Mahasiswa.co.id - Profesi Dosen merupakan salah satu profesi yang memiliki tujuan yang mempunyai implementasi dua tujuan yaitu tujuan dunia dan tujuan akhirat. Tujuan sub cabang dunia adalah dimana Dosen mendidik mahasiswa untuk bisa memiliki knowledge yang baik serta kompeten didalam bidang yang diajarkan. Sedangkan sub cabang Akhirat adalah dimana tujuan dosen adalah bisa mendidik mahasiswanya baik dari adab, sikap, tingkah laku, ibadah dan berorientasi akhirat.
Kalau ditelisik lebih mendalam profesi Dosen adalah suatu profesi yang sangat mulia ketika seseorang dosen memiliki tujuan berorientasi baik tujuan Dunia dan Akhirat. Orientasi dunia tersendiri akan menghasilkan output mahasiswa yang berkwalitas serta memiliki kompetensi yang bagus sehingga mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Sedangkan orientasi Akhirat sendiri akan memiliki kebermanfaatan dari segi Internal dan Eksternal. Dari segi internal yaitu bermanfaat bagi diri sendiri dimana seorang dosen ketika seseorang mahasiswanya mendapatkan ilmu yang diajarkan dan diterapkan oleh mahasiswa sehingga akan bermanfaat bagi sesama sehingga dosen tersebut akan mendapatkan amal jariyah. Amal jariyah sendiri yaitu amal yang terus mengalir kepada seseorang meskipun seseorang tersebut sudah meninggal dunia. Sehingga dosen akan mendapatkan pahala yang nanti akan menjadi bekal ketika di Akhirat.
Sedangkan dari segi Eksternal adalah dosen merupakan salah satu tombak paling terdepan dalam membentuk calon pemimpin – pemimpin bangsa. Karena calon pemimpin bangsa salah satunya ditempa dari bangku Sekolahan serta perkuliahan. Selain itu kebermanfaatan dari segi eksternal akan membuat ilmu tersebut akan terus berkembang dan meningkat serta bermanfaat kepada masyarakat banyak apabila juga diterapkan bagi masyarakat sekitar.
Seseorang dosen yang baik adalah dosen yang membimbing mahasiswa dengan cara mengarahkan serta memberikan petunjuk bukan dosen yang hanya menyalahkan pekerjaan mahasiswa tanpa memberi tahukan kesalahannya dimana. Fenomena sekarang memang ada beberapa dosen yang hanya menyalahkan pekerjaan mahasiswa tanpa memberikan solusi. Kadang juga ditemukan dosen yang menganggap mahasiswanya tidak tahu apa – apa ketika ditanya, padahal kemampuan dosen dengan mahasiswa berbeda. Maka dari itu ketika kita menjadi dosen ketika membimbing mahasiswa jangan sampai menyamakan kemampuan mahasiswa dengan dosen dikarenakan mahasiswa adalah salah satu objek yang pertama kali diberikan stimulus dalam bentuk pembelajaran. Jadi mahasiswa sangat memerlukan untuk dibimbing dan diarahkan serta diberikan solusi supaya mental mahasiswa tidak “down” ketika tidak bisa menjawab pertanyaan. Sehingga peran dosen dalam membangkitkan mental mahasiswa bisa dijalankan dengan baik, sehingga semangat mahasiswa untuk terus belajar bisa terus terjaga dan meningkat.
“Dosen Spesialis Medikal Bedah Prima Trisna Aji ketika mengisi Kuliah Umum di Guangxi Medical University China Daratan”/Foto : Dokpri
Ketika mahasiswa D3, S1, S2 ataupun S3 ketika menjalani Ujian Akhir seperi Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis dan Disertasi fenomena di Indonesia banyak dosen penguji yang bahkan yang biasanya mengajar didalam kelas tidak killer menjadi killer ketika menguji. Banyak Dosen yang menjatuhkan mental mahasiswa sehingga ketika proses ujian sidang banyak mahasiswa yang ngeblank tidak bisa menjawab karena gogi. Hal ini akan membuat mahasiswa sulit berkembang untuk mengemukakan kreatifitasnya.

Komentar 0