Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Waspada Diabetes Melitus! Kenali Gejalanya dan Pahami Pencegahannya

Diabetes Melitus

Oleh: Prasasti Destyarahmawati Herdian, S.Gz

Mahasiswa.co.id - Diabetes Melitus, atau yang biasa disebut DM, merupakan sebuah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Ambang batas kadar gula darah adalah kurang dari atau sama dengan 200 mg/dl untuk gula darah sewaktu, dan kurang dari atau sama dengan 126 mg/dl untuk gula darah puasa. Menurut data yang dipublikasi oleh International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2021 mencapai 536,6 juta jiwa, dan angka kematian akibat DM mencapai 6,7 juta jiwa.

Indonesia sendiri menempati peringkat 5 untuk negara dengan jumlah penderita DM terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 19,5 juta jiwa. Angka tersebut diproyeksikan akan terus bertambah dan pada 2045, penderita DM di Indonesia diprediksi mencapai 28,6 juta jiwa. Selain itu, IDF juga mempublikasikan data penduduk dewasa dengan DM yang tidak terdiagnosis. Indonesia menempati peringkat 3 untuk kategori tersebut, yaitu sebanyak 14,3 juta jiwa. Banyaknya jumlah penduduk yang tidak terdiagnosis dapat disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai gejala DM dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan hidup sehat.

DM seringkali disebut sebagai salah satu the silent killer, karena seringkali penderitanya tidak menyadari bahwa kadar gula darahnya diatas normal dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi pada organ tubuh lainnya. Gejala DM seringkali muncul secara bertahap yang menyebabkan penderitanya tidak menyadari bahwa mereka telah menderita DM selama bertahun-tahun. Gejala DM yang umum terjadi antara lain:

1. Polidipsia, yaitu rasa haus yang berlebihan
2. Poliuria, yaitu frekuensi buang air kecil meningkat drastis
3. Polifagia, yaitu rasa lapar yang berlebihan walaupun sudah makan
4. Rasa lelah dan lemas yang berlebihan
5. Penurunan berat badan yang berlebihan dan tidak diinginkan
6. Penglihatan mulai berbayang
7. Luka sulit sembuh
8. Sering kram dan kesemutan, terutama pada area kaki

Jika kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama, berbagai penyakit komplikasi dapat terjadi. Komplikasi yang paling sering muncul antara lain adalah kerusakan saraf, kerusakan retina mata, dan penyakit jantung serta stroke. Jika seseorang mengalami lebih dari 3 gejala DM yang disebutkan sebelumnya, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk melakukan pengecekan gula darah agar segera ditangani dan terhindar dari penyakit komplikasi yang mungkin terjadi.

Selain mengenali gejalanya, masyarakat juga dapat memahami cara pencegahannya agar terhindar dari DM sejak awal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya DM antara lain:

1. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, yaitu konsumsi makanan yang terdiri dari karbohidrat, protein rendah lemak, sayuran, dan buah-buahan. Porsi yang dikonsumsi juga harus tepat, tidak boleh berlebihan namun jangan terlalu sedikit. Menghindari makanan dan minuman manis juga salah satu cara untuk mencegah terjadinya DM. Selain itu, pola hidup sehat juga termasuk melakukan aktivitas fisik secara rutin. Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggunya. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol berat badan.

2. Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya DM. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya DM. Untuk menjaga berat badan ideal, lakukan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Jika seseorang sudah tergolong obesitas, penurunan berat badan sebesar 5-10% sudah membantu mengurangi risiko terjadinya DM secara signifikan.

3. Mengelola Stres
Tingkat stres yang tinggi dapat mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh, karena saat tubuh mengalami stres, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk memproduksi hormon kortisol. Hormon kortisol dapat merangsang organ hati untuk memproduksi glukosa melalui proses glukoneogenesis sehingga meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Untuk mengurangi stres, seseorang dapat mempraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengelola stres dengan baik.

4. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Deteksi secara dini dapat membantu mencegah perkembangan DM hingga komplikasi. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengontrol kadar gula darah.

Sumber:
Hestiana, D. W. (2017). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DALAM PENGELOLAAN DIET PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA SEMARANG. Journal of Health Education, 2(2), 138-145.
Magliano, D., & Boyko, E. J. (2021). IDF Diabetes Atlas. International Diabetes Federation.
Pebriani, S. H., Mardiah, Saputra, A., Marleni, L., Suswitha, D., & Zuhana. (2023). TIPS HIDUP SEHAT UNTUK MENCEGAH DIABETES MELITUS TIPE 2DI MASYARAKAT RT 16 KELURAHAN 36 ILIR KECAMATAN GANDUS PALEMBANG. Ukhuwah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 34-39. https://doi.org/10.52395/ujpkm.v1i2.391
Saifudin, M., Rohmah, M., & Wahyuni, D. (2024). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Intervensi Terapi Senam Kaki Diabetes Terhadap Penurunan Gejala Neuropati Diabetik. DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan, 2(1), 184-189. https://doi.org/10.59581/diagnosa-widyakarya.v2i1.2773
Syaripudin, A., & Purbasari, D. (2023). Penyuluhan Aktifitas Fisik dalam Mencegah Penyakit Diabetes Melitus pada Remaja. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(10), 4031-4040. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i10.11479

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.