Optimisme Nabi Musa Dalam Menghadapi Ujian Hidup: Bukti Bahwa Pertolongan Allah itu pasti
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Dalam hidup ini, tantangan dan kesulitan sering kali datang tanpa kita ketahui. Seperti halnya ketika kita merasa sulit dan cemas saat menghadapi ujian hidup yang datang, mulai dari kesulitan mencari pekerjaan, ekonomi, kesehatan, akademis dan lain sebagainya. Namun perlu kita ingat bahwa dalam berbagai macam situasi dan tekanan kita dianjurkan untuk tetap sabar, berpikir positif dan tetap yakin terhadap pertolongan Allah.
Seperti kisah Nabi Musa yang terkandung di dalam surah Asy-Syu’ara ayat 61-62. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
Artinya: Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata,“Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”(Q.S. Asy-Syu‘ara [26]:61.
قَالَ كَلَّا ۗاِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
Artinya: Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.” (Q.S. Asy-Syu‘arā' [26]:62.
Dalam Tafsir Ibnu katsir (Jilid 3, halaman 450-452, edisi cetakan Dar Al-sha’b, Beirut). Dijelaskan bahwa saat itu Nabi Musa a s. tidak sedikitpun merasa takut akan kondisi yang dihadapinya. Secara manusiawi mereka tentu tampak terjebak. Namun, Nabi Musa tetap berpikir positif karena ia yakin Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
Tafsir ini menjelaskan bahwa Nabi Musa tidak sekedar berbicara untuk menenangkan kaumnya, Namun, ia benar-benar memiliki keyakinan kuat bahwa Allah pasti akan menunjukkan jalan keluar untuk hamba-Nya yang percaya. Dan Allah membuktikan keyakinan tersebut dengan memberikan Nabi Musa mukjizat untuk membelah Laut Merah, yang dengan adanya mukjizat tersebut memungkinkan Nabi Musa dan kaumnya melintasi laut tersebut dengan selamat sementara pasukan Firaun tenggelam di belakang mereka.
Dalam kisah tersebut Nabi Musa mengalami berbagai rintangan untuk menyelamatkan Bani Israil dari kezaliman Firaun, Meski kaumnya putus asa, Nabi Musa tidak menyerah dan tetap yakin bahwa Allah pasti akan menolongnya. Dari kisah inilah Allah menunjukkkan bahwa setiap kesulitan dan ujian yang Allah beri, pasti ada jalan keluarnya. Dengan iman yang kuat, pertolongan Allah pasti datang dari arah tak tertuga, meski situasinya tampak mustahil.
Pertolongan Allah Tidak Terlepas dari ikhtiar dan Do’a Dalam sebuah hadis dijelaskan: Allah Subhanahu Wa’Tala berfirman: "Aku bersama hamba-Ku selama hamba-Ku mengingat-Ku dan memohon kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah pasti hadir bagi hamba-Nya yang berusaha dan berdoa dengan penuh tawakkal kepada-Nya, seperti Nabi Musa menyikapi ujian hidup yang dihadapinya dengan doa, ikhtiar, dan Tawakkal.
Selain itu, Rasullullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang bersungguh-sungguh dan bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan segala urusannya.” Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah juga mengajarkan kita tentang keseimbangan antara ikhtiar dan tawakkal. Seseorang tidak boleh hanya bertawakkal tanpa berusaha, begitupun sebaliknya.
Ikhtiar ialah bagian penting dari kehidupan manusia, setelah berusaha semaksimal mungkin, kita harus menyerahkan hasilnya kepada Allah. Seperti halnya kisah Nabi Musa ketika dia menghadapi tentara Firaun di tepi Laut merah. Meskipun ia berdoa dan bertawakkal kepada Allah, Musa tetap melakukakan usaha, yakni dengan memukulkan tongkatnya ke laut sesuai dengan perintah Allah Swt.
Oleh karena itu dalam kehidupan yang kita jalani ini, doa dan tawakkal bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Namun, kita juga perlu berusaha dengan semaksimal mungkin, dan bertawakkal kepada Allah untuk mendapatkan pertolongan-Nya.
Dengan berhusnuzon, kita memupuk harapan dan keyakinan bahwa segala usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang baik. Ketika kita berikhtiar, berdo’a, dan berserah diri kepada Allah, maka Allah pasti menyediakan jalan keluar yang terbaik, bahkan dari arah yang ta terduga sekalipun. Oleh karena itu, kita harus percaya pada pertolongan Allah. janganlah ragu untuk selalu berusaha, berikhtiar, dan selalu berhusnuzon kepada Allah untuk mencapai impian dan tujuan yang kita inginkan.
Tetaplah berdo’a dan berserah diri kepada Allah. Karena Allah lah sebaik-baik perencana Dia lah yang memiliki segala kekuasaan dan pengetahuan atas apa yang terbaik untuk kita jalani.
Nama : Liya Azizah Universitas: UIN Antasari Banjarmasin, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0