Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Indoktrinasi Dalam Perguruan Tinggi: Mahasiswa Kehilangan Eksistensi

Indoktrinasi Dalam Perguruan Tinggi: Mahasiswa Kehilangan Eksistensi

Mahasiswa.co.id - Indoktrinasi adalah: proses yang dilakukan berdasarkan satu sistem nilai untuk menanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu.
Perguruan tinggi ketika dikendalikan oleh sebuah sistem, maka memunculkan berbagai anomali dalam proses pencarian jati diri dan integritas mahasiswa.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam dunia pendidikan tinggi dan masyarakat. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mengikuti peraturan dan kebijakan yang berlaku, serta berkontribusi dalam pengembangan diri dan masyarakat secara positif.
Mahasiswa dipercaya sebagai agen perubahan, pengontrol dan sebagai jembatan aspirasi rakyat, ketika para wakil rakyat di parlemen tak lagi dapat dipercaya.

Tantangan terbesar mahasiswa, ketika kampus sebagai wadah dan lembaga pendidikan menerapkan sebuah sistem atau kebijakan yang akan mengikis empati mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Istilah mahasiswa hanya menjadi pajangan semata yang disematkan dalam diri seseorang, tetapi eksistensi sebagai mahasiswa sudah dikendalikan oleh sistem.

Mahasiswa akan menjadi perbincangan masyarakat umum, ketika mahasiswa tidak berani mengambil keputusan ketika masyarakat di sekitarnya merindukan keadilan.

Mahasiswa menjadi harapan setiap rakyat, ketika para penguasa sudah berjalan di luar batas kewajaran sebagai seorang pejabat. Bukan tanpa alasan, mengapa mahasiswa sangat dipercaya dan diharapkan oleh masyarakat Indonesia?
Karena mahasiswa Indonesia pernah menciptakan sebuah sejarah besar, yang menggegerkan dunia. Karena mahasiswa Indonesia, pernah membuat presiden kedua sekaligus presiden dengan masa jabatan terlama Indonesia turun dari kursi kepresidenan.
Tentu itu merupakan sebuah prestasi sekaligus kontribusi dan bukti keberadaan mahasiswa sebagai pembela dan pejuang aspirasi masyarakat.

Indoktrinasi menerapkan suatu pemikiran dan pemahaman dari seorang pemimpin atau sebuah sistem kepada orang lain atau objek, dengan tujuan menyamakan pemikiran agar mudah dikendalikan.

Tujuan dari penerapan sebuah sistem pada objek tertentu, memang dianggap sebagai upaya untuk mengatur dan mengontrol objek agar berjalan pada satu sistem yang sama, tanpa terjadinya penyimpangan.

Namun disisi lain, penerapan sistem indoktrinasi mengalami kontradiksi dengan tugas dan peran serta sumpah mahasiswa.

Dimana dalam sumpah seorang mahasiswa yang berbunyi:

1. Kami mahasiswa Indonesia bersumpah; Bertanah air satu; Tanah air tanpa penindasan.
2. Kami mahasiswa Indonesia bersumpah; Berbangsa satu; Bangsa yang gandrung akan keadilan.
3. Kami mahasiswa Indonesia bersumpah; Berbahasa satu; Bahasa tanpa kebohongan.

Sumpah mahasiswa sangatlah sakral dan menjadi pengingat, ketika mahasiswa sudah kehilangan eksistensinya dan mulai berjalan dalam sistem yang terus menerus membelenggunya.
Mahasiswa mulai bertahan di zona nyaman, ketika sistem terus menggerus idealisme yang merupakan kemewahan terakhir yang dimiliki oleh seorang pemuda dan pemudi.

Sistem indoktrinasi dalam perguruan tinggi akan dihancurkan layaknya kekuasaan rezim Orde Baru, ketika mahasiswa bersatu melawan.

Semoga keistimewaan yang dimiliki mahasiswa akan kembali menjadi bagian dari dirinya. Kekuatan mahasiswa akan sulit dikalahkan oleh apapun, oleh sistem apapun, bahkan pemerintah sekalipun jika mereka bersatu.

Informasi pribadi penulis:
Nama : Zello Bertholomeus
Asal : Manggarai, NTT
Profesi : Mahasiswa, Unika St. Paulus Ruteng

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.