Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Air Bersih Untuk Semua: Mengatasi Krisis Air demi Generasi Mendatang

Air Bersih

Mahasiswa.co.id - Krisis air sudah menjadi ancaman yang sangat kentara di bumi kita ini. Food and Agriculture Organization (FAO) memaparkan bahwa terdapat sekitar 1,2 miliar orang di dunia yang hidup di daerah yang mengalami krisis air absolut dan Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang mengalami ancaman fenomena ini. Bahkan, sebuah data yang dikeluarkan oleh Bappenas dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KHLS) RPJM 2019 memproyeksikan bahwa ketersediaan air di Indonesia akan mencapai kelangkaan absolut pada 2040 jika tidak ada solusi untuk memitigasi masalah ini.

Salah satu penyebab utama krisis air ini adalah pencemaran lingkungan dan pengelolaan limbah yang buruk. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang membuang limbah rumah tangga secara sembarangan ke got, kali, atau sungai. Tindakan ini menyebabkan pencemaran air yang berdampak buruk, tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi kehidupan ekosistem perairan, seperti ikan dan organisme lain yang hidup di sana. Lebih parah lagi, limbah industri yang langsung dibuang ke sungai tanpa melalui proses pengolahan sering kali mengandung bahan beracun yang merusak kelestarian lingkungan.

Selain pencemaran air, kerusakan lingkungan juga diperparah oleh penebangan hutan secara liar, bahkan pembakaran hutan. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Sebagai “paru-paru dunia,” hutan tidak hanya berkontribusi pada pembentukan oksigen, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan air dengan meningkatkan laju penyerapan air hujan ke dalam tanah. Hutan juga berfungsi untuk mencegah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Namun, pembakaran hutan untuk membuka lahan atau penebangan liar telah mengancam keberlanjutan ekosistem ini, memicu pemanasan global, dan menyebabkan banyak spesies flora dan fauna kehilangan habitatnya. Jika kita terus mengambil tempat tinggal mereka, bagaimana mereka bisa bertahan hidup?

Tidak hanya kerusakan hutan, seperti yang kita ketahui, di zaman modern ini, populasi manusia semakin meningkat. Alhasil, tentu saja diperlukan infrastruktur dan pemukiman yang memadai untuk mengakomodasi mereka. Pembangunan infrastruktur yang masif juga memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyerapan air. Penggunaan material seperti aspal dan beton untuk membangun jalan, gedung, dan kawasan perumahan secara berlebihan mengurangi area resapan air alami. Permukaan yang tertutup aspal atau beton tidak mampu menyerap air hujan, sehingga air yang seharusnya masuk ke dalam tanah hanya mengalir ke got (yang sering kali tercemari oleh sampah) atau menyebabkan genangan di permukaan. Akibatnya, risiko banjir meningkat, sementara cadangan air tanah menjadi semakin menipis karena reabsorpsi air tidak berjalan secara optimal.

Hal ini disebabkan karena pola pembangunan sering kali mengabaikan pentingnya ruang terbuka hijau sebagai zona resapan air. Misalnya saja, beberapa kawasan perkotaan besar di Indonesia memiliki persentase ruang hijau yang jauh di bawah standar ideal. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan air tanah, tetapi juga pada kualitas udara yang menjadi kurang sehat. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan eco-friendly dan sustainable architecture, terutama di kota-kota besar. Contohnya seperti penerapan sistem drainase berkelanjutan (sustainable drainage systems) dan penggunaan material perkerasan yang dapat menyerap air (permeable pavement).

Air bersih yang layak konsumsi merupakan salah satu kebutuhan yang esensial dalam kehidupan manusia. Menurut Suripin (2004:156), air bersih merupakan air yang aman (sehat) dan bagus untuk diminum, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Selain kriteria tersebut, persyaratan lain yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas air, yaitu air harus dinyatakan bersih dari segi fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis. Hal ini berarti air putih yang bersih tidak meninggalkan endapan, tidak mengandung bahan kimiawi yang beracun, tidak mengandung mikrobakteri yang berbahaya, dsb.

Ketersediaan air yang layak dan berkualitas ini yang nantinya akan mendukung kesehatan masyarakat, terutama meningkatkan kualitas pertumbuhan pada anak-anak Indonesia. Air putih yang bersih berguna untuk menjaga agar tubuh tidak dehidrasi, menjaga kadar cairan tubuh, dan membantu pencernaan. Tidak hanya itu saja, air bersih juga sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi.

