- Be Proactive (Jadilah Proaktif), Proaktif merupakan sikap yang sangat penting didalam kehidupan organisasi. Organisasi yang dipenuhi orang-orang yang proaktif akan jauh lebih produktif dan kondusif dibandingkan dengan organisasi yang penuh dengan orang-orang reaktif. Jika sikap proaktif ini diterapkan didalam lingkungan kampus, yang merupakan lingkungan pendidikan yang mendidik para mahasiswa, akan menghasilkan situasi kondusif, dan sportif-nya kondisi kampus tersebut.
- Begin with the End in Mind (Melihat pada Tujuan Akhir), memiliki tujuan akhir yaitu memulai hari ini dengan bayangan, gambaran, atau paradigma akhir kehidupan anda sebagai kerangka acuan atau criteria yang menjadi dasar untuk menguji segala sesuatu. Merujuk pada tujuan akhir didasarkan pada prinsip bahwa segalanya diciptakan dua kali. Ada ciptaan mental atau pertama, dan ada ciptaan fisik atau kedua. Hal dicontohkan pada pembangunan sebuah rumah yang diciptakan secara rinci terlebih dahulu sebelum menanam pasak pertama di tempatnya. Cara paling efektif untuk melihat pada tujuan akhir adalah dengan mengembangkan pernyataan misi individu.
- Put First Thing First (Mendahulukan Hal yang Utama), “Hal-hal yang paling penting tidak pernah boleh berada di bawah kekuasaan hal-hal yang paling tidak penting” ungkap Goethe. Di dalam kebiasaan ini, Covey (1997) menekankan pada manajemen waktu dan penentuan prioritas, bahwa beliau secara pribadi tergugah bahwa intisari dari cara berpikir terbaik dalam bidang manajemen waktu dapat ditangkap pada satu kalimat: Organisir dan laksanakan menurut prioritas.
- Think Win/Win (Berpikir Menang-Menang), menang-menang merupakan filosofi total interaksi manusia. Biasanya orang - orang akan berpikir menang/kalah, kalah/menang, kalah/kalah, menang, dan menang/menang atau tidak sama sekali. Menang-menang merupakan kerangka pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia. Kesepakatan atau solusi memberikan keuntungan dan kepuasan timbal balik, sehingga semua pihak merasa senang dengan keputusan. Menang/menang melihat kehidupan sebagai arena kooperatif, bukan kompetitif. Bahwasanya keberhasilan satu orang tidak dicapai dengan mengorbankan atau menyingkirkan keberhasilan orang lain.
- Seek First to Understand than to be Understood (Berusaha Mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti), Covey berpendapat bahwa kunci utama untuk pengaruh diri kita kepada orang lain adalah tingkah laku kita yang actual, sebagai contoh diri kita sendiri. Salah satu hal penting dalam hal tersebut yaitu berusaha mengerti terlebih dahulu, yang memerlukan perubahan paradigm yang sangat mendalam, oleh sebab kita biasanya berusaha lebih dahulu untuk dimengerti. Kebiasaan ini berkenaan dengan prinsip komunikasi empatik. komunikasi secara empatik masuk ke dalam kerangka acuan orang lain kemudian memandang keluar melewati kerangka acuan itu, melihat dunai dengan cara mereka melihat dunia maka anda mengerti paradigma mereka dan anda mengerti bagaimana perasaan mereka.
- Synergize (Wujudkan Sinergi), kebiasaan ini menggunakan prinsip kerja sama yang kreatif. Latihan semua kebiasaan lain menyiapkan untuk kebiasaan sinergi. Sinergi berfungsi sebagai katalisator, menyatukan dan melepaskan kekuatan terbesar dalam diri manusia. Komunikasi sinergistik akan membuka pikiran, hati, dan ekspresi kepada kemungkinan baru, alternative baru, pilihan kita. Komunikasi sinergi terbentuk atas dasar kerja sama tinggi dan kepercayaan tinggi. Posisi sinergitstik dari kepercayaan yang tinggi dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dengan proses yang kreatif. Dan ketika sinergi tidak dapat dicapai, maka semangat usaha yang tulus biasanya akan menghasilkan kompromi yang lebih efektif.
- Sharpen the Saw (Mengasah Gerrgaji), hal ini diartikan seperti orang yang sedang menggergaji pohon di hutan, dan terus menggergaji tanpa henti dalam beberapa jam. Orang yang menggergaji bekerja keras, dan semakin letih. Disanalah dibutuhkan waktu untuk beristirahat serta mengasah gergaji agar gergajinya kembali tajam. Kebiasaan ini menggunakan prinsip pembaruan diri yang seimbang, karena bagaimanapun aset terbesar yang kita punya adalah diri kita. Kebiasaan ini memperbarui keempat dimensi alamiah manusia yaitu fisik, spiritual, mental, dan sosial/emosional. Dimensi fisik meliputi pemeliharaan fisik secara efektif dengan nutrisi makan yang tepat, istirahat dan relaksasi yang memadai, dan berolahraga secara teratur. Dimensi spiritual adalah inti diri, pusat diri, dan komintmen diri pada sistem nilai yang diyakini, memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat dan mengikat kita pada kebenaran tanpa batas waktu, dan dapat dilakukan melalui ibadah, sholat atau meditasi.
Rahasia Kebiasaan Untuk Meningkatkan Efektifitas Hidup

Mahasiswa.co.id - Pada dasarnya karakter merupakan suatu gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita. “Taburlah gagasan, tuailah perbuatan; taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan; taburlah kebiasaan, tuailah karakter; taburlah karakter, tuailah nasib” begitulah peribahasanya. Kebiasaan merupakan faktor yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang dalam hidupnya. Seiring dilakukan secara terus menerus dan konsisten, sehingga menjadi pola perilaku kebiasaan setiap harinya, menggambarkan karakter serta menghasilkan efektivitas atau ketidakefektivan perilaku individu.
Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul "The 7 Habits of Highly Effective People", mengunkapkan bahwa terdapat 7 kebiasaan dari individu yang mempunyai efektivitas tinggi. Tujuh kebiasaan memberikan pendekatan yang meningkat, berurutan, dan sangat terpadu bagi perkembangan efektivitas pribadi dan antarpribadi. Kebiasaan-kebiasaan ini mengingkatkan kematangan dari ketergantungan menuju kemandirian sehingga menjadi kesalingtergantungan. Tujuh kebiasaan ini merupakan kebiasaan efektivitas yang didasarkan atas prinsip, serta memberikan hasil jangka panjang yang menguntungkan secara maksimum. Ketujuh kebiasaan ini juga menjadi dasar dari karakter seseorang, menciptakan pusat dari peta yang benar yang memberi kekuatan dari mana seorang individu dapat memecahkan masalah, memaksimumkan peluang, terus menerus belajar, dan memadukan prinsip-prinsip lain dalam spiral pertumbuhan meningkat secara efektif.
Adapun tujuh kebiasaan tersebut, yaitu :
Komentar 0