Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN USK Gelar GERMATA untuk Cegah Anemia di Pidie Jaya

Universitas Syiah Kuala
Peserta bersama mahasiswa KKN Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala berfoto usai mengikuti edukasi pencegahan anemia Foto: TIM Universitas Syiah Kuala

Pidie Jaya , Mahasiswa.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) yang bertugas di Gampong Peulakan Tunong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menggelar program Gerakan Masyarakat Tanpa Anemia atau GERMATA, Minggu (12/7/2026).

Program tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan anemia, terutama bagi remaja putri dan perempuan usia subur.

Anemia dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, dan daya tahan tubuh. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan apabila tidak dicegah dan ditangani sejak dini.

Melalui GERMATA, mahasiswa KKN USK tidak hanya membagikan Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kadar hemoglobin melalui pola makan bergizi seimbang dan penerapan perilaku hidup sehat.

Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Gampong Peulakan Tunong itu diikuti aparatur gampong, remaja putri, ibu-ibu, dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan mengenai anemia, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, pemeriksaan tekanan darah gratis, pembagian Tablet Tambah Darah kepada remaja putri, hingga konsumsi TTD bersama sebagai contoh penerapan langsung.

Pelaksanaan GERMATA mendapat dukungan dari Pemerintah Gampong Peulakan Tunong. Geuchik Peulakan Tunong, Zulbaidi, S.Pd., menyambut baik kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan mahasiswa KKN USK.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat penting untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai berbagai persoalan kesehatan yang masih sering disalahpahami.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang benar, sederhana, dan mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter USK, Gandi Lubis, bertindak sebagai penyusun materi sekaligus pemateri utama.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian anemia, penyebab, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah, serta pola makan yang mendukung pembentukan hemoglobin.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai mitos dan kesalahpahaman yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Gandi mengatakan, salah satu temuan dalam kegiatan tersebut adalah masih banyak masyarakat yang menganggap anemia atau kurang darah sama dengan tekanan darah rendah atau hipotensi.

“Masih banyak masyarakat yang menganggap anemia atau kurang darah sama dengan tekanan darah rendah. Padahal, keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda, baik dari penyebab, diagnosis, maupun penanganannya,” ujar Gandi.

Menurutnya, kesalahpahaman tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.

Tim mahasiswa KKN juga menemukan bahwa sebagian peserta pernah menerima Tablet Tambah Darah, tetapi tidak mengonsumsinya secara rutin karena merasa tubuhnya sehat.

Sebagian masyarakat bahkan masih percaya bahwa Tablet Tambah Darah dapat menyebabkan kegemukan, meningkatkan tekanan darah, atau menimbulkan gangguan kesehatan lainnya.

Berbagai anggapan tersebut kemudian dibahas dalam sesi diskusi agar masyarakat memperoleh informasi berdasarkan pengetahuan dan bukti ilmiah.

Program GERMATA dilaksanakan oleh mahasiswa KKN USK lintas disiplin ilmu, yaitu Alghi Al Ghifari dari Ilmu Hukum, Gandi Lubis dari Pendidikan Dokter, Izzah Masturah dari Pendidikan Geografi, Vira Khairunnisa dari Teknik Geologi, Futri Ramadhani dari Manajemen, Nisa Naifah dari Akuntansi, serta Harpel Prianti dari Pendidikan Kedokteran Hewan.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi bentuk sinergi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan sesuai kebutuhan warga.

Mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya menerima Tablet Tambah Darah sebagai bagian dari program pemerintah, tetapi juga memahami alasan suplemen tersebut perlu dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran.

Peningkatan literasi kesehatan diharapkan dapat mengurangi berbagai mitos mengenai anemia sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.

Kegiatan GERMATA juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata masyarakat.

Ke depan, upaya pencegahan anemia diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah gampong, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.