Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Limbah Jadi Berkah: Inovasi Sabun Cuci Piring dari Kulit Nanas Bersama Ibu-Ibu UMKM Sari Nanas di Desa Sepawon

Ibu-Ibu UMKM1

Kediri, Mahasiswa.co.id – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pengolahan limbah kulit nanas menjadi sabun cuci piring.

Desa Sepawon dikenal sebagai salah satu sentra olahan nanas di Kediri. UMKM lokal, yakni UMKM Nyele, UMKM Pass Nanas dan UMKM Iki ae yang aktif memproduksi minuman sari buah nanas. Namun, kegiatan ini menghasilkan limbah kulit nanas dalam jumlah cukup besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif mengembangkan sabun cuci piring dari kulit nanas dan mengajak ibu-ibu UMKM yang ada pada desa Sepawon khususnya Dusun Petung Ombo untuk terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Inovasi ini memanfaatkan kandungan enzim bromelin dalam kulit nanas yang bersifat pembersih alami, sehingga aman digunakan dan ramah lingkungan.

Menurut Zulfaa selaku penanggung jawab program kerja kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap potensi lokal desa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pun bisa punya nilai ekonomi, jika dikelola dengan cara yang tepat. Harapannya, ibu-ibu UMKM bisa melanjutkan proses ini secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai,” ujarnya.

Proses pembuatan sabun dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pengumpulan kulit nanas, pencampuran bahan, hingga pengemasan. Selain mendorong pemanfaatan limbah organik, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan warga dalam menciptakan produk alternatif yang bernilai ekonomis.

Respon positif juga datang dari warga. Salah satu pelaku UMKM, ibu Sutiani, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Biasanya kulit nanas dibuang begitu saja. Ternyata bisa jadi sabun cuci yang wangi dan efektif. Kami jadi semangat mencoba buat sendiri,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini diharapkan dapat mendorong pengembangan produk rumah tangga yang berkelanjutan. Para ibu pelaku UMKM juga menyambut baik inovasi ini dan berharap dapat melanjutkan proses produksi secara mandiri di masa mendatang.

Langkah kreatif mahasiswa PSDKU ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa mampu menghasilkan solusi sederhana namun berdampak luas. Selain mengatasi persoalan limbah, inovasi ini juga membuka peluang baru bagi UMKM dalam menciptakan produk ramah lingkungan berbasis potensi lokal.

Oleh: Rendra Wahyu Pradana Parinduri
Mahasiswa KKN Desa Sepawon PSDKU UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.