Yogyakarta, Mahasiswa.co.id — Sejumlah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan aksi kebersihan lingkungan di kawasan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada Sabtu, 3 dan 10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek pendidikan dan pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-15 mengenai pelestarian ekosistem daratan.
Program ini dilaksanakan oleh empat mahasiswa, yakni Farhan Alim Muzakki, Aliya Muna Mufida, Chelsi Khuriatul Aini, dan Gabriela Angelita Natalie, di bawah bimbingan dosen Dr. Kiromin Baroroh, S.Pd., M.Pd.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa berupaya memahami persoalan kesehatan lingkungan yang dihadapi masyarakat di kawasan pasar tradisional sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kebersihan dalam aktivitas sehari-hari.
Telusuri Persoalan Sampah dan Polusi di Kawasan Pasar
Pasar Beringharjo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan di Yogyakarta yang mempertemukan pedagang, pembeli, dan masyarakat dalam jumlah besar.
Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari sampah, paparan polusi kendaraan, hingga kebutuhan fasilitas sanitasi yang memadai.
Untuk memahami kondisi tersebut, mahasiswa melakukan observasi langsung dan wawancara dengan sejumlah pedagang. Mereka menggali pandangan masyarakat mengenai kebersihan tempat berjualan, pengelolaan sampah, kualitas udara, serta ketersediaan sarana sanitasi.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan tim, para pedagang pada umumnya telah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan usaha. Namun, persoalan penumpukan sampah harian dan paparan polusi udara di sekitar pasar masih menjadi tantangan.
Temuan itu memperlihatkan bahwa kesadaran individu perlu didukung pengelolaan lingkungan yang konsisten agar kawasan perdagangan tetap bersih dan nyaman.
Edukasi Cuci Tangan hingga Aksi Memungut Sampah
Selain mengumpulkan informasi, para mahasiswa melakukan aksi langsung dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Mereka juga mengumpulkan sampah di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian serta memperagakan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Praktik mencuci tangan menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut, mengingat pedagang dan pengunjung pasar berinteraksi dengan berbagai barang, uang, serta fasilitas umum sepanjang hari.
Sementara itu, aksi pengumpulan sampah diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau, mengganggu kenyamanan, dan mencemari lingkungan.

Komentar 0