Oleh: Qanitah, Mahasiswi STITMA Yogyakarta.
Mahasiswa.co.id - Pernahkah kita bertemu dengan guru yang membuat suasana belajar terasa kurang nyaman? Fenomena ini masih sering terjadi, di mana terdapat guru yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi siswa tidak merasa nyaman dengan kepribadian yang ditunjukkan. Misalnya, ketika siswa terlihat kurang bersemangat, guru cenderung menganggapnya sebagai bentuk kemalasan, padahal bisa saja siswa sedang menghadapi masalah tertentu. Bahkan, dalam beberapa kasus, siswa yang sering merasa dipermalukan di kelas akan memilih untuk diam, tidak bertanya, bahkan menarik diri dari proses pembelajaran. Hal ini bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka merasa tidak aman secara emosional.
Kondisi tersebut dapat terjadi karena kurangnya pemahaman guru terhadap siswa, minimnya komunikasi, atau keterbatasan waktu dalam membangun hubungan yang lebih dekat. Dampaknya, siswa kehilangan motivasi belajar, menurunnya rasa hormat terhadap guru, serta munculnya ketidaksukaan terhadap suatu pelajaran—bukan karena materinya sulit, tetapi karena pengalaman yang kurang menyenangkan dengan gurunya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepribadian guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas.
Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari, guru memiliki pengaruh besar terhadap suasana belajar di kelas. Guru yang memiliki kepribadian baik, seperti sabar, ramah, dan adil, cenderung mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dalam kondisi tersebut, siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran dan berpartisipasi aktif.
Sebaliknya, guru yang kurang mampu mengendalikan emosi atau bersikap tidak adil dapat menurunkan semangat belajar siswa. Siswa bisa merasa takut, tertekan, atau bahkan kehilangan minat terhadap pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh materi atau metode pembelajaran, tetapi juga oleh kepribadian guru itu sendiri.
Selain itu, kepribadian guru juga berperan sebagai teladan bagi siswa. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat yang ditunjukkan guru akan secara tidak langsung ditiru oleh siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, kepribadian guru tidak hanya memengaruhi suasana kelas, tetapi juga membentuk sikap dan motivasi belajar siswa dalam jangka panjang.
Sejalan dengan hal tersebut, sikap seorang guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Setiap guru perlu memiliki kepribadian yang baik, karena hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada suasana pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru yang sabar mampu menghadapi berbagai karakter siswa tanpa mudah marah. Selain itu, kejujuran dan tanggung jawab akan membangun kepercayaan antara guru dan siswa. Dengan sikap-sikap tersebut, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk karakter siswa.

Komentar 0