oleh: Romi Zamhir Islami
Mahasiswa.co.id - Peternakan merupakan salah satu sektor yang akan selalu berjalan dan berkembang selamanya. Seiring perkembangan sektor peternakan tentu akan bergantung terhadap setiap generasi. Pada setiap generasi pasti memiliki gaya kerja tersendiri, tak terkecuali pada generasi Z (GenZ).
Gen Z merujuk pada kelompok generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, mereka lahir setelah generasi Millenial dan sebelum generasi Alpha. Populasi Gen Z secara global menduduki hampir seperempat dari populasi wilayah Asia-Pasifik. Gen Z dikenal dengan generasi yang sangat melek akan teknologi karena mereka lahir dan tumbuh besar di lingkungan modern sehingga mereka tidak asing dengan jejaring internet sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun Gen Z juga terlahir di tengah bayang-bayang isu ancaman bencana perubahan iklim dan ketakutan akan keruntuhan ekonomi.
Pada tahun 2025 sebanyak 15% dari Gen Z akan memasuki dunia profesional dan diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 34% bahkan mulai menduduki tahta kepemimpinan. Hal tersebut tentunya berdampak pada sektor peternakan, sehingga menyebabkan kemungkinan akan terjadinya perbedaan karakteristik peternakan dengan generasi sebelumnya. Berikut merupakan beberapa kemungkinan karakteristik peternakan yang Gen Z kelola:
Berkiblat pada teknologi dan otomatisasi: Peternakan Gen Z mungkin akan lebih mengandalkan teknologi seperti IoT (Internet of Things), sensor pintar, dan alat otomatis untuk memonitor kesehatan hewan, memanage pakan, atau bahkan mengatur sistem pemeliharaan dengan lebih efisien. Misalnya, mereka bisa menggunakan aplikasi untuk memantau status kesehatan ternak atau otomatisasi dalam pemberian pakan.
Berprinsip pada keberlanjutan: Mereka lebih cenderung memilih pendekatan peternakan yang ramah lingkungan. Ini bisa berarti menggunakan energi terbarukan (seperti panel surya), mengurangi limbah, atau bahkan mengeksplorasi peternakan regeneratif yang menyeimbangkan antara produksi dan pemulihan ekosistem.
Peluang mengembangkan peternakan urban: Dengan banyaknya Gen Z yang tinggal di kota, konsep peternakan urban bisa semakin berkembang. Mereka mungkin tertarik untuk memelihara hewan atau bercocok tanam di ruang terbatas seperti di atap gedung atau di dalam kota. Hal ini juga bisa mencakup vertical farming atau akuaponik untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.
Mengutamakan kesejahteraan hewan: Gen Z sangat peduli dengan kesejahteraan hewan. Mereka cenderung memilih produk peternakan yang menjamin perlakuan baik terhadap hewan, seperti peternakan organik atau peternakan cage free.

Komentar 0