Mahasiswa.co.id - Nilai-nilai pribadi menjadi dasar perilaku aktual seseorang  melalui pola perilaku yang konsisten dan menjadi pengendalian internal  seseorang, serta menjadi komponen intelektual dan emosional  seseorang. Perkembangan nilai nilai Personal Sastra yaitu sebagai berikut:

Perkembangan emosi.
Proses perubahan pribadi yang terjadi sejak dewasa (kemampuan seseorang pada usia normal)  berubah dari sebelumnya. Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, bisa berupa perasaan senang atau tidak puas, perasaan baik atau buruk. Perkembangan emosi merupakan proses pertumbuhan pribadi untuk mengendalikan atau mengekspresikan emosi yang ada dalam diri. Perkembangan emosi dapat dicapai dengan membaca buku cerita. Secara langsung dan tidak langsung, melalui membaca cerita, anak akan belajar bagaimana berperilaku dan bertindak yang baik.

Perkembangan intelektual.
Proses perubahan pribadi yang terjadi sejak dewasa (kemampuan seseorang sesuai usia normalnya) berubah dari sebelumnya. Perkembangan intelektual dapat diperoleh dengan membaca cerita anak. Lewat cerita, anak tidak hanya memperoleh “kehebatan” kisah yang menyenangkan tetapi juga menampilkan urutan kejadian yang mengandung logika pengurutan, logika pengaluran. Hal itu berarti secara langsung atau tidak langsung anak “mempelajari” hubungan yang terbangun itu, dan bahkan juga ikut mengkritisiny. Mungkin saja anak mempertanyakan alasan tindakan-tindakan tokoh, reaksi tokoh, menyesalkan tindakan tokoh, dan lain-lain yang lebih luas.

Perkembangan Imajinasi.
Proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal) yang berubah dari sebelumnya. Dalam KBBI imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Mengembangkan imajinasi anak tersebut dapat melalui cerita anak. Bagi anak kecil yang belum bisa membaca dan hanya bisa memahami sastra melalui orang lain, cara penyampaiannya tetap berpengaruh besar, seperti halnya orang dewasa suka membaca atau membacakan puisi. Sastra, pada hakikatnya sebuah karya yang didasarkan pada kekuatan imajinasi, menawarkan petualangan imajinatif yang luar biasa kepada anak-anak. Tentunya dengan cerita , anak akan berimajinasi mengenai bacaan yang anak baca.

Perkembangan makna sosial.
Proses pendewasaan fungsi fisik seiring dengan pertumbuhan anak, anak belajar mengenal lingkungan sekitar dan banyak orang secara lebih luas,  sehingga  dapat berintegrasi dengan orang lain dan hidup bersama. Anak dapat belajar tentang perkembangan sosial emosional dengan membacakan cerita yang menunjukkan bagaimana para tokoh berinteraksi satu sama lain,  bekerja sama, menghadapi kesulitan bersama, saling membantu mengatasi kesulitan dan lain-lain. Kesadaran bahwa manusia harus hidup bersama, dan saling keterkaitan. Oleh karenanya dengan membaca cerita anak lebih mengetahui makna sosial yang terkandung di dalam cerita tersebut , dan anak dapat mempraktikkan makna sosial tersebut dengan kondisi dilingkunganya.