Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Resensi Buku "Tanda Seru": Kisah Perjuangan Melawan Ketidakadilan

Resensi Buku

Judul : Tanda Seru
Penulis : Brain Washer
Penerbit : Dreamerbooks
Tahun Penerbit : 2025
Genre : Fiksi, Politik, Romansa
Jumlah Halaman : 320 Halaman

Sinopsis:
“Tanda Seru” karya penulis Brain Washer menceritakan kisah Santoso Djaksa, seorang pemuda dari kalangan rakyat kecil yang hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan. Meskipun ayahnya adalah pejabat korup, Santoso teguh memegang imannya dan bersumpah melawan kebobrokan di negerinya.

Perjalanan Santoso membawanya bertemu Soeryo Diningrat, pengusaha tembakau terkemuka yang memberinya beasiswa karena terkesan dengan kecerdasannya. Semula Santoso apatis terhadap nasib suara rakyat yang dibungkam, tetapi kepeduliannya muncul ketika keluarga Soeryo mulai diincar pemerintah dan dituduh terlibat komunisme. Hal ini semakin kompleks karena Santoso jatuh cinta pada putri bungsu sang oligarki, yang tidak tahu-menahu tentang "dosa" ayahnya. Novel ini merangkai perjuangan idealisme, intrik politik, dan kisah romansa yang terjalin di tengah carut-marutnya kekuasaan.

B. Tokoh dan Penokohan
Santoso Djaksa, digambarkan sebagai karakter yag mempresentasikan “rakyat kecil yang tidak berdaya.” Namun memiliki integritas yang tinggi. Kontrasnya latar belakang Santoso dengan ayahnya yang korup menciptakan dilema moral yang menarik untuk diikuti. Karakter pendukung seperti Soeryo Diningrat dan putri bungsunya menambah dimensi romansa dan ketegangan politik. Penokohan Brain Washer cenderung berani dalam menyuarakan isu melalui karakter-karakternya.

C. Gaya Bahasa dan Penulisan
Gaya penulisan yang digunakan Brain Washer cenderung luas dan sinematis. Meskipun subjek dan topik yang diangkat berat, Brain washer mampu meracik alur cerita dengan sentuhan dramatis dan emosional, terutama dalam penggambaran perjuangan Santoso dan kisah cintanya. Bahasa formal dan dialog yang tajam mencerminkan keseriusan tema, namun diselipkan elemen romansa untuk memberikan dinamika emosional dan humanis di tengah kekerasan politik.

Kelebihan
Novel "Tanda Seru" menonjol berkat keberanian tematik yang mengangkat kritik tajam terhadap isu oligarki, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia, menjadikannya sangat relevan. Kekuatan lain terletak pada kedalaman konflik moral tokoh utama, Santoso Djaksa, yang harus bergumul antara idealisme melawan sistem yang korup. Penulis berhasil menyeimbangkan genre fiksi politik yang berat dengan unsur romansa, memastikan alur tetap intens dan menarik, sekaligus memberikan dimensi humanis pada narasi yang sarat kritik sosial.

Kesimpulan:
“Tanda Seru” adalah novel yang lebih dari sekedar hiburan. ia adalah pernyataan sikap. Novel ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang mencari fiksi yang menantang, yang memaksa refleksi kritis terhadap kekuasaan dan keadilan di Indonesia. Novel ini ideal untuk pembaca dewasa muda dan umum yang tertarik pada genre drama politik dengan bumbu romansa yang subtil.

Penulis: Luthfia Octaviani Kusnayla

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.