Penulis: Nida Livia Azzahra
Pendidikan Teknik Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta
Mahasiswa.co.id - Dalam program studi Pendidikan Teknik Boga, bukan hanya mempersiapkan mahasiswanya menjadi ahli masak atau praktisi kuliner, tetapi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri calon guru dan pelaku Pendidikan kejuruan. Dalam konteks Pendidikan tinggi, Pancasila tidak boleh sekedar diajarkan sebagai mata kuliah, tetapi harus meresap ke dalam praktik, cara berpikir, dan bersikap professional sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Boga. Penanaman nilai Pancasila di lingkungan program studi ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan etika profesi di dunia Pendidikan Teknik Boga.
Nilai Pancasila dapat diintegrasikan dalam setiap mata kuliah di Pendidikan Teknik Boga, mulai dari praktik penyusunan menu, pelatihan memasak, magang, hingga pengabdian masyarakat. Contohnya pada sila pertama mengarahkan mahasiswa untuk mempunyai sikap jujur untuk tidak mencuri resep orang lain untuk diri sendiri, memilih bahan dengan cermat dan tergolong halal. Sila ke-dua, dengan mendorong sikap menghargai perbedaan ketika mahasiswa sedang melakukan pembelajaran (mengidentifikasi makanan Nusantara) yang bersangkutan dengan latar belakang budaya, agama, ras, ataupun suku. Sila ke-tiga merujuk pada mahasiswa Pendidikan Teknik Boga untuk menjunjung tingi rasa persatuan dalam berkelompok atau bekerja sama ketika praktik, magang, ataupun pengabdian masyarakat. Sila ke-empat, mendorong mahasiswa untuk bermusyawarah dan dapat mengambil keputusan bersama, misal ketika menentukan konsep atau menu masakan untuk UAS. Sila ke-lima, mengajarkan mahasiswa untuk bersikap adil secara sosial, misalnya dengan membantu rekan ketika ada yang kurang mampu dalam membeli kebutuhan perkuliahan atau ketika praktik.

Komentar 0