Mahasiswa.co.id - Satu tahun terakhir ini, kita di pertontonkan dengan carut marutnya politik dan buruknya indeks demokrasi di Indonesia. Kelompok penguasa berangkat dari kepentingan pribadinya dan tidak memikirkan rakyat, mengejar kursi sana sini sampai lupa diri, kepentingan elit yang akan terus berkelanjutan tanpa adanya sebuah pertimbangan.
Akan kah, kita dari tahun ke tahun selalu di pertontonkan dengan drama adu pinalti? Mulai dari maraknya korupsi seolah-olah menjadi ajang kompetisi, putusan MK yang katanya adalah politik dinasti. Setiap tahun kita selalu di pertontonkan dengan hal semacam ini, akankah sistem ketatanegaraan kita akan seperti ini?
Para elit sudah mengatur starategi untuk menjadi King Maker di negri ini. Masyarakat sudah menjadi abu-abu politik, terhipnotis dengan drama yang di permainkan sana-sini.
Awal tahun kontestasi politik 2024, pemerintah sudah membuka orderan terhadap seluruh penyelenggara pemilu, terpilih semuanya karna atas dasar pesanan, negara bilang, oke. Pada kontestasi ini siapa yang akan di loloskan. Jadi, pemerintah sudah memberikan contoh yang sangat buruk terhadap kita.
Pemerintah tidak memberikan ruang bagi mereka yang memiliki kapabilitas dan kualitas berpikir. Pemerintah tidak memberikan ruang untuk mereka agar tarung gagasan bukan tarung bekingan.

Komentar 0