Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Masalah Program “Arisan” TRANS7 Ditinjau dari Demografi Penonton

PROGRAM ARISAN TRANS 7
PROGRAM ARISAN TRANS 7 Foto: https://sevenhub.obs.myhuaweicloud.com/article/bDU8xk_arisan%20trans7.webp

Salah satu program “Arisan” di Trans7. Program ini mengusung konsep permainan atau kuis yang melibatkan peserta dan menghadirkan unsur hiburan serta interaksi. Namun, seperti program televisi lainnya, keberlangsungan program sangat bergantung pada kemampuan program dalam menarik dan mempertahankan perhatian penonton.

Audiens dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa indikator demografis seperti geografi, usia, dan jenis kelamin Selain itu, terdapat aspek psikografis seperti minat, opini, nilai pribadi, gaya hidup, serta perilaku konsumsi media. Kombinasi indikator tersebut membantu media menentukan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

program Arisan, Trans7 perlu mengetahui siapa kelompok penonton yang paling tertarik dengan format permainan, kuis, interaksi antar peserta, dan hiburan yang ditawarkan. Misalnya, apabila program lebih banyak menarik penonton keluarga atau perempuan, maka isi, gaya pembawa acara, permainan, serta pemilihan bintang tamu perlu disesuaikan dengan karakteristik tersebut.

Program Arisan juga tidak berdiri sendiri. Ketika ditayangkan, program tersebut harus bersaing dengan program dari stasiun televisi lain maupun konten digital.

Program Arisan, persaingan tidak hanya berasal dari program kuis atau hiburan di televisi lain. Program ini juga harus menghadapi YouTube, TikTok, Instagram, layanan streaming, dan berbagai bentuk hiburan digital lainnya. Bahwa lingkungan media saat ini semakin terfragmentasi karena banyaknya televisi, platform streaming, dan media digital.

Salah satu persoalan penting dalam programming televisi adalah bagaimana melihat performa sebuah program. Rating And Share menjadi indikator yang sering digunakan untuk mengetahui jumlah dan persentase penonton.

Rating menunjukkan persentase jumlah penonton suatu program dibandingkan dengan populasi pemilik televisi, sedangkan share menunjukkan persentase penonton suatu program dibandingkan dengan total penonton televisi yang sedang menonton pada waktu yang sama.

Bagi program seperti Arisan, data tersebut penting untuk melihat apakah program mampu menarik audiens pada slot waktunya. Rating juga berkaitan dengan nilai ekonomi karena menjadi salah satu dasar dalam menentukan harga iklan. Program dengan rating yang lebih tinggi pada umumnya memiliki nilai slot iklan yang lebih tinggi.

Rating tidak bisa langsung dianggap sebagai ukuran kualitas program. Modul menegaskan bahwa rating hanya menunjukkan kuantitas audiens dan tidak secara langsung menunjukkan kualitas maupun tanggapan penonton. Bahkan program dengan nilai yang baik dapat memperoleh rating rendah, sementara program dengan kualitas yang diperdebatkan dapat memperoleh rating tinggi.

Gambar isi artikel

Selain rating dan share, programming dapat menggunakan MBM (Minute By Minute) untuk melihat perubahan jumlah penonton dari menit ke menit.

MBM memungkinkan tim programming mengetahui bagian mana dari sebuah program yang mengalami peningkatan atau penurunan penonton. Dengan demikian, tim dapat mengetahui segmen yang mampu mempertahankan perhatian audiens dan bagian yang berpotensi membuat penonton berpindah saluran.

Berdasarkan konsep demografi penonton, masalah program Arisan dapat dilihat dari beberapa aspek.

Pertama, kesesuain target audiens. Program perlu mengetahui secara jelas kelompok penonton yang menjadi sasaran. Segmentasi tidak cukup hanya berdasarkan usia dan jenis kelamin, tetapi juga perlu memperhatikan gaya hidup, minat, opini, dan kebiasaan konsumsi media. Kedua, persaingan dengan program lain. Audiens memiliki banyak pilihan hiburan. Jika format Arisan dianggap kurang berbeda dengan program kompetitor, maka program akan lebih sulit mempertahankan perhatian penonton. Ketiga, penempatan jadwal. Rating dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti durasi program, program tandingan, jadwal tayang, hari libur, kebiasaan penonton, serta waktu tertentu. Keempat, kemampuan mempertahankan penonton. Programming perlu melihat data MBM untuk mengetahui bagian acara yang membuat penonton bertahan atau berpindah saluran. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk memperbaiki struktur dan alur program.

Untuk meningkatkan kesesuaian program dengan audiens, programming dapat melakukan beberapa evaluasi.

Pertama, melakukan Riset demografi dan psikografi audiens untuk mengetahui siapa penonton utama Arisan. Kedua, melakukan evaluasi rating dan share secara berkala untuk melihat performa program. Ketiga, menggunakan analisis MBM untuk mengetahui segmen yang paling kuat dan lemah. Keempat, membandingkan program dengan kompetitor pada slot waktu yang sama.

Programming juga dapat melakukan penyesuaian format berdasarkan hasil riset, misalnya memperkuat segmen permainan yang paling menarik, memperbaiki tempo acara, meningkatkan interaksi dengan penonton, atau menghadirkan unsur yang lebih relevan dengan karakter target audiens.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.