Mahasiswa.co.id - Sangat menarik untuk mempelajari stress serta konflik yang ada di dalam organisasi Kampus, saya yakin, kita semua jika pernah mengikuti organisasi kampus pernah merasakan stress karena konflik yang terjadi serta tekanan yang cukup berat dari kegiatan yang ada di organisasi kampus tersebut.
Stress dan konfilk mencerminkan perilaku individu dan kelompok yang dapat mempengaruhi perilaku dari seluruh isi organisasi tersebut. Perilaku organisasi didasarkan pada apa yang dilakukan orang orang didalam organisasi dan seperti apa perilaku mereka yang ada di organisasi tersebut dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Tentu saja organisasi dapat mempengaruhi anggota organisasi tersebut atau bahkan sebaliknya, anggota organisasi dapat mempengaruhi organisasi tersebut.
Stress dan konflik adalah suatu hal yang masih berkesinambungan mengapa demikian, karena stress yang berlarut – larut/berkepanjangan dapat menimbulkan konflik di dalam individu atau antar indivindu bahkan kedalam kelompok tertentu dalam suatu organisasi. Konflik dapat terjadi dalam hubungan seperti Ketua Umum organisasi dengan para anggotanya karena sifat hubungan yang Hierarkis. Konflik yang terjadi pada anggota bawah yang dapat dianggap sebagai bagian manajemen yang diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan. Namun saat konflik menjadi membuat suasana yang ricuh dan cukup parah sehingga, sudah memainkan peran emosi yang tinggi maka peran dan image organisasi akan terungkap dan sangat dirugikan. Jika sudah ada konflik didalam suatu organisasi sangalah sulit untuk cepat dihilangkan, persaingan serta konflik cenderung muncul karena berbagai faktor antara lain :
1. Perbedaan Tujuan
Perbedaan tujuan terjadi ketika anggota organisasi memiliki pandangan, visi, atau misi yang tidak selaras. Dalam konteks organisasi kampus, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti latar belakang akademik yang berbeda, kepentingan pribadi, atau perbedaan prioritas. Misalnya, beberapa anggota mungkin fokus pada kegiatan akademik dan penelitian, sementara yang lain lebih tertarik pada kegiatan sosial dan komunitas. Ketidaksesuaian tujuan ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik karena anggota merasa bahwa tujuan mereka tidak dihargai atau didukung.
2. Persaingan untuk mencapai Jabatan Organisasi
Persaingan jabatan terjadi ketika anggota organisasi bersaing untuk mendapatkan posisi tertentu dalam struktur kepemimpinan. Dalam organisasi kampus, ini bisa melibatkan pemilihan ketua, sekretaris, atau jabatan lainnya. Persaingan ini sering kali dipicu oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan, otoritas, atau pengalaman yang dianggap penting untuk karier masa depan. Namun, jika persaingan tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan konflik interpersonal, perasaan iri hati, dan bahkan sabotase.
3. Miss Komunikasi Antar Petinggi Dengan Anggota
Miss komunikasi atau kesalahpahaman dalam komunikasi antara petinggi dan anggota organisasi terjadi ketika informasi tidak disampaikan dengan jelas atau tidak sampai kepada semua pihak yang berkepentingan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya transparansi, ketidakjelasan instruksi, atau perbedaan cara komunikasi. Dalam organisasi kampus, hal ini bisa mengakibatkan kebingungan, frustrasi, dan ketidakpuasan di antara anggota.
4. Nilai Kepentingan Yang Tidak Satu Tujuan

Komentar 0