Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ali Haidar dan Pesan untuk Anak Muda yang Mau Jadi Kreator: Jangan Banyak Alasan Kalau Masih Berjuang

foto Ali Haidar
Ali Haidar, kreator konten game asal Kediri yang memulai perjalanan di dunia live streaming sejak 2020. Foto: Dokumentasi Pribadi

Mahasiswa.co.id, Kediri — Menjadi kreator konten sering kali terlihat menyenangkan dari layar penonton. Namun, di balik aktivitas siaran langsung, jumlah penonton, dan interaksi di media sosial, terdapat proses panjang yang harus dilalui. Bagi Ali Haidar, salah satu kunci untuk bertahan di dunia digital adalah konsistensi.

Kreator konten game asal Kediri, Jawa Timur, tersebut mulai serius menekuni dunia digital pada 2020, ketika pandemi Covid-19 membawa perubahan besar terhadap aktivitas dan pekerjaannya.

Sebelum menjadi kreator konten, Ali menjalankan aktivitas usaha di sebuah warung kopi atau warkop. Namun, pandemi membuat kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan seperti biasanya.

“Karena Corona tahun 2020, saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan warkop,” kata Ali Haidar.

Di tengah kondisi tersebut, Ali masih harus memikirkan sejumlah pengeluaran, termasuk biaya langganan internet yang sebelumnya digunakan untuk menunjang aktivitas warkop.

Ali kemudian berusaha mencari peluang pekerjaan melalui internet agar fasilitas yang sudah tersedia tetap dapat dimanfaatkan.

“Karena merasa sayang untuk memutus langganan WiFi warkop, tetapi tidak ada pemasukan untuk membayar WiFi, akhirnya saya mencari informasi tentang pekerjaan online,” jelasnya.

Dari pencarian tersebut, Ali mulai mengenal program Facebook Gaming. Ia kemudian mencoba melakukan siaran langsung atau live streaming dengan memainkan game dan berinteraksi bersama penonton.

Aktivitas yang awalnya dilakukan sebagai upaya mencari penghasilan alternatif itu perlahan berkembang menjadi bidang yang ditekuninya hingga sekarang.

Menjadi Kreator Tidak Cukup Hanya Bermain Game

Menurut Ali, menjadi kreator konten game bukan sekadar memiliki kemampuan bermain. Seorang kreator juga perlu membangun komunikasi yang baik agar penonton merasa nyaman dan tertarik mengikuti setiap siaran.

Karena itu, Ali berusaha menciptakan suasana yang akrab selama melakukan live streaming.

“Selalu interaksi dengan penonton,” ujar Ali ketika menjelaskan pendekatannya dalam membangun komunitas.

Dalam setiap kontennya, Ali berusaha menampilkan karakter yang kocak, ekspresif, dan komunikatif. Ia ingin menghadirkan hiburan yang tidak hanya berpusat pada permainan, tetapi juga pada kedekatan dengan penonton.

Baginya, komunitas merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan sebagai kreator digital.

Upaya membangun hubungan dengan penonton tersebut turut mengantarkannya pada sejumlah pencapaian.

Ali mengaku pernah mendapatkan apresiasi berupa kursi gaming dari Facebook dalam kategori komunitas terbaik.

Selain itu, ia juga pernah memperoleh kesempatan menjadi Kreator Official Clash of Clans, salah satu pencapaian yang berkesan dalam perjalanan kariernya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas yang awalnya muncul akibat keterbatasan selama pandemi dapat berkembang menjadi peluang profesi di industri kreatif digital.

Tetap Sederhana dengan Identitas “YouTuber Kampung”

Ali Haidar lahir di Kediri pada Mei 1986. Ia merupakan lulusan Madrasah Aliyah dan pernah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Ali Haidar dan Pesan untuk Anak Muda

Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum memasuki dunia kreator konten.

Meski kini aktif di berbagai platform digital, Ali tetap ingin mempertahankan karakter sederhana yang melekat pada dirinya.

Ketika ditanya mengenai sosok seperti apa yang ingin dikenal oleh masyarakat, ia memberikan jawaban singkat.

“Sebagai YouTuber Kampung,” ujarnya.

Sebutan tersebut menjadi identitas yang ingin dipertahankannya di tengah perkembangan dunia kreator konten yang semakin kompetitif.

Ali tidak merasa harus meninggalkan latar belakang atau mengubah seluruh karakter dirinya untuk membangun eksistensi di media sosial.

Sebaliknya, ia berusaha menghadirkan konten dengan gaya komunikasi yang dekat dengan keseharian penonton.

Saat ini, Ali masih berfokus pada aktivitas live streaming melalui YouTube dan TikTok.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan aktivitasnya di bidang lain. Salah satu rencana yang mulai dipertimbangkannya adalah mencoba usaha perdagangan online.

Konsistensi Jadi Pesan untuk Generasi Muda

Berdasarkan pengalaman yang dijalaninya sejak 2020, Ali menilai dunia digital memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mencoba membangun karier.

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan usaha, ketekunan, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

Ia memahami bahwa membangun sebuah kanal atau komunitas tidak selalu memberikan hasil dalam waktu singkat. Karena itu, konsistensi menjadi prinsip yang terus dipegangnya.

Ali juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang sedang berusaha merintis karier, baik sebagai kreator konten maupun di bidang lainnya.

“Konsisten dalam merintis karier, jangan banyak alasan kalau masih berjuang,” pesan Ali Haidar.

Pesan tersebut sejalan dengan pengalaman pribadinya. Ali tidak memulai perjalanan sebagai kreator konten karena sejak awal telah merencanakannya sebagai profesi utama.

Keputusannya justru berawal dari kebutuhan untuk mencari jalan keluar ketika pandemi mengubah keadaan ekonomi dan pekerjaan yang dijalaninya.

Dari sebuah pencarian informasi pekerjaan online, Ali menemukan Facebook Gaming, mencoba live streaming, membangun komunitas, hingga memperoleh sejumlah pengalaman dan pencapaian.

Kini, setelah lebih dari enam tahun sejak pertama kali memasuki dunia kreator digital, Ali masih menjalani aktivitas yang sama sembari mempersiapkan peluang usaha lainnya.

Perjalanan Ali Haidar menjadi gambaran bahwa sebuah karier tidak selalu dimulai dari rencana besar. Terkadang, peluang justru muncul dari situasi sulit, kemudian berkembang melalui keberanian mencoba dan konsistensi untuk terus melangkah.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.