Mahasiswa.co.id – Belakangan ini, kata produktif terasa ada di mana-mana. Di media sosial, di obrolan kampus, bahkan di tongkrongan. Bangun pagi, ikut kelas, kerja sambilan, ikut organisasi, bikin portofolio. Kalau belum melakukan semua itu, rasanya seperti tertinggal. Padahal usia muda seharusnya jadi fase belajar, bukan lomba siapa yang paling sibuk.
Tekanan ini sering datang tanpa disadari. Media sosial penuh dengan cerita pencapaian, jadwal padat, dan daftar target hidup. Banyak anak muda akhirnya merasa harus terus bergerak. Diam sebentar saja terasa salah. Istirahat dianggap malas. Padahal tubuh dan pikiran punya batas, meski jarang dibicarakan.
Masalahnya, produktif sering disamakan dengan lelah. Semakin capek, dianggap semakin hebat. Banyak mahasiswa menjalani hari dengan jadwal penuh, tapi tidak benar-benar memahami apa yang sedang dijalani. Kuliah sekadar hadir, kegiatan hanya formalitas. Yang penting terlihat aktif. Isi kepala belakangan.
Tekanan seperti ini pelan-pelan menggerus makna proses. Anak muda jadi terbiasa mengejar hasil cepat. Sertifikat, pengalaman, angka. Sedikit yang benar-benar berhenti untuk bertanya, apakah semua ini masih masuk akal, atau hanya ikut arus. Tidak semua orang berani mengaku capek, karena takut dianggap kalah.
Padahal, usia muda tidak selalu harus diisi dengan pencapaian besar. Salah jalan, ragu, bahkan berhenti sejenak juga bagian dari proses tumbuh. Belajar mengenal diri sendiri butuh waktu. Tidak semua hal bisa dipaksakan selesai dalam satu fase hidup.
Mungkin sudah waktunya cara pandang soal produktif dibenahi. Bukan soal seberapa padat jadwal, tapi seberapa sadar seseorang menjalani pilihannya. Produktif tidak selalu berarti melakukan banyak hal. Kadang, memahami satu hal dengan sungguh-sungguh jauh lebih berarti.
Usia muda bukan perlombaan. Tidak semua orang harus sampai di titik yang sama, di waktu yang sama. Selama masih belajar dan bertumbuh, itu sudah cukup. Selebihnya, biarkan proses berjalan dengan ritmenya sendiri.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0