Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ngortis trend fashion ala CORTIS, apa makna dibalik tren fashion kekinian ini?

baghu

Oleh: Namira Rizky M.K

Mahasiswa.co.id - Trend fashion di era yang serba digital ini makin cepat berputar dan berkembang. Contohnya seperti belakangan ini, media sosial dipenuhi dengan unggahan foto / video anak muda yang mengenakan ootd ala CORTIS atau yang akrab disebut “ngortis”. Tren fashion ini terinspirasi dari gaya berpakaian boy group asal Korea Selatan yaitu CORTIS, yang mengusung konsep “Color Outside the Lines” yakni berani menembus batas dan mengekspresikan diri melalui busana. Gaya khas mereka adalah busana streetwear atau edgy yang berupa pakaian oversized, celana kargo longgar, sneakers atau boots, serta aksesoris nyentrik seperti rantai, belt besar, headphone, kacamata sebagai bando, dan topi yang menjadi simbol kebebasan berekspresi bagi banyak remaja termasuk remaja di Indonesia. Namun, di balik fenomena yang tampak sederhana ini, tersimpan pertanyaan menarik, apakah “ngortis” hanya sekadar tren fashion musiman ataukah memiliki suatu makna yang lebih dalam sebagai bagian dari identitas dan nilai kewarganegaraan generasi muda? untuk mengetahui jawabannya, mari kita bahas bersama.

Fashion sebagai simbol kebebasan dan nilai kewarganegaraan
Dalam konteks kewarganegaraan, gaya berpakaian “ngortis” mencerminkan salah satu bentuk pelaksanaan hak asasi manusia yaitu hak atas kebebasan berekspresi yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Ekspresi diri melalui fashion adalah bagian dari cara generasi muda menunjukkan jati diri, kreativitas, dan pandangan terhadap dunia di sekitarnya. Ketika seseorang memilih untuk mengenakan gaya tertentu, hal itu tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang pesan apa yang ingin disampaikan. Dalam hal ini, tren “ngortis” bisa dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap standar berpakaian yang seragam dan cenderung monoton. Hal ini menandakan bahwa anak muda khususnya di Indonesia memiliki keberanian untuk mengekspresikan dirinya dengan tampil berbeda melalui trend fashion ini.

Namun, kebebasan berekspresi bukan berarti kebebasan tanpa batas, karena setiap hak selalu disertai dengan tanggung jawab moral dan sosial. Artinya, berekspresi lewat busana tetap harus memperhatikan norma kesopanan, budaya, dan etika berpakaian yang ada di masyarakat Indonesia.

Gaya “ngortis” yang bebas dapat tetap selaras dengan sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab, serta sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Keduanya mengingatkan bahwa kebebasan individu tidak boleh menimbulkan konflik sosial, melainkan harus menumbuhkan rasa saling menghargai dan keselarasan dalam kehidupan bersama.

Dalam hal ini, tren “ngortis” bisa menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kreativitasnya yang tentu saja selama dilakukan dengan kesadaran akan menjunjung nilai-nilai bangsa. Anak muda yang berani berekspresi dengan gaya khasnya, tetapi tetap sopan dan menghormati lingkungan sosial justru menunjukkan bahwa dirinya memiliki pemahaman mendalam terhadap makna kebebasan yang beradab di lingkungan Masyarakat.

Fashion Menunjukkan Adanya Globalisasi, Identitas, dan Refleksi Nasionalisme
Tidak dapat dipungkiri, tren OOTD ala CORTIS merupakan salah satu dampak dari arus globalisasi budaya. Masuknya budaya populer Korea Selatan mulai dari musik, film, hingga fashion telah membawa pengaruh besar terhadap cara berpikir dan berpenampilan generasi muda Indonesia. Di sinilah pentingnya menyaring budaya dan kesadaran kewarganegaraan yang kuat. Mereka dapat menjadikan tren global seperti “ngortis” sebagai media untuk menunjukkan kreativitas lokal yang berakar pada budaya sendiri. Misalnya, memadukan gaya CORTIS dengan unsur wastra nusantara seperti batik, lurik, atau tenun dalam potongan modern. Tindakan inilah yang merupakan bentuk nyata dari mengadaptasi pengaruh global tanpa kehilangan identitas lokal. Dengan begitu, mereka dapat menempatkan tren fashion seperti “ngortis” bukan hanya sekadar ajang pamer gaya, tetapi juga sebagai ekspresi nilai-nilai nasionalisme dan kreativitas budaya.

Dengan kata lain, “ngortis” bisa menjadi simbol keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai persatuan. Generasi muda yang mampu memadukan tren fashion global dengan unsur budaya bangsa Indonesia menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengikuti arus globalisasi, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia.

Pada akhirnya, fashion tidak hanya sekadar pakaian yang dikenakan, melainkan cermin dari karakter, nilai dan pandangan hidup seseorang. Melalui tren fashion ngortis inilah generasi muda dapat belajar untuk mengekspresikan diri, menghargai perbedaan, dan menempatkan diri sebagai bagian dari Masyarakat global tanpa melupakan budaya sendiri. Dengan begitu, tren fashion ngortis ini bukan sekadar tren fashion kekinian, tetapi juga simbol dari kesadaran atas hak kewarganegaraan.

Oleh: Namira Rizky M.K

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.