Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Hari Ini Aku datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

Toko Buku Kobayashi

“Toko Buku Kobayashi, Tempat Hangat Untuk Kembali”

Mahasiswa.co.id - Buku Hari Ini Aku Datang Kembali Ke Toko Buku Kobayashi merupakan literatur Jepang yang diambil dari kisah nyata. Toko Buku Kobayashi yang menjadi latar tempat terjadinya interaksi antara Oomori Rika dan Kobayashi Yumiko pun berada pada tempat yang sebenarnya, yaitu di pinggiran area perbelanjaan sebelah utara Stasiun JR Tachibana, kota Amagasaki, Prefektur Hyogo.

Cerita diawali dengan Oomori Rika, seorang lulusan Sosiologi Universitas Perempuan Setagaya yang memulai pekerjaannya di perusahaan distribusi buku bernama Daihan, atau Dainippon Shuppan Hanbai. Meskipun dirinya tidak tertarik dengan buku atau membaca, dia menerima tawaran ini karena ini adalah perusahaan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lain ya dia lamar, tentu dengan gaji yang lebih tinggi pula.

Sebelum memulai karir di Daihan, para calon karyawan diberikan pelatihan selama sebulan di Fasilitas Pelatihan Daihan Tokyo. Pelatihan yang didapatkan berupa menyortir dan mengecek buku-buku yang akan didistribusikan ke seluruh negeri. Selain itu, mereka juga dibawa ke Pusat Pengembalian, tempat dimana buku-buku yang tidak terjual dikembalikan dari toko-toko buku dan akan dipisah untuk dikirim kembali ke gudang penerbit. Mereka harus menyortir buku-buku yang sudah usang dan berdebu serta penuh aura negatif.

Memasuki hari terakhir pelatihan, diumumkan lokasi penempatan para calon karyawan. Satu persatu nama dipanggil, ada yang di pusat distribusi, ada yang masuk ke divisi sistem informasi kantor pusat. Hingga muncul suara,“Oomori Rika. Divisi Penjualan Cabang Osaka.” Dia tidak salah dengar, dirinya harus pergi dan bekerja di Osaka.

Berharap ini semua adalah lelucon, namun ia harus tetap berangkat ke Osaka. Begitu sampai di sana, ia menuju ke kantor Daihan cabang Osaka. Dirinya lansgsung dihadapkan dengan Direktur Cabang, Okuyama Keiichi yang menakutkan dari segi tampangnya. Rika kemudian ditugaskan oleh kepala divisi untuk mengikuti pelatihan toko buku, tepat di hari ia datang ke Osaka. Kepala Unit, Nakagawa Takashi mengantarnya berkeliling di toko-toko buku di Osaka yang menjalin kerja sama dengan daihan sebelum sampai ke Toko Buku Bunetsudo cabang Dojima, tempatnya menjalani pelatihan toko buku esok hari.

Pelatihan toko buku dimulai, tugas pertamanya adalah menyatuka bonus majalah perempuan dengan majalah itu sendiri dengan cara memasukkan bonus kedalam kemasan, lalu ikat dengan tali. Dilanjutkan dengan melayani pelanggan yang datang, kemudian belajar mengoperasikan mesin kasir dan juga menyampul buku yang dibeli.

Karena telah dibantu dengan pelatihan selama dua hari, Rika ingin membantu menambah jumlah buku populer yang hanya sedikit di toko Bunetsudo dengan meminta bantuan rekannya di pusat distribusi Hachioji. Namun hal tersebut ternyata sebuah pelanggaran, dimana menjadi keluhan bahwa salah seorang karyawan baru di pusat distribusi yang mencoba mendistribusikan buku tanpa memberitahu atasan, yang mana buku tersebut adalah pesanan dari Rika. Setelah mendapat teguran, Kepala Unit Nakagawa mengajaknya untuk pergi ke Toko Buku Kobayashi atas perintah Kepala Divisi Shiina.

Disini awal mula seorang Oomori Rika bertemu Kobayashi Yumiko dan mendapat berbagai macam pelajaran kehidupan. Yumiko-san, pemilik toko buku buku yang usianya akhir 50-an atau awal 60-an. Secara tidak sadar Rika membandingkan toko buku itu dengan toko buku Bunetsudo cabang Dojima tempatnya pelatihan, dan satu kata yang terlintas adalah “sempit.” Dan hal unik dari toko buku Kobayashi adalah, toko buku ini menjual payung di tengah tokonya.

Yumiko-san mulai bercerita awal mula bagaimana ia bisa menjual payung di toko buku nya. Dimana berjualan payung ini merupakan usaha yang dilakukan oleh Yumiko-san agar toko buku yang dikelolanya ini tidak gulung tikar. Cerita perjuangan toko buku Kobayashi memotivasinya dan membuatnya lebih semangat bekerja. Hadiah dari kunjungan awal itu adalah, rekomendasi buku yang berjudul Antologi Seratus Tahun. Berkat kunjungan itu, ia sekarang diberi tanggung jawab untuk menjadi penghubung Bunetsudo cabang Dojima, serta 30 toko buku lain, termasuk toko buku Kobayashi.

