Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Kecanduan Narkoba Seorang Remaja Dewasa Broken Home di Masyarakat

Narkoba

Penulis: Fazira Ryanti

Mahasiswa.co.id - Di tengah zaman masyarakat modern atau sekarang ini, banyak terjadi masalah kekacauan dan penyakit di dalam lingkup masyarakat sekitar kita. Apalagi dalam hal kasus remaja saat ini, seperti tawuran di dalam lingkup internal sekolah atau eksternal, perundungan, merokok, narkoba atau penyalahgunaan zat, minuman keras, depresi, dan bisa terjadinya bunuh diri itu mengakibatkan fatal banget. Artikel ini membahas tentang kecanduan narkoba remaja dewasa broken home di masyarakat atau lingkup masyarakat.

Dari hasil survei yang dilakukan BNN, menunjukkan bahwa prevalensi narkotika mencapai 1,73% atau 3,33 juta orang, pada tahun 2023. Dari jumlah remaja ini, 312 ribu sangat rentan berada di ambang bahaya penggunaan narkoba. Ini terjadi bahwa banyak faktor dari internal dan eksternal yang dapat menyebabkan seseorang menggunakan narkoba, dari ajakan atau bujukan teman, keinginan untuk mencoba hal baru, ada masalah dengan keluarga atau lingkup internal keluarganya, dan lingkungan yang rentan terhadap paparan narkoba. Nah salah satu penyebab dari faktor keluarga dari broken home, di dalam istilah atau kata broken home sudah tidak asing lagi dengan hal itu terjadi ya, seringkali menjadi kasus pada remaja dewasa dan pada masih anak-anak kecil pun bisa terjadi. Apa itu broken home? dalam bahasa sederhananya dimana kondisi rumah yang kacau atau rusak atau tidak selaras, seperti perceraian, konflik terus menerus menyangkut hal ekonomi atau yang lainnya, kekerasan (kdrt), dan orang tua yang tidak tinggal di rumah karena masalah pekerjaan atau yang lainnya.

Di masyarakat sekitar kita yang modern ini tetapi penuh tekanan, broken home sering menjadi titik lemah yang menjadi pemicu terjadi penyakit atau masalah dalam sosial saat ini. Sehingga, menyebabkan korbannya adalah seorang remaja dewasa. Kecanduan narkoba adalah ketika remaja dewasa yang kehilangan dukungan emosional yang konsisten dari keluarga dan tidak terurusnya di lingkup keluarganya terjadinya mereka melakukan cara dengan menggunakan zat terlarang seperti ganja, sabu-sabu, atau obat pil meskipun mereka tahu itu berbahaya. Ini termasuk dapat menyebabkan ke masalah fisik dan psikologisnya. Dari Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa remaja yang mengalami masalah broken home 2-3 kali lebih rentan terjerat.

Dari perspektif teori psikologi kita dapat memahami bagaimana kecanduan narkoba muncul dari dalam diri seorang remaja dewasa yang mengalami broken home, dimana trauma emosional adalah penyebab utama. Dalam buku berjudul Attachment and Loss John Bowlby dan Mary Ainsworth (1969) menciptakan teori hubungan yang sangat penting. Menurut Bowlby, hubungan seumur hidup dibentuk oleh ikatan emosional yang dibangun pada usia dini dengan orang tua. Remaja dewasa yang broken home mengalami tipe cemas (terlalu bergantung) atau menghindar (menghindari kontak) karena masalah keluarga atau perceraian orang tua. Hal ini menyebabkan rasa hampa yang mendorong remaja dewasa untuk menggunakan narkoba sebagai "self-medication" (pengobatan diri) untuk mengisi kekosongan tersebut. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit ringan dengan penggunaan obatan bebas tanpa resep atau arahan dokter, tetapi juga dapat membahayakan kesehatannya atau psikologis.

Sedangkan dalam perspektif teori sosial menjelaskan bagaimana kecanduan narkoba menyebar dari seorang remaja dewasa yang broken home ke masyarakat dan membuat terjadinya patologi sosial atau penyakit masalah dalam masyarakat sekitar. Ini seperti kasus remaja dewasa broken home karena kecanduan narkoba di lingkungan sekitarnya. Menurut teori strain dari Robert K. Merton (1938) dalam teori sosial dan struktur sosial, masyarakat mendorong kesuksesan dan stabilitas keluarga, tetapi beberapa orang tidak memiliki cara untuk mencapainya. Karena mereka tidak dapat memenuhi standar sosial yaitu keluarga utuh dan harmonis, remaja dewasa yang broken home mengalami "strain" atau tekanan. Akibatnya, mereka memilih kecanduan narkoba untuk pelarian. Teori kontrol sosial yang dikembangkan oleh Travis Hirschi (1969) dalam Causes of Delinquency menekankan bahwa hubungan sosial yang lemah menghasilkan attachment (kedekatan), commitment (komitmen), involvement (keterlibatan), dan belief (keyakinan). Karena broken home remaja dewasa kehilangan ikatan keluarga, yang mendorong mereka untuk pelarian narkoba yang berisiko di masyarakat sekitarnya.

Jadi ditulisan artikel ini, kecanduan narkoba adalah masalah atau penyakit masyarakat sosial yang dimulai dengan trauma psikologis (attachment Bowlby dan Mary Ainsworth), peningkatan tekanan sosial (strain Merton dan kontrol Hirschi). Dengan itu, kita mencari bantuan konseling dan penguatan sosial, kita dapat melakukan intervensi dini. Dari kasus ini, dimana ayo kita membangun masyarakat dalam lingkup sosial yang sehat dan baik, juga tidak terjadi penyakit masyarakat sosial atau patologi sosial.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bunda Uchy Khodijah dan bapak Ahmad Khoirrudin atas bimbingannya kepada saya.

Penulis: Fazira Ryanti

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.