Kebaya & Gothic : Perpaduan Busana Tradisi dan Gaya Masa Kini
Oleh Redaksi
Oleh: Haifany Asy-syahidah Nur Azizah, Mahasiswi UNY, Fakultas Teknik, Program Studi Pendidika Tata Busana
Mahasiswa.co.id - Ketika generasi modern mencoba megekspresikan diri dengan kreativitasnya, tradisi kebaya dan gothic style muncul menjadi perpaduan yang memikat mata. Kebaya yang merupakan pakaian tradisional bangsa Indonesia yang menampilkan kesan lembut dan anggun. Namun, siapa sangka busana tradisional ini dapat tampil begitu memikat ketika bertemu dengan nuansa gothic yang gelap dan dramatis. Gabungan dari dua estetika yang Nampak bertolak belakang kini ramai digemari generasi muda. Bahkan, gabungan dari kebaya dan style gothic ini menghadirkan kesan baru yang anggun sekaligus berani.
Gothic lahir dari subkultur musik rock, yang merupakan cabang dari genre musik punk dan muncul di Inggris pada awal tahun 1980-an dengan penuh simbol kegelapan dan kebebasa berekspresi. Sementara kebaya berakar pada adat Nusantara. Baru-baru ini saya sering melihat di berbagai media sosial, dimana banyak generasi muda memakai kebaya di acara formal acara wisuda yang kemudian berpadu dengan nuansa gaya gothic. Mulai dari panggug peragaan dan acara pribadi, perpaduan dari kebaya dan gothic telah menarik perhatian, terutama bagi generasi muda.
Gaya berpakaian yang memadukan kebaya beludru maupun kebaya kain brokat polos dengan aksesoris logam dan renda yang menjadi ciri khas gothic. Model kebaya dengan tambahan potongan asimtris, dipadukan boots kulit atau chokers beraksen perak, dan bawahan yang opsional sesuai dengan kreasi setiap individu seperti menggunakan kain batik atau rok hitam, menjadi salah satu bukti bahwa busana tradisional bisa hadir di ruang alternatif dan bukan hanya di acara formal. Sebuah eksperimen mix and match ini mempertemuan kebaya dan gaya gothic menciptakan kontras yang menawan dari warna gelap kebaya, renda tebal, serta perpaduan lainnya dengan potongan asimetris yang membingkai siluet tradisioal.
Menurut pandangan saya kebaya gothic bukan sekedar “gaya pesta” yang berasal dari bangsa lain ataupun hanya sensasi media sosial. Hal ini sebagai pernyataan bahwa kita bisa mencintai budaya bangsa tanpa menolak pembaharuan. Kehadiran unsur gothic yang membalut kebaya tradisional menegaskan bahwa budaya bangsa bisa terus berkembang tanpa kehilangan akarnya. Alih-alih merusak pakem, inovasi ini menunjukkan bahwa kebaya bukan pakaian yang kuno, tetapi sebagai bagian dari mode yang terus hidup dan berevolusi.
Meski inovatif, tren ini menimbulkan perdebatan. Sebagian kalangan menganggapnya “terlalu berani” dan mengaburkan nilai sacral dari kebaya. Namun, justru perdebatan inilah yang menandakan bahwa kebaya masih relevan, dimana hal ini memancing adanya dialog lintas generasi tentang cara melestarikan budaya.Kebaya gothic ini menjadi cerminan kreativitas dari masyarakat urban yang menjunjung serta menghargai budaya bangsa sekaligus mengekspresikan kebebasan gaya. Di tangan generasi muda, kebaya tetap hidup menjadi warisan budaya yang beriringan dengan ekspresi subkultur. Ketika masa lalu dan masa kini saling menyapa, lahirlah identitas baru: kebaya yang tak hanya abadi, tetapi juga berani.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0