Mahasiswa.co.id - Fashion merupakan hal yang esensial bagi setiap individu. Dari generasi
Baby Boomers sampai
Gen Z memiliki fashion dengan keunikannya masing-masing. Keunikan dari setiap generasi menciptakan trend fashion yang terus berubah. Trend fashion menjadi suatu aspek penting yang mendasari perkembangan fashion sehingga
fashion trend never goes out of style. Fashion bukan hanya sekedar cara berpakaian, melainkan juga mencerminkan identitas dan kepribadian individu. Setiap generasi memiliki gaya dan preferensi fashion yang unik. Ini menghasilkan tren fashion yang terus berubah seiring berjalannya waktu. Bagaimana keunikan dari setiap generasi menciptakan tren fashion yang selalu berubah, dan bagaimana tren fashion ini menjadi cerminan dari perubahan sosial?
Setiap generasi memiliki ciri khas yang membedakannya dari yang lain, termasuk dalam hal fashion. Fashion tidak melulu hanya tentang pakaian; ini juga mencerminkan perubahan sosial dalam masyarakat. Selo Soemardjan mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang mencakup nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku. Perubahan ini berlangsung secara alami seiring waktu dan mencerminkan sifat dinamis manusia sebagai makhluk sosial. Misalnya, seiring dengan kemajuan teknologi, kita telah melihat perubahan besar dalam cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi. Ini menciptakan tuntutan baru dalam hal fashion, seperti gaya yang lebih praktis yang memungkinkan mobilitas dan kenyamanan, sesuai dengan cara hidup yang lebih cepat dan serba digital.
Dalam fashion, konsep teori siklus juga terjadi. Meskipun perubahan sosial bersifat tak terarah, beberapa pola perubahan dapat berulang dalam bentuk siklus. Misalnya, tren mode dari satu dekade dapat kembali populer di dekade berikutnya. Contohnya adalah gaya dari tahun 1990-an yang kini kembali menjadi tren. Namun, penting untuk diingat bahwa sementara beberapa tren fashion dapat berulang, adaptasi dan inovasi juga sangat penting. Beberapa perubahan sosial tetap bersifat unik dan tak dapat diulang. Dalam mengelola perubahan sosial, kita perlu menggabungkan pemahaman teori siklus dengan kemampuan adaptasi dan inovasi. Trend fashion adalah salah satu contoh yang baik untuk mendemonstrasikan konsep perubahan sosial dan siklus dalam tindakan.
Indonesia memiliki kekayaan budaya, salah satunya kekayaan Wastra. Wastra Indonesia adalah kain tradisional yang sarat dengan makna budaya nusantara. Meskipun kain tradisional dianggap sebagai warisan budaya Indonesia, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan tentang kain tradisional lainnya di masyarakat zaman sekarang masih sangat minim. Selain kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kain tradisional, rendahnya minat generasi sekarang terhadap kain tradisional juga menjadi salah satu penyebab mengapa kain ini belum banyak dikenal bahkan di daerahnya maupun daerah lain di Indonesia. Kurangnya pemahaman tentang kain tradisional di Indonesia menyebabkan menurunnya minat dan permintaan terhadap produksi kain tradisional. Dahulu, kain batik hanya bisa dikenakan oleh masyarakat dari Pulau Jawa dan dipakai berpasangan dengan kebaya dan dandanan Jawa. Namun nyatanya, di era yang sudah maju, kain batik kini dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali!

Belakangan ini, ada tren menarik yang menunjukkan kembalinya minat masyarakat terutama generasi muda terhadap warisan budaya dalam mode. Penggunaan Wastra dan wastra Nusantara di dunia fashion telah menjadi tren yang mencerminkan upaya melestarikan budaya. Di tahun 2023, tren fashion yang marak adalah gaya
streetwear yang cenderung
versatile dan
ready-to-wear. Para Gen Z mengalami globalisasi, digitalisasi, dan keragaman budaya. Banyaknya informasi yang mudah diakses Gen Z, membuat mereka lebih memilih untuk menikmati serta menggali sesuatu yang bersifat baru secara instan, melalui media sosial. Pada akhirnya, Gen Z lebih tertarik dengan hal-hal dari produk budaya asing yang ditawarkan melalui
platform tersebut dibandingkan produk budaya lokal Wastra, sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, telah dirombak menjadi sesuatu yang lebih modern dan relevan, terutama bagi generasi muda. Hal ini mencerminkan bagaimana
fashion dapat memfasilitasi melestarikan budaya dan mendorong orang muda untuk menghargai dan memahami warisan budaya mereka.
