Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Pengabdian Masyarakat UTM Memperkuat Branding Produk Lokal melalui Media Digital

Media Digital

Bangkalan, Mahasiswa.co.id — Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, dengan fokus mendampingi pelaku UMKM lokal dalam meningkatkan promosi dan pengelolaan usaha. Program ini menyasar pengusaha makanan tradisional serta pengrajin batik tulis khas setempat yang selama ini masih mengandalkan pemasaran konvensional dan jaringan pembeli terbatas di lingkungan desa. Kehadiran mahasiswa bertujuan membantu pelaku usaha memahami cara membangun citra produk yang lebih menarik agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini berlangsung melalui metode praktik langsung untuk memudahkan peserta memahami setiap materi. Mahasiswa mengajak para pelaku UMKM mengenali dasar-dasar penguatan merek, seperti menentukan nama usaha yang mudah diingat, merancang logo sederhana, serta menata tampilan visual agar terlihat konsisten dan profesional di media sosial. Peserta juga dilatih membuat unggahan promosi secara mandiri, mulai dari memotret produk, memilih sudut terbaik, hingga menyusun kalimat yang ringkas dan persuasif untuk menarik minat pembeli.
Produk unggulan Desa Tanjung Bumi, seperti makanan tradisional dan batik tulis, menjadi fokus utama pendampingan. Selama ini, kedua jenis produk tersebut memiliki nilai budaya dan daya tarik tersendiri, namun belum didukung strategi pemasaran yang kuat. Melalui pelatihan, para peserta diajak menonjolkan ciri khas produk mereka, termasuk penjelasan singkat mengenai bahan, proses pembuatan, hingga makna motif batik yang menjadi identitas desa. Pendekatan ini membantu pelaku usaha memahami bahwa cerita di balik produk dapat meningkatkan nilai dan kepercayaan pembeli.

Respon peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pelaku usaha mengaku baru memahami pentingnya konsistensi tampilan visual, gaya komunikasi promosi, dan waktu unggah konten di media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran yang efektif. Diskusi yang muncul pun beragam, mulai dari cara mengatur pencahayaan saat memotret, memilih warna yang cocok untuk latar, hingga menentukan kata kunci yang sesuai untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Selain pelatihan teknis, mahasiswa juga memberikan pendampingan tentang pemanfaatan perangkat digital yang terjangkau, seperti aplikasi pengedit foto dan perancang konten berbasis ponsel. Dengan cara ini, pelaku UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat desain promosi. Pendampingan dilakukan berulang agar peserta semakin terbiasa dan percaya diri dalam mengelola konten usahanya. Mahasiswa juga membantu mengevaluasi unggahan yang sudah dibuat, memberikan saran perbaikan, dan mendorong peserta untuk rutin memperbarui konten agar tetap relevan.

Keberadaan pelaku UMKM Tanjung Bumi yang mayoritas merupakan pengrajin dan pengusaha rumahan membuat kegiatan ini terasa sangat membantu. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapat kesempatan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses pasar, persaingan harga, dan kurangnya dokumentasi produk yang menarik. Mahasiswa berupaya memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan tanpa menambah beban biaya, misalnya dengan memanfaatkan cahaya alami saat memotret atau menggunakan template gratis untuk membuat materi promosi.

Melalui rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, UTM berharap pelaku UMKM di Desa Tanjung Bumi semakin siap memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran utama. Upaya penguatan branding diharapkan mampu memperluas jangkauan penjualan sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perkembangan ekonomi masyarakat desa. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, potensi Tanjung Bumi sebagai sentra makanan tradisional dan batik tulis dapat semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.