KMIK di Era Digital Society: Jangan Hanya Menonton
Oleh Redaksi
Kolom Opini
Penulis: Yayan Hidayat, Ketua Umum KMIK Jakarta
Mahasiswa.co.id - Dahulu, perjuangan identik dengan mimbar, diskusi, dan aksi demonstrasi di jalanan. Namun, di era saat ini, perjuangan juga berlangsung di layar ponsel, kolom komentar, dan lini masa media sosial. Ruang digital telah menjadi arena baru pertarungan ideologi, nilai, dan identitas. Pertanyaannya adalah, apakah KMIK siap mengambil peran aktif di dalamnya, atau justru akan tertinggal oleh arus zaman?
Kita saat ini hidup di era digital society, di mana batas ruang kehidupan menjadi semakin tipis. Informasi menyebar dengan sangat cepat, opini publik terbentuk hanya dalam hitungan detik, dan kesadaran masyarakat kerap ditentukan oleh konten yang viral. Sebagai kelompok terdidik, mahasiswa menjadi aktor sekaligus sasaran utama dari arus informasi digital ini. Oleh karena itu, jika KMIK ingin tetap relevan, maka seluruh kader harus memahami realitas zaman ini dengan jernih dan mendalam.
Ruang digital tidak pernah sepenuhnya netral. Ia dipenuhi oleh berbagai kepentingan, baik politik, ekonomi, maupun ideologi sempit dan eksklusif. Hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan polarisasi sosial tumbuh subur akibat rendahnya literasi digital. Apabila kader KMIK absen atau hanya berperan sebagai penonton, maka nilai-nilai moderasi, kebersamaan, dan akal sehat publik akan kalah oleh narasi-narasi ekstrem yang lebih dominan.
KMIK bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Ia merupakan organisasi primordial yang membawa semangat kebersamaan dan kekarawangan. Sebagai kader, kita memikul tanggung jawab sejarah untuk menjaga akal sehat publik, khususnya di kalangan generasi muda. Di era ini, ruang digital telah menjadi medan utama dalam pembentukan kesadaran kolektif.
Ruang digital kini telah menggantikan banyak fungsi ruang fisik, yaitu sebagai ruang dakwah, ruang advokasi, ruang diskusi, dan ruang penyebaran informasi. Oleh karena itu, gerak langkah KMIK tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu semata. Organisasi ini harus mampu mentransformasikan nilai-nilai perjuangan klasik ke dalam bentuk yang relevan dengan tuntutan zaman.
Masa depan KMIK sangat ditentukan oleh seberapa serius kita mengambil peran di ruang digital. Bukan sekadar hadir, melainkan mampu memimpin narasi, menjaga nilai-nilai luhur, serta melahirkan generasi kader yang melek digital, kritis, dan berintegritas tinggi.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0