Mahasiswa UNUSA Dorong Penguatan Aturan Pengelolaan Sampah di Desa Tambak Sumur Sidoarjo
Oleh Moch. Khoirul Anam · Editor: TIM Redaksi
Sidoarjo, Mahasiswa.co.id — Persoalan pengelolaan sampah di kawasan permukiman menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melalui program Bina Desa 2026 di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Program yang melibatkan 10 mahasiswa dengan pendampingan empat dosen pembimbing ini berfokus pada penguatan aturan lokal dan partisipasi masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta memperhatikan aspek kesehatan lingkungan.
Pengelolaan sampah di tingkat permukiman tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan kebersihan sesaat. Diperlukan mekanisme yang jelas, pembagian tanggung jawab, serta keterlibatan masyarakat agar upaya penanganan sampah dapat berjalan secara konsisten.
Melalui program Bina Desa 2026, mahasiswa UNUSA mendorong pentingnya kesepakatan bersama antara pemerintah desa, pengurus RT/RW, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mengatur pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal.
Penguatan aturan lokal dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperjelas peran setiap pihak, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga pengawasan pelaksanaan kesepakatan di tingkat masyarakat.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan risiko kesehatan lingkungan. Praktik pengelolaan yang tidak tepat, termasuk pembakaran sampah secara terbuka, berpotensi menyebabkan pencemaran udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Karena itu, pendekatan pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga edukasi kesehatan lingkungan dan penyediaan alternatif penanganan sampah yang sesuai dengan kondisi serta kemampuan masyarakat setempat.
Aspek keberlanjutan menjadi perhatian dalam program tersebut. Kesepakatan pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti sebagai imbauan, melainkan dapat dikembangkan menjadi mekanisme bersama dengan penanggung jawab yang jelas dan evaluasi secara berkala.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting karena keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kebiasaan dan kedisiplinan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program Bina Desa UNUSA 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola sampah yang lebih partisipatif, terarah, dan berkelanjutan di Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0