Mahasiswa.co.id - Saat ini beberapa wilayah di indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan. Penghujan. Tentunya ini merupakan hal yang baik mengingat selama beberapa bulan terakhir ini Indonesia cukup disulitkan dengan musim kemarau yang cukup panjang. Namun hal ini juga menjadi kesempatan bagi vektor untuk berkembang biak seperti nyamuk pembawa penyakit malaria khususnya di wilayah lahan basah yang rentan dengan genangan air kotor. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium, parasit tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Gejala malaria biasanya timbul dalam waktu 10-15 hari setelah terkena gigitan nyamuk. Gejala tersebut berupa demam, menggigil, sakit kepala, keringat berlebihan, lemas, pegal linu, mual, muntah, nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, dan serangan gejala malaria yang terdiri dari tiga tahap selama 6-12 jam. Tahap-tahap ini dimulai dengan menggigil diikuti oleh demam dan sakit kepala. Setelah itu penderita akan berkeringat banyak dan merasa lemas hingga suhu tubuh kembali normal. Gejala malaria dapat muncul dalam siklus yang teratur setiap 3 hari atau 4 hari. Dalam penyembuhan penyakit malaria terdapat bahan-bahan alami yang dapat menjadi obat alternatif sebagai tambahan dari pengobatan medis yang dilakukan, salah satu bahan alami yang dapat digunakan yaitu kunyit. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin menunjukan berbagai efek positif dalam melawan parasit malaria. Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. kunyit adalah rempah - rempah yang sudah dipercaya dapat mengobati penyakit. kunyit dapat membantu pembilasan racun yang berbahaya dalam tubuh akibat plasmodium. Manfaat Kunyit Untuk Pengobatan Malaria Curcuma longa atau kunyit dapat digunakan sebagai pengobatan anti-malaria karena mengandung senyawa kurkumin. senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit sebesar 3 - 4%. Kandungan kurkumin pada kunyit memiliki manfaat dalam membantu penyembuhan malaria, manfaat tersebut sebagai berikut:
  1. Kurkumin berfungsi sebagai pro-oksidan dan anti-oksidan yang dapat mengatasi parasit malaria
  2. Kurkumin dapat memicu sistem imunitas tubuh
  3. Kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi yang berfungsi dalam meregulasi pengeluaran madiator inflamasi selama terjadi infeksi dari parasit malaria
  4. Kurkumin dapat menghambat struktur komatin yang dimiliki parasit malaria dan memicu penurunan siklus hidup parasit
  5. Kurkumin juga mempunyai sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi nyeri pada sendi akibat malaria.
Secara ilmiah, tanaman kunyit memiliki aktivitas antimalaria yang ditemukan pada rimpang tanaman kunyit. rimpang kunyit mengandung ekstrak etil asetat filtrat kapang endofit, oleh karena itu kunyit memiliki aktivitas antimalaria dan antioksidan. Ekstrak sikloheksana dan metanol rimpang yang ada dalam kunyit juga mampu menghambat pertumbuhan sel parasit Plasmodium falciparum penyebab malaria. Kandungan yang ada dalam kunyit diantaranya, protein, serat makanan, niasin, vitamin C, vitamin E, vitamin K, potasiun, kalsium, tembaga, besi, magnesium, dan seng. Berikut adalah cara pembuatan ramuan kunyit untuk malaria Bahan :
  1. Kunyit 5 buah ukuran sedang
  2. ½ gandu gula merah
  3. Air 600 ml
Cara Membuat:
  1. Kupas bagian luar kunyit, lalu cuci hingga bersih,
  2. Blender kunyit yang sudah dibersihkan hingga halus
  3. Rebus air dan gula merah aduk hingga merata
  4. Campurkan kunyit yang sudah halus ke dalam rebusan air dan gula merah lalu aduk hingga merata, dan tunggu hingga mendidih
  5. Jika sudah mendidih, apabila dirasa masih kurang manis bisa ditambahkan lagi gula. Lalu saring rebusan dan masukkan airnya ke dalam gelas
  6. Tunggu air rebusan dingin atau masukan kulkas dan ramuan kunyit siap diminum.
Penulis: Aisyah Balqis M Torik Sumber: Fahira, M. et al. (2023) ‘Potensi Kukumin pada Kunyit (Curcuma longa sp.) dalam Penatalaksanaan Malaria’, Lombok Medical Journal, 2(2), pp. 142–147. Saleh, S., Lieske, B., Tukayo, A., Nurfadillah, E., & Farmasi, J. (2023). PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DALAM PENGOBATAN MALARIA DI KELURAHAN BENYOM JAYA KABUPATEN JAYAPURA (The Use of Traditional Medicines as antimalaria in Benyom Jaya Subdistrict, Jayapura Regency) (Vol. 15, Issue 1). Septiana, E., Bustanussalam, B., Rachman, F., Hapsari, Y., & Simanjuntak, P. (2017). Potensi Ekstrak Kapang Endofit Asal Rimpang Kunyit Sebagai Antimalaria dan Antioksidan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.22435/jki.v7i1.5669.1-9 Simatupang, M., Sari, R. P., Situmeang, A., Waruwu, A. M., & Audia, H. (2021). Pemanfaatan Pemberian Ekstra Kunyit Terhadap Penyakit Malaria Di Kelurahan Pasir Bidang Kota Sibolga Tahun 2021. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), 4(2), 206–217.