Selain itu, santri juga harus tetap menyambung tali silaturahmi antara guru dan santri. Walaupun sudah keluar dari kampus atau dari pesantren santri tetaplah santri yang bernimba ilmu dari sang guru.
PENTINGNYA MENYAMBUNG SILATURAHMI GURU DAN SANTRI

MAHASISWA.CO.ID - Setelah melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan melaksanakan perayaan hari suci atau hari Idhul Fitri di bulan Syawal. Perayaan Idhul Fitri dibulan syawal merupakan kegiatan wajib yang dilakukan umat Islam untuk saling memaafkan satu sama lain.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan terjaganya tali silaturahmi antar sesama umat islam. Menjaga silaturahmi juga salah satu anjuran Alloh SWT yang tertuang dalam kitab suci Al Qur’an surat Al-Hujurot ayat 10 yang berbunyi “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.
Ayat tersebut sudah menjelaskan bahwasannya semua umat yang beriman adalah saudara dan seyogyanya untuk terus menjalin hubungan silaturahmi. Apalagi antar saudara atau keluarga dekat dan menguatkan keimanan agar senantiasa menaati perintahNya dan mendapat rahmat dariNYa.
Ibadah dalam Idhul Fitri juga telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Barangsiapa yang melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh dengan penuh keimanan kepada Allah maka apabila ia memasuki Idhul Fitri ia akan Kembali menjadi fitrah seperti bayi dalam rahim ibunya”. Hadis ini memiliki status shahih, sehingga dapat kita amalkan dan kita percayai.
Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya tersebut memberi gambaran kepada umatnya, jikalau mereka setelah berpuasa dan menemui hari raya Idhul Fitri agar saling memaafkan sesama umat Islam dan akan terhapus dosa-dosa yang dilaluinya dan akan Kembali seperti bayi dalam kandungan ibunya yang belum mempunyai dosa sama sekali. Anjuran yang sudah dituliskan di Al Qur’an dan Hadis tersebut menjadi rujukan kita agar tetap berpegang teguh pada ajaran yang sudah ditentukan.
Menyambung tali silaturahmi juga biasa dilakukan oleh para santri kepada gurunya. Hal tersebut juga dilakukan oleh para santri Pesantren Subulusslam pada agenda anjangsana.
Pesantren Subulussalam yang diasuh oleh Abah Dr. H. Ahmad Zainal Abidin, MA dan Bunda Dr. Hj. Salamah Noorhidayati, M.Ag merupakan pesantren yang santrinya juga mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Secara geografis letak pesantren Subulussalam juga dekat dengan kampus, sehingga banyak santri yang menetap di pesantren Subulussalam Pesantren.
Kegiatan yang dilakukan oleh para santri putra dan santri putri tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk meminta maaf atas kekhilafan dan menyambung silaturahmi kepada guru atau ustadz yang selama ini telah membimbing santri untuk terus berproses mengembangkan dan memperluas ilmu pengetahuan. Para ustadz ketika didatangi para santri juga tidak sering memberi wejangan nasihat kepada para santrinya.
“Kalau kalian sudah menyelesaikan studi dikampus kalau bisa menjari pekerjaan yang memiliki kesamaan dengan yang kalian pelajari di kampus agar mudah untuk mengamalkannya dan kalian sudah memiliki ilmunya”. Ujar Ustadz Miswanto, M.Ag.
Salah satu keutamaan bersilaturahmi kepada guru adalah meminta barokah ilmu yang sudah diajarkan kepada santri-santrinya. Dengan begitu ilmu yang didapat oleh para santri akan tetap memiliki manfaat bagi dirinya sendiri ataupun kepada orang lain. Kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali tersebut memberi manfaat dan hikmah untuk meluruskan niat belajar di bangku perkuliahan dan di pesantren dan para santri agar selalu bersemangat mencari ilmu dan meneruskan perjuangan para ustadz dalam ranah keilmuan.
Komentar 0