Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Latih Warga Sukamulya Membuat Pupuk Kompos

Mahasiswa KKNT
Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis bioaktivator bersama warga Foto: Dokumentasi pribadi

GARUT, Mahasiswa.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis bioaktivator bersama masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.

Program bertajuk “Pupuk Kompos Ramah Lingkungan dengan Bioaktivator Guna Memaksimalkan Hasil Produksi Tanaman” tersebut menjadi salah satu upaya mendorong penerapan pertanian berkelanjutan sekaligus membantu petani memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Desa Sukamulya memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Wilayah ini didukung oleh lahan seluas sekitar 213,40 hektare, kondisi iklim yang sesuai, serta sumber daya alam yang melimpah. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada kegiatan budi daya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan kehutanan.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan produktivitas yang optimal. Salah satu kendala yang dihadapi petani adalah tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia, sementara harga pupuk terus meningkat dan ketersediaannya kerap terbatas.

Di sisi lain, berbagai limbah organik, seperti jerami, sisa tanaman, dedaunan, sekam padi, limbah sayuran, gulma, dan kotoran ternak, belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian limbah tersebut bahkan masih dibuang atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Inovasi Kompos Berbasis Bioaktivator

Melalui program tersebut, mahasiswa KKNT Inovasi IPB memperkenalkan teknologi sederhana berupa pemanfaatan bioaktivator dalam proses pembuatan pupuk kompos.

Bioaktivator mengandung mikroorganisme yang membantu mempercepat proses penguraian bahan organik. Dengan metode ini, proses pembuatan kompos dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Penggunaan bioaktivator juga diharapkan mampu menghasilkan kompos yang mengandung unsur hara makro dan mikro, aman bagi lingkungan, serta membantu memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan.

Kompos yang dihasilkan dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai.

Pelatihan Melibatkan Masyarakat

Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, anggota kelompok tani, pengelola Perhutanan Sosial, Kelompok Tani Hutan, dan masyarakat Desa Sukamulya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya penerapan pertanian ramah lingkungan, dampak penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, serta manfaat pupuk kompos bagi kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Setelah menerima materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan kompos. Tahapan yang diperkenalkan meliputi pemilihan bahan baku, pencacahan limbah organik, pencampuran bioaktivator, pengaturan tingkat kelembapan, proses fermentasi, serta pemeliharaan kompos.

Melalui praktik tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di lahan pertanian maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Memanfaatkan Bahan Baku Lokal

Bahan baku pembuatan kompos diperoleh dari sumber daya lokal yang mudah ditemukan di Desa Sukamulya. Bahan tersebut antara lain jerami sisa panen, dedaunan kering, gulma, limbah sayuran, sekam padi, dan kotoran ternak.

Pemanfaatan bahan-bahan lokal tersebut memberikan nilai tambah karena dapat mengurangi jumlah limbah pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

Dengan bantuan bioaktivator dan pengelolaan yang tepat, proses fermentasi yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama dapat dipersingkat menjadi sekitar dua hingga empat minggu. Lama proses tersebut tetap dipengaruhi oleh jenis bahan, kelembapan, suhu, dan kondisi lingkungan.

Kompos yang telah matang umumnya memiliki warna kehitaman, tekstur lebih halus, tidak berbau menyengat, dan menyerupai tanah. Produk tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman pertanian, perkebunan, maupun kehutanan.

Memperbaiki Kualitas Tanah

Penggunaan pupuk kompos berbasis bioaktivator memberikan sejumlah manfaat bagi lahan pertanian. Kompos dapat meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.

Pemberian kompos juga dapat mendukung aktivitas mikroorganisme tanah yang berperan dalam menjaga kesuburan lahan.

Bagi tanaman, ketersediaan unsur hara dari bahan organik dapat membantu pertumbuhan akar, mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Dalam jangka panjang, pemanfaatan pupuk organik diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Dengan demikian, biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas tanaman berpotensi meningkat secara berkelanjutan.

Keterangan foto: Kegiatan penanaman bersama Kelompok Tani Hutan, Perhutanan Sosial, dan masyarakat Desa Sukamulya. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Warga Antusias Mengikuti Pelatihan

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan terlibat dalam setiap tahapan pembuatan pupuk kompos.

Masyarakat menilai teknologi tersebut relatif mudah diterapkan karena menggunakan bahan yang tersedia di sekitar desa. Proses pembuatannya juga tidak memerlukan peralatan rumit maupun biaya yang besar.

Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan tersebut menjadi sarana bertukar pengalaman antarpeserta mengenai pengelolaan lahan, pemanfaatan limbah pertanian, dan strategi meningkatkan produktivitas tanaman secara ramah lingkungan.

Keberhasilan pelaksanaan program turut didukung Pemerintah Desa Sukamulya dan sejumlah lembaga yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

Dukungan diberikan oleh Dase dari Koperasi Al-Bayyinah Sejahtera yang juga terlibat dalam Perhutanan Sosial Desa Sukamulya dan menjadi Koordinator Kelompok Tani Hutan Desa Sukamulya.

Ia membantu memfasilitasi penyediaan bahan baku organik dan bioaktivator serta melakukan koordinasi dengan kelompok tani agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Dase mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian dan kehutanan tidak hanya bergantung pada penggunaan pupuk kimia, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola serta memanfaatkan potensi lokal secara efektif dan berkelanjutan.

Keterangan foto: Diskusi bersama perangkat desa, Kelompok Tani Hutan, dan Kepala Desa Sukamulya. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Dorong Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT Inovasi IPB berharap pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan pupuk kompos berbasis bioaktivator semakin meningkat.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan produktif yang diterapkan petani dalam kegiatan budi daya sehari-hari.

Pemanfaatan pupuk organik juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kehutanan Desa Sukamulya, menekan biaya produksi, menjaga kualitas lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi yang tepat guna, Desa Sukamulya diharapkan mampu membangun sistem pertanian yang lebih mandiri, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.

Penulis:

Zahra Nabila
Annisa Hadjar Diefa Purwono
Rizky Ananda Nasution
Ladiya Dara Athala
Subur Wijaya
Farhan Muhammad Zhafran
Nadiea Khairunnisa Kurniawati

Organisasi/Kegiatan: KKNT Inovasi Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.