Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Pengecatan Ulang Lapangan Voli di SD Negeri 1 Donowarih

Pengecatan Ulang Lapangan Voli di SD Negeri 1 Donowarih

Mewujudkan Pembangunan yang Nyata Guna Memperbaiki Infrastruktur Menuju Lingkungan Adiwiyata Yang lebih Maju"

Disusun Oleh :
DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2025

Abstrak
Pengecatan ulang lapangan voli di SD Negeri 1 Donowarih merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga sekolah. Kondisi lapangan yang sudah memudar dan garis pembatas yang tidak terlihat jelas menghambat kenyamanan serta keamanan siswa dalam berolahraga. Kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari survei kondisi lapangan, pemilihan dan pembelian bahan, pembersihan area, pengukuran ulang garis, hingga proses pengecatan dan finishing.Selama pelaksanaan, tim menghadapi beberapa kendala seperti sulitnya menemukan cat dengan spesifikasi yang sesuai serta cuaca yang tidak menentu. Namun, dengan perencanaan dan kerja sama yang baik, semua hambatan dapat diatasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam tampilan dan fungsionalitas lapangan, yang berdampak positif terhadap semangat siswa dalam berolahraga.Diharapkan, sekolah dapat melakukan perawatan berkala agar fasilitas ini tetap terjaga dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan merawat sarana sekolah secara mandiri.

Kata kunci: pengecatan lapangan, fasilitas olahraga, kesadaran siswa.

Abstract
The repainting of the volleyball court at SD Negeri 1 Donowarih was part of a community service program aimed at improving the quality of school sports facilities. The faded court condition and unclear boundary lines hindered students' comfort and safety while playing. This activity involved several stages, including surveying the court condition, selecting and purchasing materials, cleaning the area, re-measuring the lines, and executing the painting and finishing process.During the implementation, the team faced challenges such as difficulty finding paint with the right specifications and unpredictable weather. However, with proper planning and teamwork, all obstacles were overcome. The results of this project show a significant improvement in the court's appearance and functionality, positively impacting students' enthusiasm for sports.It is hoped that the school will conduct regular maintenance to ensure the facility remains in good condition. Additionally, this program provided students with education on the importance of maintaining cleanliness and independently taking care of school facilities.

Keywords: court painting, sports facility, student awareness.

Lapangan voli merupakan salah satu fasilitas penting di SD Negeri 1 Donowarih yang digunakan oleh siswa untuk berbagai kegiatan olahraga, baik dalam pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Namun, kondisi lapangan yang sudah lama tidak mendapatkan perawatan menyebabkan permukaan lapangan tampak kusam, warna cat memudar, dan garis-garis pembatas tidak lagi terlihat jelas. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan siswa saat bermain serta berolahraga. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang mengambil inisiatif untuk melakukan pengecatan ulang lapangan voli sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Melakukan kegiatan survey pembelian alat pengerjaan yang terletak pada kecamatan Singosari

Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dimulai dari Senin, 5 Agustus 2024, hingga Kamis, 5 September 2024, di SD Negeri 1 Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperbaiki tampilan dan fungsi lapangan voli agar lebih layak digunakan. Selain itu, program ini juga berfokus pada edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga fasilitas sekolah agar dapat terus digunakan dalam jangka panjang. Dengan adanya lapangan yang lebih terawat, diharapkan semangat siswa dalam berolahraga meningkat dan mereka lebih peduli terhadap kebersihan serta kelestarian sarana sekolah.

. Melakukan kegiatan pembelian alat pekerjaan yang dimana kelompok kami sudah melakukan survey ke toko-toko bangunan,dan akhirnya menemukan toko yang cocok memiliki harga yang ekonomis dan terjangkau yang terletak di kecamatan Singosari

Pelaksanaan pengecatan ulang dilakukan selama satu bulan, dimulai dari survei lokasi dan bahan, pembelian peralatan, pengukuran ulang garis lapangan, hingga tahap pengecatan dan finishing. Seluruh kegiatan dilakukan secara sistematis dan terencana agar hasil yang diperoleh maksimal. Tim bekerja sama dengan pihak sekolah dan dibantu oleh beberapa guru dalam memastikan bahwa proses ini berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang diperlukan.

Pada tahap awal, tim melakukan survei terhadap kondisi lapangan serta mencari informasi mengenai jenis cat yang cocok untuk digunakan. Pemilihan cat menjadi aspek penting karena lapangan voli berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari serta hujan secara langsung. Cat yang digunakan harus memiliki daya tahan tinggi agar tidak mudah pudar dalam waktu singkat. Selain itu, tim juga mempertimbangkan ketersediaan warna yang sesuai dengan standar lapangan voli agar garis-garis pembatasnya lebih jelas dan memudahkan siswa dalam bermain.

Pengukuran dan pembuatan benangan sudut pada lapangan untuk persiapan pengecatan.Disamping pembuatan dan pengukuran benangan sudut,kami juga melakukan pembersihan lahan dan juga meninjau penggunaan warna cat yang akan di aplikasikan pada lapangan SDN 01 Donowari

Setelah melakukan survei, tim melanjutkan dengan pembelian bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Proses ini memerlukan perhitungan anggaran yang matang agar semua kebutuhan dapat terpenuhi tanpa melebihi dana yang telah dialokasikan. Pemilihan toko bangunan juga menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua toko menyediakan cat dengan spesifikasi yang sesuai. Namun, setelah beberapa kali melakukan pencarian, akhirnya tim berhasil mendapatkan bahan yang diperlukan dengan harga yang terjangkau.

