Mahasiswa.co.id - Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Keselamatan Transportasi Indonesia (MTI), angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia 2023 mencapai 116 ribu kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, angka kecelakaan cenderung naik sebesar 6,8 persen. Dari anyaknya kasus, tertinggi kecelakaan dialami oleh pengendara motor dan mobil pribadi. Hal ini terjadi karena kelalaian pengendara, kelelahan, dan rasa kantuk.
Melihat trend data ini, Faza Ega Agista dan timnya asal Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan alat deteksi kantuk. Alat yang diberi nama Drowsiness Detection ini memiliki sensor untuk mendeteksi gerak wajah pengguna saat merasa mengantuk. Adapun alat ini masih dalam tahap pengembangan dan masih berupa prototipe.
Faza menjelaskan, prototipe buatannya ini dapat mengantisipasi pengendara saat kelelahan. Pasalnya, alat yang ia buat ini memiliki face recognition yang mana sensor tersebut akan mendeteksi gerakan pengendara apabila mengantuk. “Untuk saat ini, produk kami masih berupa kamera eksternal yang dipasangkan dengan program di komputer. Untuk programnya sendiri kami menggunakan pemograman python,” ucap Faza.
Uniknya, Faza dan tim membuat program secara mandiri. Berbekal tutorial dari internet, ia dan tim membuat program yang dapat berjalan dengan baik. Program tersebut berisi database kondisi wajah yang mengantuk. Jadi, apabila pengendara menutup mata lima sampai sepuluh detik, maka secara otomatis sensor akan mendeteksi dan mengolah data kemudian merubahnya menjadi suara alarm. Tak hanya itu, Faza dan tim juga menambahkan sensor detak jantung yang ditautkan pada gelang.

Komentar 0