Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Stress dan Konflik yang Terjadi dalam Organisasi Kampus

WhatsApp Image 2024-06-15 at 23.43.32_7f3b9183

Mahasiswa.co.id - Sangat menarik untuk mempelajari stress serta konflik yang ada di dalam organisasi Kampus, saya yakin, kita semua jika pernah mengikuti organisasi kampus pernah merasakan stress karena konflik yang terjadi serta tekanan yang cukup berat dari kegiatan yang ada di organisasi kampus tersebut.

Stress dan konfilk mencerminkan perilaku individu dan kelompok yang dapat mempengaruhi perilaku dari seluruh isi organisasi tersebut. Perilaku organisasi didasarkan pada apa yang dilakukan orang orang didalam organisasi dan seperti apa perilaku mereka yang ada di organisasi tersebut dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Tentu saja organisasi dapat mempengaruhi anggota organisasi tersebut atau bahkan sebaliknya, anggota organisasi dapat mempengaruhi organisasi tersebut.

Stress dan konflik adalah suatu hal yang masih berkesinambungan mengapa demikian, karena stress yang berlarut – larut/berkepanjangan dapat menimbulkan konflik di dalam individu atau antar indivindu bahkan kedalam kelompok tertentu dalam suatu organisasi. Konflik dapat terjadi dalam hubungan seperti Ketua Umum organisasi dengan para anggotanya karena sifat hubungan yang Hierarkis. Konflik yang terjadi pada anggota bawah yang dapat dianggap sebagai bagian manajemen yang diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan. Namun saat konflik menjadi membuat suasana yang ricuh dan cukup parah sehingga, sudah memainkan peran emosi yang tinggi maka peran dan image organisasi akan terungkap dan sangat dirugikan. Jika sudah ada konflik didalam suatu organisasi sangalah sulit untuk cepat dihilangkan, persaingan serta konflik cenderung muncul karena berbagai faktor antara lain :

1. Perbedaan Tujuan

Perbedaan tujuan terjadi ketika anggota organisasi memiliki pandangan, visi, atau misi yang tidak selaras. Dalam konteks organisasi kampus, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti latar belakang akademik yang berbeda, kepentingan pribadi, atau perbedaan prioritas. Misalnya, beberapa anggota mungkin fokus pada kegiatan akademik dan penelitian, sementara yang lain lebih tertarik pada kegiatan sosial dan komunitas. Ketidaksesuaian tujuan ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik karena anggota merasa bahwa tujuan mereka tidak dihargai atau didukung.

2. Persaingan untuk mencapai Jabatan Organisasi

Persaingan jabatan terjadi ketika anggota organisasi bersaing untuk mendapatkan posisi tertentu dalam struktur kepemimpinan. Dalam organisasi kampus, ini bisa melibatkan pemilihan ketua, sekretaris, atau jabatan lainnya. Persaingan ini sering kali dipicu oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan, otoritas, atau pengalaman yang dianggap penting untuk karier masa depan. Namun, jika persaingan tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan konflik interpersonal, perasaan iri hati, dan bahkan sabotase.

3. Miss Komunikasi Antar Petinggi Dengan Anggota

Miss komunikasi atau kesalahpahaman dalam komunikasi antara petinggi dan anggota organisasi terjadi ketika informasi tidak disampaikan dengan jelas atau tidak sampai kepada semua pihak yang berkepentingan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya transparansi, ketidakjelasan instruksi, atau perbedaan cara komunikasi. Dalam organisasi kampus, hal ini bisa mengakibatkan kebingungan, frustrasi, dan ketidakpuasan di antara anggota.

4. Nilai Kepentingan Yang Tidak Satu Tujuan

Ketika nilai-nilai dan kepentingan anggota organisasi tidak selaras, konflik dapat terjadi. Ini berarti anggota memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang penting atau prioritas dalam organisasi. Misalnya, beberapa anggota mungkin menganggap kegiatan sosial lebih penting, sementara yang lain lebih fokus pada pengembangan akademik atau profesional. Perbedaan ini bisa menyebabkan konflik karena anggota merasa kepentingan mereka tidak dihargai atau diabaikan.

5. Kurangnya Inisiatif/Kerja Sama Dalam Menjalankan Program Kerja Organisasi

Kurangnya inisiatif dan kerja sama terjadi ketika anggota organisasi tidak proaktif dalam menjalankan tugas atau tidak mau bekerja sama dengan anggota lain. Dalam organisasi kampus, hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya motivasi, rasa tanggung jawab yang rendah, atau ketidakjelasan tugas dan peran. Kurangnya kerja sama ini dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi dan menurunkan efektivitas program kerja.

6. Serta Sifat Ego Individu Masing – Masing Cenderung Masih Tinggi

Sifat ego yang tinggi berarti anggota organisasi lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. Hal ini seringkali terjadi ketika anggota memiliki kepercayaan diri yang berlebihan, sulit menerima kritik, atau enggan berkompromi. Dalam konteks organisasi kampus, ego yang tinggi bisa menyebabkan konflik karena anggota merasa pendapat mereka harus selalu didengar dan diikuti, serta menolak untuk bekerja sama atau berkompromi dengan orang lain.

7. Cinta Lokasi (Cinlok) antar anggota/petinggi pada organisasi

Cinta lokasi (cinlok) mengacu pada hubungan romantis yang berkembang antara anggota atau petinggi organisasi. Sementara hubungan ini bisa positif jika dikelola dengan baik, cinlok juga dapat menyebabkan konflik jika hubungan tersebut mempengaruhi profesionalisme dan objektivitas dalam organisasi. Misalnya, tuduhan favoritisme atau ketidakadilan dalam pembagian tugas atau pengambilan keputusan bisa muncul. Selain itu, jika hubungan berakhir dengan buruk, dampaknya bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman atau memecah belah anggota organisasi.

Mengelola faktor-faktor ini dengan bijaksana melalui komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang adil, dan mekanisme resolusi konflik yang jelas dapat membantu meminimalkan konflik dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dalam organisasi kampus.

Dengan konflik yang terjadi pada organisasi yang dapat menyebabkan individu menjadi stress. Lalu, Apakah keluar dari organisasi adalah pilihan yang tepat? It depends on you, kalau dirasa tekanan di organisasi sudah sebegitu parahnya hingga membuat stress, just left. Tidak ada yang lebih berharga dari kesehatan mental diri sendiri.

Namun, jika sudah terlalu dalam berkecimpung dan masih punya tanggung jawab untuk diselesaikan hingga akhir periode kepengurusan, Pesan yang bisa di ambil pandai-pandailah mengatur waktu, manajemen waktu itu penting jika ikut dalam dunia organisasi. harus bisa membuat skala prioritas,mana yang terlebih dahulu didahulukan.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.