Mahasiswa.co.id - Kamu anak sulung?, Kamu Mahasiswa?, Mari merapat. Menjadi anak sulung bukanlah sebuah pilihan, si sulung tidak bisa memilih untuk terlahir sebagai anak sulung, bungsu, ataupun tunggal. Tentang siapa kita, siapa jodoh kita, siapa orang tua kita, kapan kita lahir dan meninggal merupakan takdir Tuhan yang jelas beda dengan apa yang disampaikan Ariana Grande pada lagunya yang berjudul 7 Rings yang berbunyi ‘I want it, I get it’. Lalu, Jika kamu sekarang adalah Mahasiswa, tentu kamu paham bahwa menjadi Mahasiswa merupakan salah satu pilihan yang bisa kamu ambil untuk menggapai kesuksesan. Sekalipun kamu adalah anak sulung, kamu tetap bisa memilih untuk menjadi Mahasiswa. Bagaimana rasanya menjadi si sulung sekaligus Mahasiswa?
Tentang Perspektif Ayah dan Ibu Memiliki prestasi unggul, kepribadian baik, mandiri, dan mental sekuat baja, itulah perspektif Ayah dan Ibu terhadap si sulung. Menurut Ayah dan Ibu, si sulung adalah anak yang sempurna dan mampu mengayomi adik-adiknya. Ayah dan Ibu sering kali menganggap bahwa si sulung mampu menjadi teladan yang baik bagi adik-adiknya. Hal ini bukan tanpa alasan, Ayah dan Ibu percaya bahwa anak sulung dapat mengajarkan nilai-nilai positif kepada adik-adiknya melalui perilaku dan sikap yang mereka tunjukkan. Apalagi, dengan menjadi Mahasiswa sekaligus anak sulung, Ayah dan Ibu biasanya memiliki harapan yang lebih besar daripada anak-anaknya yang lain.
Gelar diploma, sarjana, magister, profesor di belakang nama si sulung merupakan harapan terbesar hampir seluruh Orang tua di dunia. Barangkali Orang tua menginginkannya sebagai bentuk pelampiasan. Di balik keinginan untuk melihat anak sukses, tersimpan hasrat untuk meraih gelar yang tidak bisa dicapai di masa muda yang kemudian dilimpahkan kepada si sulung sebagai harapan pertama. Selain itu, tak jarang orang tua yang memiliki harapan besar agar anak sulungnya sukses dan di kemudian hari mampu membantu Orang tua membiayai pendidikan adik-adiknya.
Banyak juga ditemui Ayah dan Ibu yang cenderung lebih membebaskan pilihan si sulung daripada anak-anak yang lebih muda. Ayah dan Ibu menganggap bahwa si sulung sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri. Anak sulung cenderung akan mendapatkan perhatian penuh di tahun-tahun awal kehidupannya, yang membentuk mereka menjadi individu yang bertanggung jawab dan mandiri. Oleh karena itu, si sulung diberi kepercayaan untuk menjadi Mahasiswa yang mana menjadi Mahasiswa identik dengan perantauan. Ayah dan Ibu biasanya lebih mudah memberikan izin kepada si sulung untuk merantau daripada kepada anak bungsunya.
Konsep Lirik Lagu Ariana Grande 'I want It, I get it' Menjadi si sulung atau anak tertua tak serta merta membuatnya berkuasa, nyatanya konsep ‘I want it, I get it’ seperti di lagu Ariana Grande tidak sepenuhnya berlaku untuk si sulung. Sebab, sebagai anak sulung yang memiliki adik, si sulung harus mau ‘mengalah’ untuk adik-adiknya. Si sulung haruslah paham dengan konsep berbagi dan mengalah. Sebenarnya bukan hanya kewajiban si sulung untuk memahami konsep tersebut, semua anak wajib paham dengan konsep berbagi dan mengalah. Namun, kembali lagi ke posisi si sulung sebagai anak tertua, dengan pemikiran yang lebih matang si sulung tentu akan lebih paham mana keputusan terbaik yang harus diambil untuk menjaga ketenteraman keluarga tanpa kericuhan pertengkaran kakak dan adik.
Si sulung yang menjadi Mahasiswa, di sisi lain berjuang mewujudkan harapan orang tua, dia juga berjuang dalam mewujudkan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan yang sejahtera dan harmonis. Oleh karena itu, si sulung yang juga Mahasiswa harus berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan, tak serta merta menerapkan konsep ‘I want it, I get it’.
Menjadi Si Sulung yang Ketakutan Ekspektasi yang tinggi dari Orang tua dan tekanan untuk selalu menjadi yang terbaik bisa menjadi sumber ketakutan dan stres untuk si sulung. Si sulung mungkin merasa harus selalu berhasil dalam segala hal yang mereka lakukan, karena kegagalan bisa dianggap sebagai cerminan buruk bagi adik-adiknya, cerminan buruk bagi seluruh keluarga. Ketakutan ini juga biasanya akan muncul dari tanggung jawab yang besar si sulung terhadap adik-adiknya. Si sulung mungkin merasa harus selalu menjaga dan melindungi adik-adiknya, bahkan ketika mereka sendiri merasa tidak yakin atau takut. Beban tanggung jawab ini bisa membuat si sulung merasa tertekan dan cemas. Namun, semua ketakutan dan kecemasan tadi akan luruh begitu saja saat si sulung berhasil melihat dirinya mampu memenuhi segala ekspektasi Ayah dan Ibu kepadanya, melihat keluarga menikmati hasil yang indah dari perjuangannya menjadi si sulung yang Mahasiswa pencari gelar dan kesuksesan.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0