Namun, dampak krisis air tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan hidup. Sebagai contoh, pencemaran air tidak hanya merugikan manusia tetapi juga mengancam kehidupan ekosistem perairan. Selain itu, kerusakan hutan yang menjadi salah satu penyebab terganggunya siklus air memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda. Dengan melakukannya, kita tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hidup manusia saat ini dan di masa depan, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati yang menjadi warisan untuk generasi mendatang.

Untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akses air bersih, masyarakat harus bisa menghemat dalam penggunaan air. Kolaborasi lintas sektor juga sangat penting untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah dapat bekerja sama dengan komunitas lokal untuk membangun infrastruktur pengolahan limbah yang lebih efektif. Upaya untuk reboisasi terhadap hutan-hutan yang sudah gundul juga harus dilakukan, ditambah dengan penegakkan hukum yang lebih tegas tentang penebangan secara liar dan pembakaran hutan.

Selain itu, pendidikan lingkungan harus diberikan kepada anak-anak sejak dini, di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Dengan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya air bersih dan pelestarian lingkungan, generasi muda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tanggung jawab mereka terhadap alam. Program-program seperti berpartisipasi dalam lomba-lomba kreatif tentang konservasi air, melakukan program volunteering untuk membersihkan lingkungan hidup atau pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan pada anak-anak.

Generasi muda adalah masa depan dunia. Tanpa kebutuhan dasar seperti fasilitas yang memadai dan akses terhadap air bersih, generasi muda akan kesulitan berkembang. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berupaya menjaga kelestarian lingkungan kita dan meningkatkan akses air bersih. Dengan langkah nyata ini, kita dapat membantu mewujudkan generasi emas yang mampu mendorong kemajuan bangsa dan dunia dengan lingkungan hidup yang lebih baik dan asri.

Nama lengkap penulis:
Nicole Priscilla Lim

DAFTAR PUSTAKA
Appamsi. “5 Tips Ajaib Untuk Meningkatkan Akses Air Bersih Di Rumah Anda!” Appamsi, 16 Nov. 2023, appamsi.co.id/5-tips-ajaib-untuk-meningkatkan-akses-air-bersih-di-rumah-anda/.
Aprilia, Zevanya. “Sad but True, Cuma 20% RT Di Indonesia Punya Akses Air Bersih.” CNBC Indonesia, 6 Feb. 2024, www.cnbcindonesia.com/news/ 20240206143018-4-512299/sad-but-true-cuma-20-rt-di-indonesia-punya-akses-air-bersih#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Akses%20air%20bersih.
bpbd.bogorkab.go.id. (2019). Upaya Apa yang Dapat Dilakukan untuk Mengurangi Krisis Air Bersih? BPBD Kabupaten Bogor. https://bpbd.bogorkab.go.id/berita/Seputar-OPD/upaya-apa-yang-dapat-dilakukan-untuk-mengurangi-krisis-air-bersih
humas. (2024, June 6). Dampak membuang sampah ke sungai – PERUMDA AIR MINUM TIRTA SATRIA. Perumdamts.com. https://perumdamts.com/dampak-membuang-sampah-ke-sungai/
LAZNas, Admin. “MENGAPA AIR BERSIH DAN SANITASI PENTING?” LAZnas PHR, 7 Sept. 2023, laznasphr.id/air-bersih-dan-sanitasi/#:~:text=Air%20bersih%20dan%20sanitasi%20menjadi.
Sakti, Rangga Eka. “Krisis Air, Akankah Indonesia Terancam?” Kompas.id, 24 May 2024, www.kompas.id/baca/riset/2024/05/24/krisis-air-akankah-indonesia-terancam.
Staff PKK. (2016). Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kemkes.go.id. https://pusatkrisis.kemkes.go.id/dampak-penebangan-hutan-secara-liar-terhadap-lingkungan
Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah Dan Air. Yogyakarta: Andi Offset.
Susdrain. (2019). Sustainable drainage. Susdrain.org. https://www.susdrain. org/delivering-suds/using-suds/background/sustainable-drainage.html
US EPA. (2015, August 21). Soak Up the Rain: Permeable Pavement. US EPA. https://www.epa.gov /soakuptherain/soak-rain-permeable-pavement

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.