Para perancang fashion Indonesia telah berperan penting dalam mengubah persepsi tentang Wastra. Mereka menciptakan desain Wastra yang lebih modern dan relevan dengan gaya hidup generasi muda. Hal ini menciptakan peluang bagi generasi muda untuk bereksperimen dengan gaya mereka sendiri, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen tradisional dalam pakaian mereka. Selain itu, kembalinya minat terhadap warisan budaya dalam mode adalah tren menarik yang menggambarkan bagaimana fashion dapat menjadi alat untuk melestarikan budaya. Penggunaan Wastra dan wastra Nusantara dalam mode mencerminkan upaya untuk menjaga budaya Indonesia hidup. Perancang mode telah memainkan peran penting dalam merombak persepsi tentang Wastra, menjadikannya lebih relevan bagi generasi muda dengan desain yang lebih modern. Hal ini mendorong generasi muda untuk menghargai warisan budaya mereka sambil tetap tampil modis dan
trendy. Dengan demikian,
fashion bukan hanya tentang gaya, tetapi juga tentang identitas, perubahan sosial, dan melestarikan budaya.
Penggunaan kain wastra yang multifungsi dapat memudahkan masyarakat untuk styling dan memadu-padankan kain dengan berbagai jenis pakaian lainnya. Wastra bisa dipadu-padankan dengan pakaian yang casual maupun formal untuk berbagai jenis kegiatan.
- Rok lilit
Rok lilit bisa menjadi salah satu opsi pemakaian wastra. Rok lilit bisa digunakan untuk acara formal maupun non-formal. Untuk
dailywear, kain wastra bisa di padupadankan dengan kaos, tanktop, maupun kemeja. Untuk formal, kain wastra bisa dipasangkan dengan kebaya, maupun atas dengan corak wastra yang berbeda.
- Kemben
Kemben juga bisa digunakan dalam acara formal maupun informal, lho! Kalau kamu mau memakai kemben ke acara yang non-formal, kamu bisa menggunakan kemben dengan motif yang lebih
playful dan cerah. Sedangkan untuk acara yang formal, kamu bisa menggunakan motif yang lebih minimal dan rapi. Fashion item ini sangat diminati oleh generasi Z dengan banyak mix and match yang unik.
- Outer
Fashion item yang satu ini bisa dipakai di berbagai
occasion, secara formal dan juga non formal. Kamu bisa pilih motif kain yang kamu suka sesuai dengan
inner yang kamu gunakan. Kalau kamu lagi cari-cari cara untuk tampil beda tapi tetap nyaman, mengapa nggak mencoba padu-padan kain sebagai outer? Nah, ini nih cara simpel dan
stylish buat nyari tampilan yang unik.
Perkembangan fashion yang terjadi menghasilkan pakaian-pakaian ready to wear yang terbuat dari kain wastra atau bermotif wastra. Pakaian dengan jenis ini pasti lebih mudah untuk kaum muda yang lebih suka memakai wastra dengan lebih praktis dan cepat! Mulai dari top, tank top, celana, hingga dress. Adanya pakaian-pakaian ini menjadi opsi praktis bagi kaum muda yang ingin tampil gaya dengan sentuhan budaya, tanpa harus repot memakai batik dalam bentuk tradisional. Hal ini mencerminkan adaptasi yang cerdas terhadap warisan budaya, yang membuat batik tetap relevan dalam dunia fashion yang terus berubah.
Dengan adanya perkembangan ini, maka tidak lagi ada alasan untuk tidak mengadopsi budaya Indonesia dalam pakaian sehari-hari. Sebagai generasi muda yang bersemangat, kita memiliki tanggung jawab penting dalam melestarikan warisan budaya ini, terutama dalam konteks penggunaan kain tradisional. Dengan menerapkan budaya berkain dalam gaya sehari-hari, kita dapat membangun kesadaran akan nilai-nilai budaya negeri. Selain itu, generasi muda juga dapat berperan aktif dalam merawat dan mempromosikan kekayaan tradisional ini kepada generasi berikutnya.
Penulis:
Renata Moirin Simarmata
Anastasya Kayla Alvinesha Siregar
John Michael Yavenue
SMA Kolese Gonzaga
Komentar 0