Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa UNDIP Digitalisasi Perpustakaan Desa Teras Boyolali

Mahasiswa UNDIP
Foto Bersama Mahasiswa UNDIP Foto: Mahasiswa UNDIP

Boyolali - Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan katalogisasi terhadap 313 eksemplar buku selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Teras, Kabupaten Boyolali.

Tak hanya mendata koleksi, mahasiswa juga memberikan pelatihan penggunaan sistem otomasi perpustakaan Senayan Library Management System atau SLiMS kepada pengelola Perpustakaan Desa Teras.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KKN bertema pengembangan perpustakaan desa berbasis otomasi dan literasi lingkungan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Program berlangsung selama 40 hari, mulai 2 Juli hingga 10 Agustus 2026.

KKN Tematik ini melibatkan mahasiswa UNDIP dari sejumlah program studi. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi menjadi salah satu kelompok yang berperan dalam pengembangan pengelolaan Perpustakaan Desa Teras.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu berbagai tahapan pengelolaan perpustakaan, mulai dari pengadaan koleksi, inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, hingga promosi melalui website.

Program diawali dengan survei ke Perpustakaan Desa Teras dan sejumlah sekolah di sekitarnya. Survei dilakukan di SD Negeri 1 Teras, SD Negeri 2 Teras, SD Banjarsari, SMP Negeri 1 Teras, serta SMP Negeri 2 Teras.

Lokasi-lokasi tersebut memiliki koleksi buku yang perlu dikelola dan dicatat metadatanya dalam sistem perpustakaan. Proses katalogisasi dilaksanakan setelah tahapan inventarisasi dan klasifikasi buku selesai dilakukan.

Kegiatan katalogisasi menjadi tanggung jawab mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP, Ilham Syahputra. Proses tersebut berlangsung pada 14-24 Juli 2026.

Dalam kurun waktu itu, mahasiswa berhasil memasukkan data 313 eksemplar buku ke dalam sistem otomasi perpustakaan SLiMS. Jumlah tersebut terdiri atas 182 buku hibah, 70 buku hasil pembelian untuk Perpustakaan Desa Teras, serta 61 buku milik Perpustakaan SD Negeri 1 Teras.

Sementara itu, data koleksi dari perpustakaan lainnya dimasukkan melalui metode injeksi SQL ke dalam sistem SLiMS pada website Baca di Teras. Website tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah perpustakaan yang berada di lingkungan Desa Teras.

Pengelola Perpustakaan Dilatih Gunakan SLiMS

Selain melakukan katalogisasi, mahasiswa memberikan pelatihan kepada pengelola Perpustakaan Desa Teras pada 29 Juli 2026. Pelatihan tersebut bertujuan agar pengelola mampu menjalankan dan melanjutkan penggunaan sistem SLiMS secara mandiri.

Ilham menjelaskan materi mengenai inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, serta pengenalan website Baca di Teras. Para peserta kemudian mempraktikkan cara memasukkan metadata buku ke dalam sistem.

Pengelola juga diajarkan mencetak label buku dan kartu katalog melalui SLiMS. Untuk mempermudah proses pembelajaran, mahasiswa menyediakan modul yang berisi langkah-langkah penggunaan sistem, pembuatan label, dan pencetakan kartu katalog.

Ketua Kelompok Kerja atau Pokja 2 Desa Teras, Tri Wulandari, menilai keterampilan tersebut penting untuk mendukung perkembangan perpustakaan desa.

“Memang seharusnya kami mengetahui cara mencetak label dengan mudah dan tata caranya. Kami juga perlu mengetahui cara mengisi bagian-bagian dalam sistem SLiMS agar perpustakaan desa dapat berkembang mengikuti zaman,” kata Tri.

Hal senada disampaikan Suprapti, salah seorang pengelola yang sehari-hari membantu operasional Perpustakaan Desa Teras.

“Terima kasih karena ibu-ibu pengelola sudah diajarkan hal-hal yang memang harus dilakukan. Kami juga mendapatkan tambahan ilmu,” ujar Suprapti.

Modul panduan katalogisasi, pembuatan label buku, dan kartu katalog turut dibagikan kepada sejumlah perpustakaan sekolah di lingkungan Desa Teras. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan awal dalam memperbaiki pengelolaan koleksi perpustakaan.

Program KKN Tematik ini diharapkan dapat membantu Perpustakaan Desa Teras menerapkan pengelolaan koleksi yang lebih teratur, modern, dan terintegrasi.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mempelajari cara menyampaikan pengetahuan teknis kepada masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Perpustakaan Desa Teras dan perpustakaan sekolah di sekitarnya dalam meningkatkan pelayanan serta menumbuhkan minat baca masyarakat.

Penulis: Ilham Syahputra

Ruang Pembaca

Komentar 1

Annisa Hasbi

Terima kasih cukup menginspirasi