Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

IDEAFest 2025: Menteri Keuangan Purbaya Ajak Anak Muda Cerdas Finansial tanpa Flexing

Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta, Mahasiswa.co.id — Tahun ini, IDEAFest 2025 mengangkat tema “(Cult)ivate the Culture”, sebuah inisiatif yang mendorong para pelaku industri kreatif untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya Indonesia dan mengubahnya menjadi gerakan kolektif. Acara ini bertujuan agar warisan budaya lokal tetap relevan di era modern, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga identitas nasional. Acara tersebut menghadirkan berbagai sesi diskusi, workshop, dan interaksi dengan pemimpin dari berbagai bidang, termasuk ekonomi, seni, dan teknologi. Salah satu momen paling menarik adalah ketika Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berinteraksi langsung dengan peserta muda.

Momen Hangat dengan Menteri Keuangan
Di tengah kesibukan acara, Purbaya menunjukkan sisi humanisnya. Alih-alih hanya tampil dengan pidato formal atau paparan kebijakan ekonomi, ia memilih untuk berdialog langsung dengan peserta, termasuk seorang siswa SMA yang penasaran tentang cara mengatur keuangan pribadi. Interaksi ini sontak menjadi perhatian para peserta, karena menampilkan sisi hangat seorang pejabat negara yang jarang terlihat di acara publik.

Siswa SMA Ajak Bicara Menteri
Seorang siswa bernama Ahmad Ziyad memanggil sang Menteri dengan percaya diri, “Sini dulu gak sih, Pak?” Alih-alih langsung meninggalkan lokasi, Purbaya menghampiri Ahmad dengan senyum ramah. Ahmad pun melanjutkan, “Pak, saya mau nanya, boleh nggak Pak?” Jawaban Purbaya pun singkat namun mengundang rasa nyaman: “Boleh.” Momen ini menunjukkan bahwa dialog antara pejabat tinggi dan generasi muda bisa berlangsung hangat dan menyenangkan.

Pertanyaan Cerdas dari Generasi Muda
Ahmad memperkenalkan diri sebagai siswa SMA sekaligus freelancer dan bertanya, “Jadi gimana tuh, Pak, cara memanage uang supaya tidak boros? Saya juga gak suka flexing, kan katanya gak boleh flexing.” Pertanyaan sederhana ini memicu perhatian audiens karena menyentuh isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja dan anak muda, sekaligus menyinggung etika finansial yang bijak.

Jawaban Simpel tapi Bernilai
“Kalau makan secukupnya, uangnya ditabungin,” jawab Purbaya dengan santai. Ahmad menimpali, “Udah, Pak, kan udah dapet MBG juga.” Purbaya kemudian melanjutkan penjelasannya: “Ya gitu, di-manage dengan baik. Nanti kalau tabunganmu mulai cukup banyak, coba lihat ke pasar modal. Mulai dari reksa dana dulu, baru ke saham. Tapi pelan-pelan, separuh tabungan dulu. Jangan langsung besar-besaran.”

Motivasi untuk Memulai Investasi
Saat Ahmad mengatakan baru memiliki Rp200 ribu, Purbaya memberi arahan praktis: “Sekarang Rp100 ribu aja sudah bisa mulai belajar investasi. Tapi bagusnya mulai dari reksa dana dulu biar paham risikonya. Kalau langsung ke saham, nanti malah masuk saham gorengan dan bisa rugi.” Jawaban ini disambut tepuk tangan peserta, karena memberi edukasi finansial yang ringan, relevan, dan mudah dipraktikkan oleh generasi muda.

Menkeu yang Paham Bahasa Generasi Z
Momen singkat ini menunjukkan bahwa Purbaya bukan hanya menguasai ekonomi makro, tetapi juga memahami cara berkomunikasi dengan generasi muda. Ia menekankan bahwa kebiasaan finansial yang baik bisa dimulai sejak dini, dan investasi bukan eksklusif bagi orang dewasa atau profesional. Gaya komunikasinya yang santai dan akrab membuat peserta merasa dekat dan nyaman bertanya.

Transparansi dan Partisipasi Publik
Purbaya juga menekankan pentingnya transparansi dan keterlibatan publik dalam kebijakan ekonomi. Generasi Z yang terbiasa dengan keterbukaan digital membutuhkan pendekatan yang komunikatif agar bisa ikut memahami arah pembangunan ekonomi negara. Dengan membuka diri terhadap pertanyaan anak muda, Purbaya menunjukkan bahwa ekonomi bukan bahasa yang menakutkan, tetapi bisa dipelajari dan diterapkan secara praktis.

Mendengar untuk Membangun
Seorang Menteri Keuangan dinilai tidak hanya dari kemampuannya menjaga anggaran negara, tetapi juga dari kemampuannya mendengar rakyat. Interaksi hangat dengan Ahmad menjadi contoh nyata bagaimana seorang pemimpin bisa mendekatkan diri dengan generasi muda, sambil memberikan ilmu yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Gaya komunikasi Purbaya yang humble, santai, dan edukatif menjadi napas segar bagi dunia birokrasi yang kadang dianggap kaku.

Nama Penulis: Sonia Yuni Rahayu
Organisasi/Instansi: Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.