususnya bela diri Taekwondo.

Gambar isi artikel

Ia tercatat menerima undangan untuk berpartisipasi dalam International Taekwondo Tournament yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Hainan, China.

Undangan tersebut menjadi bagian lain dari pengalaman internasional Dinda, di samping keterlibatannya dalam kompetisi inovasi dan pendidikan bahasa asing.

Taekwondo merupakan cabang olahraga bela diri yang menuntut disiplin, konsentrasi, ketahanan fisik, serta penguasaan teknik.

Meski demikian, belum terdapat informasi lebih lanjut yang memastikan apakah Dinda mengikuti pertandingan tersebut maupun hasil yang diperolehnya. Karena itu, keterlibatannya pada ajang ini masih tercatat sebatas undangan untuk berpartisipasi.

Menyeimbangkan Pendidikan Kedokteran dan Pengembangan Diri

Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UPH, Dinda menjalani pendidikan yang membutuhkan ketekunan, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap berbagai persoalan kesehatan.

Di tengah tuntutan akademik tersebut, ia tetap mencari kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui kompetisi dan program pendidikan internasional.

Tiga penghargaan inovasi di Malaysia serta medali emas dan Best Idea di Mataram menjadi pencapaian kompetitif yang menonjol sepanjang 2026.

Sementara itu, pengalaman mengikuti pendidikan bahasa Inggris dan Korea menunjukkan ketertarikannya untuk memperluas kemampuan komunikasi dalam lingkungan internasional.

Perjalanan Dinda memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Kompetisi akademik, kegiatan inovasi, pembelajaran bahasa asing, dan olahraga dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman serta mengasah keterampilan yang berbeda.

Bagi Dinda Agustin, sederet pencapaian sepanjang 2026 tersebut menjadi bagian dari proses membangun kompetensi selama menempuh pendidikan kedokteran.

Dari Jember hingga berbagai kegiatan di luar negeri, pengalaman yang diperolehnya menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan lain yang dapat mendukung perjalanan pendidikan dan kariernya pada masa mendatang.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.