Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Matematika di SDN 067952
Oleh Redaksi
Gambar 1. Setelah dibentuk kelompok, siswa diarahkan untuk mengerjakan soal dan permasalahan yang harus diselesaikan
Oleh: Wulan Purnama Sari Simatupang
Mahasiswa.co.id - Model pembelajaran problem based learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk belajar. Pembelajaran problem based learning mengharuskan siswa bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata. Problem based learning merupakan model pembelajaran yang diawali dengan masalah untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru (Fathurrohman, 2015).
Dalam usaha memecahkan masalah tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan atas masalah tersebut. Sehingga pembelajaran menggunakan model problem based learning akan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.
Problem based learning membuat siswa belajar memecahkan suatu masalah sehingga siswa akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan baru yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika siswa berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan. Problem based learning dapat juga menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.
Tahapan-tahapan Model PBL Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL) Tahapan-tahapan model PBL pembelajaran berbasis masalah (PBM) atau problem based learning (PBL) memiliki beberapa tahapan. Menurut Trianto (dalam Isrok’atun dan Rosmala, 2018: 46) tahapan-tahapan PBL yaitu:
1) Orientasi siswa pada masalah. 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar. 3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Adapun tahapan problem based learning (PBL) menurut Huda (dalam Shoimin, 2017: 47) yaitu: 1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2) Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan, topik tugas, jadwal dll). 3) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data hipotesis dan pemecahan masalah. 4) Guru membantu siswa dalam merencanakan serta menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Dengan demikian penerapan model problem base learning dalam proses pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah oleh guru, kemudian secara berkelompok siswa diminta untuk berdiskusi mengkaji masalah yang diberikan guru. Peran guru dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu membimbing siswa dalam mengkaji permasalahan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap selanjutnya perwakilan kelompok siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Kelebihan Model Problem Based Learning (PBL) Kelebihan Model Problem Based Learning (PBL) Menurut Amir (dalam Isrok’atun dan Rosmala, 2018: 49) yaitu 1) Fokus kebermaknaan. 2) Meningkatkan kemampuan siswa untuk berinisiatif. 3) Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan. 4) Pengembangan keterampilan interpersonal dan dinamika kelompok. 5) Pengembangan sikap self-motivated. 6) Tumbuhnya hubungan siswa-fasilitator. 7) Jenjang penyampaian pembelajaran dapat ditingkatkan.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0