Oleh Helmalia Ira Alzahra – Universitas Sebelas Maret – Program Studi Psikologi
Mahasiswa.co.id - Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membangun identitas diri melalui hubungan dengan kelompok dan lingkungannya. Dalam masyarakat, identitas sosial tidak hanya terbentuk melalui interaksi langsung, tetapi juga berkembang di ruang digital. Di era media sosial, reaksi publik terhadap suatu peristiwa dapat menyebar dengan sangat cepat dan membentuk solidaritas baru. Fenomena munculnya tagar #BoikotTrans7 menjadi salah satu contoh bagaimana dinamika sosial, nilai, dan identitas kelompok berinteraksi di dunia maya. Peristiwa ini berawal dari tayangan program XPose Uncensored yang disiarkan oleh Trans7 pada 13 Oktober 2025. Beberapa bagian dari tayangan tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah pihak karena dianggap menyinggung dunia pesantren dan tokoh-tokoh keagamaan. Menyikapi hal ini, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, menyampaikan keberatan secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya (@yahyacholilstaquf) “Saya menyatakan keberatan dan protes keras terhadap tayangan Trans7 dalam segmen acara XPose Uncensored yang ditayangkan kemarin, hari Senin, 13 Oktober 2025. Isinya secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren, yang juga tokoh yang dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama, sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama”. Tetapi tak hanya itu, melalui pernyataannya, KH. Yahya Cholil Staquf juga menekankan pentingnya menjadikan peristiwa ini sebagai musahabah dan introspeksi diri. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika sosial tidak selalu berujung pada polarisasi, tetapi juga dapat menjadi momentum reflektif bagi semua pihak.
Bersamaan dengan pernyataan itu, tagar #BoikotTrans7 menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial. Warganet mengekspresikan pandangannya melalui unggahan, komentar, dan diskusi yang beragam. Beberapa pola reaksi yang mencolok yaitu seruan boikot terhadap trans7, berbagai unggahan bernada pembelaan pesantren dan kiai serta terdapat pula diskusi dan spekulasi yang muncul pada kolom komentar tentang opini publik terhadap boikot dan sistem yang terlaksana di pesantren. Pihak Trans7 kemudian merespons dengan menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menarik segmen yang menjadi sorotan dari kanal resminya.
Dari sudut pandang psikologi sosial, dinamika ini dapat dipahami melalui Teori Identitas Sosial yang dikemukakan oleh Henri Tajfel dan John Turner (1986). Teori ini menjelaskan bahwa individu cenderung mengaitkan sebagian identitas dirinya dengan kelompok sosial tertentu. Ketika kelompok yang menjadi bagian dari identitas itu dinilai mendapat perlakuan yang tidak sesuai atau bertentangan, individu akan merespons dengan menunjukkan bentuk solidaritas terhadap kelompoknya. Dalam konteks ini, keterikatan emosional dan nilai yang dimiliki bersama mendorong munculnya ekspresi kolektif di ruang digital.
Selain itu, fenomena ini juga dapat dijelaskan melalui konsep Moral Outrage (Batson et al., 2007), yakni reaksi moral yang timbul ketika individu atau kelompok merasa bahwa nilai yang dianggap penting telah dilanggar. Moral outrage berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk menegaskan kembali batas nilai bersama di tengah masyarakat. Dalam kasus ini, reaksi publik dapat dilihat sebagai cara masyarakat mengartikulasikan sensitivitas terhadap isu yang bersinggungan dengan norma sosial dan kultural. Penelitian dalam bidang psikologi sosial juga menyoroti konsep entitativity, yaitu sejauh mana anggota kelompok merasa memiliki kesatuan yang kuat. Studi dalam Current Psychology (2025) menemukan bahwa semakin tinggi rasa kesatuan kelompok, semakin besar pula kecenderungan untuk bereaksi secara serempak terhadap isu yang menyentuh simbol atau nilai bersama. Fenomena #BoikotTrans7 menunjukkan bagaimana rasa kebersamaan di ruang digital dapat membentuk solidaritas yang cepat. Jika dilihat secara lebih luas, fenomena ini memperlihatkan bagaimana media, masyarakat, dan identitas sosial saling berinteraksi dalam lingkup komunikasi modern. Media tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga ruang tempat nilai, persepsi, dan representasi sosial berjumpa. Di sisi lain, masyarakat digital kini memiliki peran aktif dalam menegosiasikan batas antara ekspresi, etika, dan sensitivitas sosial.
Dengan demikian, #BoikotTrans7 dapat dipahami sebagai peristiwa cerminan dinamika sosial di era digital di mana identitas kelompok, nilai moral, dan teknologi komunikasi membentuk pola interaksi baru. Alih-alih memandangnya sebagai bentuk konflik, fenomena ini bisa dibaca sebagai refleksi kesadaran moral bersama bahwa dalam masyarakat yang plural, penghormatan terhadap nilai kelompok lain adalah fondasi penting bagi harmoni sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Albanese, A. (2023). Perceived threat, reactive identification, and Religious change: Right-Wing Secularization in Germany, 1999–2017. Religions, 14(5), 648. https://doi.org/10.3390/rel14050648
Batson, C. D., Kennedy, C. L., Nord, L., Stocks, E. L., Fleming, D. A., Marzette, C. M., Lishner, D. A., Hayes, R. E., Kolchinsky, L. M., & Zerger, T. (2007). Anger at unfairness: is it moral outrage? European Journal of Social Psychology, 37(6), 1272–1285. https://doi.org/10.1002/ejsp.434
Demmrich, S., & Şenel, A. (2025). Entitativity as a moderator? A brief report unraveling the relations between deprivation, fundamentalism, and radicalization. Current Psychology. https://doi.org/10.1007/s12144-025-07674-6
Media Indonesia. (2025, Oktober 14). Menyinggung Ponpes Lirboyo, Trans7 minta maaf atas tayangan acara. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/nusantara/820546/menyinggung-ponpes-lirboyo-trans-7-minta-maaf-atas-tayangan-acara
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1986). The social identity theory of intergroup behavior. In S.
Worchel & W. G. Austin (Eds.), Psychology of intergroup relations (pp. 7–24). Chicago,IL: Nelson-Hall. https://drive.google.com/file/d/1LehtInKNk4e6aYj4qftyzmAD2CwJ3glz/view?usp=sharing
Trans7. (2025, Oktober 14). Permintaan maaf Trans7 [Video].
YouTube. https://youtu.be/-Ycesgo7HDM?si=-RMZAO3LfeHmdf3j
Yahya Cholil Staquf. (2025, Oktober 13). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuntut agar @officialtrans7 dan TransCorp membuat langkah-langkah yang nyata... [Video di Instagram]. Instagram. https://www.instagram.com/reel/DPxs8QhD9gS/?igsh=Y3k3N2E4Z2x6d2xz
Komentar 0