Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Observasi Lapangan Mahasiswa Polinela di PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8 MW: Integrasi Etika Profesi dan K3 dalam Industri Energi

Mahasiswa Polinela

Bandar Lampung, Mahasiswa.co.id — Dalam rangka pelaksanaan tugas Mata Kuliah Etika Profesi, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), telah melaksanakan kegiatan observasi lapangan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Tarahan 2x8 MW pada tanggal 26–27 Mei 2025. Unit pembangkit yang dikelola oleh PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST) dan merupakan bagian dari PT Bukit Asam Tbk ini menjadi lokasi pembelajaran langsung mengenai penerapan nilai-nilai profesionalisme dan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri energi.

Kegiatan ini melibatkan dua mahasiswa, Altino Adni Riyadi (23738003) dan Kadek Farel Dwiantara (23738011), dengan pendampingan dari dosen Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T. Selama observasi, mahasiswa juga didampingi oleh perwakilan dari PLTU, antara lain Bapak Wiwit Suprihadi selaku Asisten Manajer K3LS (Ketua Security), Bapak Nurizal sebagai Supervisor K3S, dan Bapak Septa Andrian yang bertugas sebagai Safety Inspektor (Ketua First Aid), beserta seluruh tim kerja PLTU.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam memahami implementasi nilai-nilai etika profesi serta prinsip-prinsip K3 yang diterapkan secara sistematis dan menyeluruh di sektor ketenagalistrikan. Kegiatan dimulai dengan sesi induksi keselamatan yang disampaikan langsung oleh manajemen K3 PLTU. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai potensi risiko kerja di area pembangkit, standar penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta pentingnya kepatuhan terhadap prosedur darurat.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa turut mempelajari bagaimana etika dalam pengambilan keputusan teknis diterapkan dalam praktik profesional, termasuk bagaimana komunikasi tim dan kedisiplinan prosedural dijaga secara konsisten. Penerapan nilai-nilai ini menunjukkan bahwa etika profesi dan K3 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian integral dari budaya kerja di PLTU Pelabuhan Tarahan.

PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8 MW diketahui memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012. Penerapan SMK3 dilakukan secara sistematis melalui pembentukan struktur organisasi K3, pelatihan berkelanjutan, audit internal, dan evaluasi berkala yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Dalam diskusi bersama mahasiswa, Bapak Wiwit Suprihadi menyambut positif pendekatan observasi yang menitikberatkan pada aspek etika profesi. “Kegiatan seperti ini memberikan sudut pandang baru yang sangat konstruktif bagi penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerja kami,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Septa Andrian menegaskan pentingnya pemahaman K3 yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berlandaskan pada regulasi dan norma hukum. Ia menambahkan bahwa SMK3 merupakan kerangka dasar dalam memastikan konsistensi penerapan keselamatan kerja di semua unit operasional, sekaligus bentuk nyata dari kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang profesional, etis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan peran mereka di masa depan sebagai bagian dari industri teknologi dan energi. Dengan memahami pentingnya pengambilan keputusan teknis yang etis serta penerapan sistem keselamatan yang menyeluruh, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap keberlanjutan dan keamanan operasional di berbagai sektor industri.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.