Sebelum proses pengecatan dimulai, langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan lapangan dari debu, kotoran, dan lumut yang menempel di permukaannya. Pembersihan ini dilakukan pada Selasa, 13 Agustus 2024, untuk memastikan cat dapat menempel dengan baik dan merata. Selain itu, tim juga melakukan pengukuran ulang garis lapangan menggunakan benang dan paku untuk mendapatkan hasil yang presisi. Pembuatan garis bantu ini bertujuan agar garis pembatas yang akan dicat tetap lurus dan sesuai dengan ukuran standar.
Proses pengecatan dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap pertama adalah pengecatan dasar yang dilakukan pada Rabu, 14 Agustus 2024. Tim mulai mengecat permukaan lapangan menggunakan cat dasar yang telah dipilih. Setelah cat dasar diaplikasikan, lapangan dibiarkan mengering selama satu malam sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Pada Kamis, 15 Agustus 2024, tim mulai mengecat garis-garis pembatas lapangan menggunakan warna kontras agar lebih terlihat dengan jelas. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena garis-garis tersebut menjadi acuan dalam permainan voli. Jika garis pembatas tidak dibuat dengan rapi dan presisi, maka lapangan tidak akan memenuhi standar dan dapat membingungkan para pemain. Oleh karena itu, setiap anggota tim bekerja dengan fokus tinggi untuk memastikan bahwa hasil pengecatan benar-benar sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.

Setelah semua bagian lapangan dicat, tim melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pengecatan pada Jumat, 16 Agustus 2024. Beberapa bagian yang kurang merata atau terdapat kesalahan kecil diperbaiki dengan tambahan lapisan cat agar hasil akhirnya lebih maksimal. Lapangan kemudian dibiarkan mengering selama 24 jam sebelum digunakan kembali oleh siswa. Setelah proses ini selesai, tim melakukan serah terima hasil pengecatan kepada pihak sekolah pada Senin, 19 Agustus 2024, yang disaksikan oleh guru serta beberapa siswa.
Selama pelaksanaan program ini, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh tim. Salah satu kendala utama adalah sulitnya menemukan toko bangunan dengan harga yang sesuai anggaran serta ketersediaan warna cat yang diinginkan. Untuk mengatasi hal ini, tim melakukan survei di beberapa toko hingga akhirnya menemukan bahan yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang turun pada beberapa hari menyebabkan cat yang baru diaplikasikan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering, sehingga tim harus menyesuaikan jadwal pekerjaan.

Kendala lainnya adalah beberapa alat yang digunakan mengalami kerusakan selama proses pengecatan. Kuas yang digunakan mulai rusak setelah beberapa kali pemakaian, sehingga tim harus membeli peralatan tambahan untuk memastikan pengecatan tetap berjalan dengan baik. Meski menghadapi beberapa hambatan, tim tetap bekerja sama dengan baik dan berupaya mencari solusi agar program ini dapat diselesaikan sesuai rencana.

Dengan selesainya pengecatan ulang lapangan voli di SD Negeri 1 Donowarih, kini siswa memiliki fasilitas olahraga yang lebih nyaman dan layak digunakan. Lapangan yang sebelumnya tampak kusam dan tidak terlihat jelas garis-garisnya kini memiliki tampilan baru yang lebih cerah dan fungsional.

Salah satu manfaat utama dari program ini adalah peningkatan kualitas fasilitas sekolah. Dengan kondisi lapangan yang lebih baik, siswa menjadi lebih nyaman saat berolahraga dan dapat beraktivitas fisik dengan lebih aman. Hal ini juga berdampak pada semangat mereka dalam mengikuti kegiatan olahraga, baik di dalam kelas maupun di luar jam pelajaran. Selain itu, pengecatan ulang lapangan voli ini juga memberikan kesan lebih rapi dan tertata, sehingga lingkungan sekolah terlihat lebih bersih dan terawat.

Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar perawatan lapangan voli dapat dilakukan secara berkala. Salah satu harapan yang disampaikan oleh kepala sekolah adalah adanya program serupa di masa mendatang yang melibatkan siswa dalam proses pengecatan ulang. Dengan keterlibatan siswa, mereka tidak hanya mendapatkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga belajar bagaimana cara merawat lingkungan sekolah mereka sendiri.

Sebagai tindak lanjut dari program ini, pihak sekolah diharapkan dapat melakukan perawatan rutin terhadap lapangan voli. Pembersihan secara berkala dan pengecatan ulang jika warna mulai memudar adalah langkah yang dapat dilakukan agar fasilitas ini tetap dalam kondisi optimal. Selain itu, jika terdapat bagian lapangan yang mulai mengalami kerusakan, sekolah dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaikinya agar tidak mengganggu aktivitas olahraga siswa.

Kegiatan pengecatan ulang lapangan voli di SD Negeri 1 Donowarih telah terlaksana dengan baik berkat kerja sama antara tim PMM, pihak sekolah, serta dukungan dari berbagai pihak. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan fasilitas olahraga sekolah dapat lebih optimal digunakan dan memberikan dampak positif bagi seluruh siswa.

Pengecatan ulang lapangan voli bukan hanya sekadar memperbaiki tampilan fisik lapangan, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga fasilitas umum. Diharapkan, semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini dapat terus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat secara luas.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.