Tak lama setelahnya, toko buku Bunetsudo akan mengadakan pameran dan ia diminta memikirkan ide pamerannya. Setelah berpikir sana sini dan mendengar cerita dari Yumiko-san (lagi), dia membuat judul pameran pertama yang dia inisiasi, judulnya “Antologi Buku Seratus Orang” dimana pelanggan akan saling merekomendasikan buku dalam pameran.

Ia semakin mahir dalam bekerja setelah berbagai hal yang dilewati serta berbagai hal yang dibicarakan bersama Yumiko-san. Rika mulai tertarik dengan klub buku dan mulai mengikutinya. Rupanya klub buku membuatnya bertemu seseorang yang bisa disebut pasangan. Hal tersebut memberinya sebuah ide, lalu mengadakan sebuah acara di toko buku Bunetsudo cabang Dojima yang ia beri nama “Dari Toko Buku Turun ke Hati: Kencan Buta di Toko Buku.”

Keberhasilannya dalam menyelenggarakan berbagai event di toko buku membuatnya diliput oleh media. Tak lama setelahnya, kantor pusat Tokyo berencana membuat divisi baru yang berfokus pada pembentukan toko buku milik Daihan sendiri dan menugaskan Rika ke Tokyo sebagai salah satu anggota divisi. Bingung antara harus senang karena bisa kembali ke Tokyo, atau sedih karena meninggalkan rekan dan juga Toko Buku Kobayashi, ia pun kembali mendengarkan cerita Yumiko-san.

Akhirnya ia memutuskan ke Tokyo. Dua tahun setelahnya, toko buku milik Daihan dibuka di Harajuku, yang diberi nama “Honza Harajuku.” Berhasil dengan proyeknya, dan berencana akan menikah dengan “teman klub bukunya”, Rika pergi ke Osaka, dengan satu misi dan tujuan. Ia pergi kembali ke toko buku Kobayashi.

Buku ini menjadi sangat nyaman dibaca karena alur ceritanya yang santai namun penuh makna di setiap kalimatnya. Berbagai kisah keluh kesah pekerja digambarkan dengan nyata melalui tokoh Rika ini. Kesan seorang ibu yang mendengarkan cerita anaknya lalu memberi motivasi didapatkan dari Yumiko-san, melalui cerita masa lalunya disampaikan dengan bahasa yang nyaman. Dalam buku ini, tiap chapternya berisi cerita dari Kobayashi Yumiko yang secara tidak langsung menjadi motivasi bagi Rika dan juga pembaca.

Sebagai seorang yang berkecimpung di bidang komunikasi, obrolan dan kemampuan komunikasi dari Yumiko-san sebagai pemilik toko buku sungguh sangat mengesankan bagi saya. Terdapat dua kutipan yang menurut saya berkesan adalah

“Di dunia ini ada begitu banyak toko buku. Bisnis kita berjalan karena pelanggan yang membeli produk kita. Dengan melakukan layanan seperti itu, akan selalu ada pelanggan yang membeli, maka apa pun yang terjadi, kita harus menundukkan kepala sambil mengucapkab terima kasih. Tidak ada yang namanya terlalu bersyukur.” (halaman 148)

“…. pulang dalam keadaan lelah karena terguncang-guncang di dalam Shinkansen sepanjang perjalanan pulang-pergi. Tapi saat melangkah ke pintu masuk rumah, ucapkan ‘Terima kasih, Ibu! Aku sangat menikmati perjalanan ini!’ dengan senyum di wajah. Yang menunggu di rumah juga kelelahan. Ibumu harus mengasuh cucu, menjaga toko, juga memasak makanan. Menurutmu, apa yang ada di benak mereka yang kelelahan menunggumu saat melihatmu pulang dengan wajah lelah sambil berkata kalau kamu kecapekan? Justru itu bagian yang melelahkan.” (halaman 149)

Kutipan tersebut disampaikan oleh suami Yumiko-san, ia terkesan sangat slow living dan selalu bersyukur atas apapun yang terjadi setiap hari. Apa yang diucapkan oleh sang suami terkesan sangat realistis dan ‘kena’ banget nih di hati, contoh suami idaman.

Buku “ Hari Ini Aku Datang Kembali Ke Toko Buku Kobayashi” bukan sekedar literatur biasa yang diambil dari kisah nyata. Buku ini bisa menjadi buku self-improvement yang dikemas dalam sebuah cerita hangat untuk bisa lebih memiliki kesan bagi pembaca.

Judul : Hari Ini Aku Datang Kembali Ke Toko Buku Kobayashi
Penulis : Tetsuya Kawakami
Tebal buku : iv + 187 halaman
Penerbit : Grasindo, Agustus 2025

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.