Mahasiswa.co.id - Setiap tahun, Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan. Pemandangan yang dulunya hijau dan rimbun kini makin sulit ditemukan, digantikan oleh suara deru mesin dan debu jalanan. Kalian juga kepikiran nggak sih, kok makin banyak lahan terbuka, sawit di mana-mana, tambang menjamur, tapi hutan makin hilang? Aktivitas manusia terus merambah wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh, dan tanpa sadar kita kehilangan bagian penting dari alam. Sebagian orang mungkin menganggap ini wajar atas nama pembangunan, tapi banyak juga yang melihatnya sebagai bentuk kerusakan lingkungan. Nah, ini berkaitan banget sama dua istilah penting yaitu deforestasi dan reboisasi.
Sebenernya deforestasi dan reboisasi itu apa sih ? Nah, secara general deforestasi adalah proses penebangan atau penggundulan hutan yang dilakukan dalam skala besar, yang biasanya dilakukan untuk membuka lahan pertanian, perkebunan, tambang, atau pembangunan infrastruktur. Nah, Masalahnya, kegiatan ini sering dilakukan tanpa perhitungan yang matang dan minim kepedulian terhadap dampaknya ke lingkungan. Sedangkan reboisasi adalah pemulihan fungsi hutan sebagai penyeimbang alam yang dilakukan dengan menanam kembali pohon pohon di lahan yang sudah rusak atau gundul. Reboisasi tidak hanya soal menanam pohon. Tapi juga soal usaha mengembalikan keseimbangan alam yang sudah terganggu.
Deforestasi itu bukan cuma soal pohon yang ditebang, tapi juga soal alam yang jadi tidak seimbang. Saat hutan ditebang dalam jumlah besar, maka jumlah pohon akan berkurang dan tanah kehilangan pelindung alaminya. Akibatnya, tanah jadi gampang longsor, karena akar-akar yang biasanya mengikat tanah sudah tidak ada lagi. Selain itu, deforestasi juga mengakibatkan kenaikan suhu bumi dan perubahan iklim. Penebangan pohon secara masif mengurangi jumlah penyerap karbon alami, padahal, karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang membuat suhu bumi naik. Ketika jumlah pohon berkurang drastis, gas-gas ini jadi nggak terkendali dan makin banyak numpuk di atmosfer.

Komentar 0