Oleh : Romi Zamhir Islami
Mahasiswa.co.id - Di tengah lonjakan permintaan pakan ternak dan krisis bahan baku yang mengancam industri peternakan di Indonesia, tebong jagung muncul sebagai alternatif pakan yang tak hanya ekonomis, tetapi juga kaya manfaat. Tebong jagung, yaitu bagian dari tanaman jagung setelah bijinya dipanen, kini menjadi pilihan menarik bagi peternak yang mencari solusi cerdas dan berkelanjutan.
Kandungan nutrisi tebong jagung adalah kunci utama dari keunggulannya sebagai pakan ternak. Dengan serat kasar yang tinggi, tebong jagung mendukung kesehatan sistem pencernaan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba. Serat ini berperan penting dalam melancarkan proses pencernaan dan mencegah gangguan gastrointestinal, meningkatkan kesehatan rumen, serta optimasi fermentasi pencernaan. Hal ini pada gilirannya memperbaiki penyerapan nutrisi, yang sangat penting untuk pertumbuhan optimal ternak. Dalam satu ton tebon jagung, biasanya terkandung sekitar 25-30% bahan kering (dry matter), yang terdiri dari berbagai komponen nutrisi esensial. Tebon jagung kaya akan karbohidrat, dengan kandungan pati mencapai sekitar 60-70% dari bahan kering. Pati ini menjadi sumber energi utama bagi ternak, terutama sapi potong dan sapi perah, yang membutuhkan energi tinggi untuk pertumbuhan dan produksi susu.
Namun, manfaat tebong jagung tidak hanya berhenti pada seratnya. Pakan ini juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang esensial. Vitamin A, misalnya, mendukung kesehatan penglihatan dan sistem kekebalan tubuh ternak. Vitamin B kompleks yang terkandung berperan dalam metabolisme energi, serta proses sintesis protein yang mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak. Mineral penting seperti kalsium dan fosfor juga ada dalam tebong jagung, berkontribusi pada kesehatan tulang dan fungsi metabolisme tubuh. Tebon jagung juga memiliki kandungan protein kasar yang berkisar antara 7-9%. Meskipun tidak setinggi pakan protein lainnya, kandungan protein ini cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otot pada hewan ternak, terutama jika dikombinasikan dengan sumber protein tambahan. Serat kasar dalam tebon jagung mencapai sekitar 18-20%, yang penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan ternak. Serat ini membantu meningkatkan aktivitas fermentasi di dalam rumen, yang esensial untuk memaksimalkan pemanfaatan nutrisi dalam pakan. Selain itu, tebon jagung juga mengandung sejumlah mineral penting seperti kalsium dan fosfor, meskipun dalam jumlah yang relatif kecil. Mineral ini tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan fungsi fisiologis lainnya pada ternak. Kandungan lemak dalam tebon jagung relatif rendah, sekitar 2-4%, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar lemak dalam pakan ternak.

Komentar 0