Strategi Restorasi Lahan Melalui Pemanfaatan Limbah Ternak di Desa Sumber Anom, Bondowoso
Oleh Redaksi
Oleh: NOVAN ROMADHONI
BONDOWOSO, Mahasiswa.co.id -- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di Desa Sumber Anom, Kabupaten Bondowoso, menginisiasi pendekatan terpadu dalam pengelolaan limbah peternakan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh dua permasalahan fundamental yang saling berkaitan, yaitu akumulasi limbah organik dari sektor peternakan yang belum termanfaatkan secara optimal, serta degradasi kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia sintetis secara intensif dalam jangka panjang.
Kondisi tanah di wilayah tersebut menunjukkan indikasi penurunan kadar bahan organik dan perubahan struktur fisik akibat residu senyawa kimia, yang berdampak pada menurunnya produktivitas lahan pertanian. Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan oleh tim KKN, pendekatan yang tepat sasaran adalah mengkonversi potensi limbah ternak menjadi pupuk organik melalui proses dekomposisi terkendali. Metode ini tidak hanya menekan angka pencemaran lingkungan akibat bau dan lindi, tetapi juga berfungsi sebagai agen ameliorasi untuk memulihkan kesuburan tanah secara alami.
Pelaksanaan program ini mendapat arahan teknis langsung dari Bapak Didit Susilo, selaku pengarah kecamatan sekaligus penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPL) yang bertugas di wilayah Sumber Anom. Menurut paparan beliau, inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis karena secara sistemik mampu menjawab dua target pembangunan sekaligus: peningkatan sanitasi lingkungan dan rehabilitasi lahan pertanian yang mengalami kerusakan kimiawi. Bapak Didit Susilo juga menekankan bahwa keberhasilan aplikasi kompos berbahan dasar kotoran ternak sangat bergantung pada pengelolaan mikroba, rasio karbon-nitrogen (C/N) serta pengaturan suhu dan kelembapan selama proses fermentasi, sehingga dihasilkan kompos matang yang stabil dan aman bagi tanaman.
Di sisi lain, Ahmad Mustakim selaku ketua pelaksana KKN menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama keberlanjutan program. Ia mendorong terciptanya sinergi aktif antara mahasiswa, kelompok tani setempat, dan perangkat desa. Menurut Mustakim, transformasi limbah menjadi sumber daya produktif tidak dapat dicapai melalui intervensi sepihak; melainkan memerlukan konsolidasi kelembagaan dan transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Dengan pola kemitraan tersebut, diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi pengolahan limbah secara mandiri pasca masa KKN berakhir.
Implementasi lapangan menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik hasil olahan limbah ternak mampu meningkatkan porositas tanah dan mengaktifkan kembali populasi mikroorganisme indikator kesehatan tanah. Fenomena ini mengindikasikan adanya perbaikan sifat biologi dan fisika tanah secara bertahap, yang berpotensi mengurangi ketergantungan petani pada input pupuk kimia di masa mendatang. Dengan demikian, program KKN 2026 di Desa Sumber Anom tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengabdian masyarakat periodik, melainkan juga menjadi model bagi pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0