Demo di DPRD Pangkep! Buruh Outsourcing Semen Tonasa Protes Gaji di Bawah UMK 2026
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Puluhan buruh outsourcing PT Semen Tonasa menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap upah yang mereka terima, yang dinilai belum sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pangkep tahun 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 11.15 Wita, massa aksi sudah memadati halaman kantor DPRD. Sebelumnya, mereka sempat berkumpul di depan PT Semen Tonasa sebelum bergerak bersama menuju kantor wakil rakyat.
Para pekerja membawa dua spanduk berisi tuntutan kenaikan gaji. Mereka tampil dengan atribut kerja lengkap, mulai dari seragam proyek, sepatu keselamatan, hingga helm berwarna hijau.
“Tolak upah murah! Outsourcing Semen Tonasa masih dibayar di bawah UMK 2026,” demikian bunyi salah satu tulisan di spanduk.
Aksi ini juga mendapat pengawalan dari aparat Polres Pangkep guna menjaga ketertiban.
Perwakilan **Aliansi Pekerja Pangkep**, Danial, menegaskan bahwa persoalan gaji menyangkut kebutuhan hidup dasar para buruh.
“Ini soal perut. Kalau perut kosong, itu tidak bisa ditawar. Kami meminta DPRD memfasilitasi pertemuan dengan manajemen Semen Tonasa,” teriaknya saat berorasi.
Menanggapi aksi tersebut, anggota DPRD Pangkep, Umar Haya, menyampaikan bahwa Rapat Dengar Pendapat (RDP) akan dijadwalkan pada 5 atau 6 Februari 2026. Menurutnya, saat ini sebagian besar anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja di luar daerah.
“Saat ini hanya saya yang berada di kantor. Anggota dewan lainnya sedang kunker. Kami tawarkan tanggal 5 atau 6 untuk pelaksanaan RDP,” ujarnya.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0