Mahasiswa.co.id - Peristiwa korupsi di indonesia sangatlah serius dan telah menjadi permasalahan besar bagi masyarakat dan pemerintah. Meningkatnya kasus korupsi menunjukan bahwa upaya pemberantasan korupsi hingga saat ini masih belum cukup.
Berdasarkan data, sejak tahun 2004 hingga tahun 2022 terdapat lebih dari 1.300 kasus korupsi yang ditangani komisi pemberatas korupsi (KPK), dan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah sikap toleran masyarakat terhadap korupsi, khususnya korupsi kecil-kecilan. Hal ini mencerminkan kurangnya kesadaran dan pendidikan anti korupsi di kalangan masyarakat, yang seharusnya menjadi dasar untuk mencegah praktik korupsi di masa depan.
Korupsi tidak hanya merupakan permasalahan moral saja, namun juga berdampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dampak dari praktik korupsi ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah tetapi juga masyarakat luas, khususnya dalam hal akses terhadap layanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Upaya pencegahan harus dimulai dengan pendidikan antikorupsi di tingkat sekolah dan keluarga serta penindakan yang lebih tegas terhadap pelaku korupsi. Hal ini juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan pemantauan penggunaan dana publik. Oleh karna itu, pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas utama semua pihak. Tanpa komitmen kuat pemerintah dan dukungan masyarakat, upaya pemberantasan korupsi akan terus terhenti.
Oleh: Ezzy apriliansaputra,Fakultas hukum prodi hukum, kampus universitas bangka belitung

Komentar 0