Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

UGM Mewisuda 1.054 Lulusan Pascasarjana Periode IV Tahun 2026

Lulusan Pascasarjana
1.054 Lulusan Pascasarjana Periode IV Tahun 2026 Foto: Humas UGM

Mahasiswa.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Rabu (22/7/2026).

Para wisudawan terdiri atas 821 lulusan Program Magister, 131 lulusan Program Spesialis, 12 lulusan Program Subspesialis, dan 90 lulusan Program Doktor. Salah satu lulusan doktor merupakan warga negara asing. Selain itu, terdapat 19 lulusan dari periode sebelumnya yang turut mengikuti prosesi wisuda.

Berdasarkan komposisi gender, sebanyak 52,66 persen wisudawan merupakan perempuan, sedangkan 47,34 persen lainnya laki-laki.

Lulusan Program Magister menyelesaikan pendidikan dengan rata-rata masa studi dua tahun dan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,72. Sebanyak 24 lulusan magister berhasil meraih IPK sempurna.

Pada Program Spesialis, rata-rata masa studi tercatat selama tiga tahun 11 bulan dengan IPK rata-rata 3,79. Sementara itu, lulusan Program Doktor memperoleh IPK rata-rata 3,89, dengan 28 orang di antaranya mencatatkan nilai sempurna 4,00.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, khususnya atas kontribusi dalam bidang tridarma perguruan tinggi yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan energi surya di Indonesia.

Kontribusi tersebut mengantarkan UGM meraih Indonesia Solar Award 2026 untuk kategori Educational Institutions pada pertengahan Juli 2026.

Menurut Ova, penghargaan itu menunjukkan komitmen UGM dalam membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan melalui penciptaan lingkungan kampus yang sehat dan ramah lingkungan.

“Saya kira penghargaan ini merupakan tantangan dan pekerjaan rumah ke depan untuk benar-benar mewujudkan kampus hijau di UGM,” ujar Ova.

Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat riset dan inovasi, sekaligus institusi yang mencetak sumber daya manusia unggul dan terampil dalam bidang teknologi.

Untuk menjalankan peran tersebut, UGM terus mendorong kurikulum pascasarjana agar tetap relevan, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi perubahan ekosistem nasional maupun global.

Upaya itu dilakukan dengan memperkuat riset yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, mengembangkan program pengabdian yang berdampak, serta meningkatkan kolaborasi penelitian untuk memperluas visibilitas dan manfaat hasil riset.

“Harapannya, lulusan pascasarjana UGM memiliki kapasitas, kapabilitas, serta kemampuan berpikir kritis dalam memproduksi pengetahuan yang berkontribusi bagi pembangunan dan memecahkan berbagai permasalahan bangsa,” katanya.

Mewakili Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Dewan Pakar Pimpinan Pusat KAGAMA Arif Afandi mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni UGM.

Arif mengatakan para wisudawan bukan sekadar bergabung dengan organisasi baru, tetapi menjadi bagian dari keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai negara.

Keluarga tersebut terdiri atas beragam profesi, generasi, dan pandangan yang dipersatukan oleh prinsip guyub, rukun, dan migunani.

“Selamat datang di keluarga alumni UGM. Rawat nama baik almamater, persaudaraan, dan teruslah menjadi pribadi yang migunani serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ucap Arif.

Menurutnya, alumni UGM dapat dibagi dalam dua kategori, yakni lulusan dan jebolan. Lulusan adalah mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh ijazah, sedangkan jebolan merupakan mereka yang pernah belajar dan menjalani kehidupan akademik di kawasan Bulaksumur maupun Sekip, meskipun tidak menyelesaikan pendidikan.

UGM, kata Arif, mengakui keduanya sebagai alumni karena pengalaman, nilai, dan perjalanan kehidupan yang ditempa selama berada di kampus dinilai lebih penting daripada sekadar kepemilikan ijazah.

“Sekali menjadi bagian dari UGM, selamanya akan menjadi keluarga UGM,” ungkapnya.

Perwakilan wisudawan, Dr. Surani Hasanati, S.Si., M.Sc., dari Program Studi Doktor Ilmu Geografi, mengatakan perjalanan pendidikan pascasarjana bukanlah proses singkat.

Perjalanan tersebut dipenuhi berbagai ujian yang membutuhkan ketekunan, keberanian, dan rasa syukur. Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan upaya memperoleh gelar, tetapi juga merupakan transformasi ilmiah yang mengubah cara seseorang berpikir dan memandang dunia.

Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan alat yang nilai utamanya terletak pada penerapan dan manfaatnya dalam kehidupan.

“Perjalanan ini mengajarkan kita tentang makna kegigihan. Keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan tentang langkah kecil yang tetap diambil meskipun hati telah ragu dan raga sudah letih,” tuturnya.

Surani menambahkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus memelihara semangat belajar, beradaptasi terhadap perubahan, membangun kolaborasi, serta berani menciptakan berbagai inovasi.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memelihara semangat belajar, beradaptasi dengan perubahan, berkolaborasi, dan berani menciptakan inovasi sekecil apa pun. Jadilah subjek berdampak yang berintegritas untuk membangun Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.