Mahasiswa.co.id - Gerakan Undip Mengabdi (GUM) Jilid XIII kembali hadir sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Diponegoro kepada masyarakat. Dengan mengusung tema “Widatrakara: Menyemai Asa, Menuai Masa Depan,” tahun ini GUM menghadirkan terobosan baru melalui perluasan cakupan program, tidak hanya berfokus pada pemerataan pendidikan, tetapi juga menyentuh ranah pengembangan masyarakat yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selama 21 hari, mahasiswa Undip terjun langsung ke tiga desa di Kecamatan Sukodono, yakni Desa Juwok, Desa Karanganom dan Desa Baleharjo, Kabupaten Sragen. Mereka tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga melakukan observasi, mengidentifikasi persoalan, hingga merancang solusi nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini melahirkan inovasi-inovasi pengabdian yang sebelumnya belum pernah dilakukan, menandai GUM XIII sebagai langkah berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya
Salah satu terobosan baru tahun ini adalah hadirnya divisi Community Empowerment. Contoh programnya, di Desa Baleharjo mereka membuat website resmi berisi profil desa, informasi UMKM, dan berita terkini untuk menjawab minimnya akses informasi publik. Tak hanya itu, UMKM Rengginang Singkong dan Donat D’Suka yang sebelumnya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut kini turut tampil di Gema Kreasi Festival Anak Nusantara untuk menjangkau pasar lebih luas. Sementara itu, di Desa Karanganom divisi Community Empowerment mengajak warga untuk memanfaatkan sampah dapur menjadi cairan serbaguna untuk lingkungan. Inisiatif ini dikenal dengan sebutan eco enzyme—sebuah larutan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur, gula, serta air untuk dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama, hingga penjernih air limbah. Sedangkan di Desa Juwok dengan UMKM keripik tempe, UMKM Make You Rog, dan UMKM Konco Kayu mahasiswa juga memperkenalkan strategi penjualan online sebagai langkah awal transformasi pemasaran, sehingga pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada ranah pendidikan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal.

Foto simbolis pemberian bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Foto Anak-anak mengunjungi Perpustakaan Keliling di Gema Kreasi Festival Anak Nusanatara
Penampilan "Tari Kreasi Jumbo" SDN Baleharjo 1 di Gema Kreasi Festival Anak Nusantara
Komentar 0