Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Konsep Kesehatan Dalam Islam Menurut Muhammadiyah

image-5

Muhammad Sahrizal, Dr. M. Ikhwan Ahada, S.Ag.,M.A
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Email : msahrizal2002@gmail.com

Latar Belakang : Kesehatan dalam Islam bukan sekadar kondisi tubuh yang terbebas dari penyakit, tetapi mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Islam menempatkan kesehatan sebagai nikmat yang harus dijaga, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW tentang dua kenikmatan yang sering dilupakan: kesehatan dan waktu luang. Dalam konteks ini, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memandang kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Pandangan ini tercermin dalam ajaran dan praktik Muhammadiyah melalui amal usaha kesehatan dan publikasi keagamaan seperti Fikih Kesehatan.

Objektiv : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan konsep kesehatan dalam perspektif Islam menurut Muhammadiyah, baik secara normatif maupun aplikatif, serta bagaimana implementasinya dalam pelayanan dan gaya hidup umat Islam Indonesia.

Metode : Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian literatur terhadap dokumen resmi Muhammadiyah, Al-Qur’an, hadis, jurnal akademik, dan buku-buku keislaman yang relevan. Data dikaji dan dianalisis dengan pendekatan tematik yang menekankan pada pemahaman holistik tentang kesehatan dari perspektif Muhammadiyah.

Hasil : Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kesehatan menurut Muhammadiyah merupakan integrasi antara ajaran Islam dan pendekatan ilmiah modern. Muhammadiyah memandang kesehatan sebagai kondisi ideal yang memungkinkan manusia menjalankan fungsi kekhalifahan dan ibadah secara optimal. Dalam Fikih Kesehatan (2020), kesehatan disebut sebagai amanah yang harus dijaga. Islam mendorong umatnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan sehat dan halal, tidur cukup, olahraga, dan penghindaran dari zat berbahaya.

Muhammadiyah menerjemahkan nilai-nilai tersebut melalui lembaga kesehatannya seperti RS PKU Muhammadiyah, yang tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga layanan rohani. Edukasi kesehatan berbasis keislaman turut menjadi bagian dari pelayanan yang menekankan pentingnya hidup sehat sebagai bentuk syukur kepada Allah. Selain itu, pendekatan Muhammadiyah juga meliputi upaya promotif dan preventif yang mencakup gaya hidup Islami, peningkatan spiritualitas, dan penguatan mental masyarakat.

Kesehatan mental dan spiritual dianggap sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam hal ini, Muhammadiyah mendorong umat untuk bertawakkal, menghindari stres berlebihan, dan menjaga keimanan sebagai bentuk dari ketahanan psikologis. Hal ini selaras dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis yang menyebutkan bahwa ketenangan hati adalah bagian dari penyembuhan.

Muhammadiyah juga memberikan perhatian besar terhadap kesehatan mental. Dalam ajaran Islam, ketenangan jiwa sangat penting. Tawakal, sabar, dan shalat menjadi cara spiritual untuk menjaga stabilitas mental. Muhammadiyah mengintegrasikan hal ini dalam dakwahnya, termasuk menyarankan agar umat Islam menghindari stres berlebihan, menjaga waktu istirahat, serta memperbanyak ibadah yang menenangkan jiwa.

Muhammadiyah juga menekankan pentingnya pencegahan penyakit dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan halal dan thayyib, berolahraga, serta menghindari zat berbahaya seperti rokok dan alkohol. Kesehatan mental diperhatikan melalui pendekatan religius seperti memperkuat keimanan, bertawakal, dan bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam konteks pendidikan dan dakwah, Muhammadiyah menyampaikan nilai-nilai kesehatan melalui khutbah, pengajian, serta pelatihan di sekolah dan komunitas. Pendekatan ini memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari kewajiban agama.

Kesimpulan : Konsep kesehatan menurut Muhammadiyah merupakan konsep holistik yang mencakup fisik, mental, sosial, dan spiritual. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab terhadap nikmat Allah. Dengan memadukan nilai-nilai Islam dan pendekatan ilmiah, Muhammadiyah berperan aktif dalam membangun masyarakat sehat melalui pelayanan kesehatan Islami, edukasi gaya hidup sehat, dan penyadaran spiritual. Konsep ini tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga aplikatif dalam konteks pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat.

Konsep kesehatan dalam Islam menurut Muhammadiyah memposisikan manusia sebagai makhluk spiritual dan sosial. Menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah Ilahi, dan pengabaian terhadapnya dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dunia dan akhirat. Melalui berbagai pendekatan edukatif dan pelayanan kesehatan berbasis syariah, Muhammadiyah berupaya menghidupkan semangat hidup sehat yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Kata Kunci : Kesehatan, Muhammadiyah, Islam, Spiritual, Gaya Hidup Sehat.

Daftar Pustaka :
Adawiyah, N. S. (2023). Kesehatan Jasmani dan Rohani Menurut Al-Qur’an dan Hadist. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 4(2). https://doi.org/10.58401/takwiluna.v4i2.977
Amirah, Amanda, N. D., Nurhidayah, T. M., & Ramadhani, T. Y. (2023). Menjaga Kesehatan Tubuh dalam Perspektif Islam. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 1(5). https://maryamsejahtera.com/index.php/Religion/index
Budiyanto, & Akbar, D. L. (2020). Konsep Kesehatan Dalam Al-Qur’an Dan Hadis. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 3(2). https://doi.org/https://doi.org/10.35132/albayan.v3i1.83
Ika, Rohani, Ananda, S., & Safitri, S. (2023). Pandangan Islam Tentang Kesehatan Dan Higenitas. Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 2(3), 516–524. http://jurnal.minartis.com/index.php/jpst/%0AA.
Ridwan, Abubakar, A., & Arsyad, A. (2024). Wawasan Al-Qur’an Tentang Kesehatan Fisik dan Mental: Kajian Tafsir Mawdu’i. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16(2), 222–238. https://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/Tasamuh
WHO. (2025). Health and Well-Being. WHO. https://www.who.int/data/gho/data/major-themes/health-and-well-being

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.