Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Peran Pemuda Dalam Melawan Korupsi

images (1)
oleh: Anaffa Nurlailla

Zaman Sekarang masih korupsi?
Mahasiswa.co.id - Tidak bisa dimungkiri, kasus korupsi di negara kita masih sering terjadi. Korupsi adalah kata yang sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Banyak kasus wira-wiri di media sosial maupun tv terkait kasus ini. Korupsi tidak hanya dari kalangan pejabat, tapi elemen-elemen masyarakat lainnya terkadang ikut terseret. Ibarat jamur yang tumbuh berkembang di musim penghujan, korupsi juga tersebar merajalela di negara pancasila ini.

Misalnya, Harvey Moeis yang baru-baru ini tersangkut kasus korupsi tata niaga bahan baku timah pada sektor Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 hingga 2022. Peristiwa yang melibatkan suami aktris tersebut dikabarkan menimbulkan kerugian lingkungan hingga Rp 271 triliun. Angka tersebut diperoleh dari perhitungan kerugian lingkungan akibat penambangan timah illegal dari tahun 2015 hingga 2022.

Adapun perhitungan dari kasus tersebut, kerugian di dalam kawasan hutan meliputi kerugian lingkungan ekologis (Rp157.83 T), biaya kerugian ekonomi lingkungan (Rp60,27 M), biaya pemulihan lingkungan (Rp5,26 M). Kerugian di luar kawasan hutan meliputi kerugian lingkungan ekologis (Rp25,87 T), biaya kerugian ekonomi lingkungan (Rp15,2 T), biaya pemulihan lingkungan (Rp47,70 T).

Nah, jika ditotal nominal kerugian di dalam dan di luar kawasan hutan mencapai 271 Triliun (dikutip dari Detik.com dan Kompas.com). Contoh lainnya, menteri sosial Juliari Batubara menyerahkan diri ke KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) pada Minggu, 6 Desember 2020. Penetapan tersangka Juliari merupakan perkembangan operasi tangkap tangan pada Sabtu, 5 Desember lalu terkait dugaan korupsi bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kementerian Sosial.

Pelaku (Juliari Batubara) melakukan korupsi bansos di tengah pandemi. Di tengah pandemi yang merajalela, adanya wakil rakyat yang seharusnya sepenuh hati membantu rakyat dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, wakil rakyat yang dapat diharapkan meringankan beban, malah menggelapkan dana bantuan untuk kepentingan sendiri.

Perlu kita evaluasi, penyebab seseorang melakukan tindak korupsi salah satunya adalah sifat dasar manusia yang serakah dan mementingkan diri sendiri. Manusia selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki, untuk itu mereka melakukan segala cara meskipun dengan mengambil hak orang lain. Padahal diluar sana banyak orang sedang bersusah payah untuk bertahan hidup di tengah pandemi seperti ini.

Sifat manusia yang egois, membuat mereka tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Para pemimpin yang seolah-olah tidak mendengar dan menutup telinga dari keadaan yang ada dan mengedepankan kepentingan pribadinya. Padahal menjadi seorang pemimpin harusnya berusaha mengerti kondisi masyarakatnya karena disitu mereka memiliki tanggung jawab dalam kepemimpinannya.

Faktor lain yang memengaruhi tindakan korupsi yaitu kurang tegasnya aparat hukum dalam menindak lanjuti pelaku korupsi. Contohnya saja kasus korupsi yang dilakukan Gubernur Bengkulu. Mereka tidak hanya satu atau dua kali, tapi tiga kali melakukan tindakan korupsi, pertama adalah Agusrin Maryono Najamuddin, terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana pajak bumi dan bangunan serta bea perolehan hak atas tanah bangunan pada tahun anggaran 2006.

Kedua, Junaidi sebagai tersangka dalam kasus korupsi penerbitan SK pembayaran honor Tim Pembina RSUD M Yunus, Bengkulu. Ketiga, Ridwan Mukti tahun 2016 diduga ada transaksi antara pihak swasta dan pihak yang terkait dengan penyelenggara negara saat OTT di Bengkulu. Kasus tersebut bisa dibilang estafet, karena terjadi juga pergantian dari periode sebelumnya. Hal itu bisa jadi diakibatkan dari lemahnya hukum dalam penetapan hukuman bagi pelaku, sehingga tidak membuat pelakunya menjadi jera.

Lantas bagaimana peran generasi muda untuk berpartisipasi melawan korupsi?
Salah satu cara melawan korupsi yaitu dari diri sendiri. Pemuda saat ini harus berusaha melatih diri dengan menanamkan moral yang baik. Moral yang baik seperti kejujuran dan tanggung jawab dapat dilatih sejak dini. Hal ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat pertama seseorang mengenyam pendidikan dan pondasi awal dalam pembentukan karakter. Karakter tersebut yang nantinya akan memengaruhi perilaku seseorang terhadap lingkungan sekitarnya.

Cara penerapan antikorupsi di lingkungan keluarga yaitu berkata jujur kepada orang tua tentang pembayaran buku sekolah dan mengembalikan uang kembalian belanja. Mengembalikan uang sepertinya hal sepele, tapi tanpa kita sadari hal itu akan membawa kita menjadi seseorang yang jujur atau justru menggunakan kembaliannya tanpa izin orang tua. Tindakan tanpa izin tersebut bisa disebut langkah kecil seseorang menuju perilaku korupsi, tanpa kita sadari. Oleh karenanya,kejujuran menjadi hal penting yang harus dilatih dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh penerapan di lingkungan sekolah yaitu menjadi bendahara yang amanah dan tidak menggunakan uang kelas untuk kepentingan pribadi. Seorang bendahara, yang dipercaya oleh kelas untuk mengelola uang, harus berusaha jujur dan melaporkan setiap keuangannya dengan jelas. Melaporkan keuangan dengan jujur adalah salah satu tindakan kecil untuk pencegahan korupsi di lingkungan sekolah.

Dari hal-hal sederhana tersebut nantinya akan membentuk karakter kita untuk tidak menggunakan uang miliki orang lain sembarangan dan bisa amanah dalam menjaganya. Langkah selanjutnya, yaitu membentuk komunitas antikorupsi. Komunitas menjadi bagian yang penting untuk memiliki lingkungan pergaulan yang baik.

Di era sekarang ini, kita bisa menggunakan sosial media untuk membuat komunitas antikorupsi. Komunitas inilah yang berisikan peran anak muda untuk berpartisipasi dalam gerakan melawan korupsi, hal ini sebagai wadah untuk menyampaikan pendapat dan pemikirannya dalam komunitas tersebut. Anak muda dapat mempromosikan dan menyebarluaskan nilai-nilai positif kehidupan antikorupsi. Mereka dapat memberi contoh bagi masyarakat disekitarnya. Pemuda harus bisa bergerak bersama untuk memerangi korupsi dan menegakkan kejujuran setinggi-tingginya. Dengan demikian, nantinya pemuda akan memiliki jiwa antikorupsi yang telah tertancap kuat sejak dini.

Nah, dari contoh di atas diharapkan pemuda nantinya selalu memegang prinsip kejujuran dan tanggung jawab sebagai langkah kecil untuk melawan korupsi. Melawan korupsi adalah bentuk keberanian dalam memperjuangkan keadilan. Temukan lingkungan pergaulan yang mendukung dan bentuk komunitas antikorupsi untuk mewujudkan perubahan bagi Indoenesia menjadi negara antikorupsi.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.