Wujudkan Anak Sehat dan Berkembang, Tim KKN UMBY 62 Gelar Skrining Perkembangan di Posyandu Dronco Bersama Kader Posyandu
Oleh Redaksi
Bantul, Mahasiswa.co.id — Kelompok 62 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan kegiatan skrining perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025, di Posyandu Padukuhan Dronco, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Skrining ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin posyandu bayi dan posyandu lansia, sehingga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini perkembangan anak balita agar dapat diketahui apakah tumbuh kembangnya sesuai usia atau mengalami keterlambatan. Pentingnya deteksi dini inilah yang menjadi alasan kelompok 62 KKN UMBY terjun langsung memberikan pendampingan bagi kader posyandu dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya peran orang tua dalam memantau perkembangan anak.
Pelaksanaan kegiatan skrining ini melibatkan balita dan anak-anak yang hadir di posyandu bersama orang tua atau walinya. Setiap anak diperiksa sesuai dengan usianya menggunakan lembar KPSP yang berisi pertanyaan terkait kemampuan motorik kasar, motorik halus, bicara, serta interaksi sosial. Kelompok 62 KKN UMBY secara bergantian membantu kader posyandu dalam mendampingi orang tua menjawab pertanyaan dan mengamati anak-anak secara langsung. Selain itu, tim juga memberikan arahan apabila ada orang tua yang merasa kesulitan memahami instruksi pada lembar skrining. Hal ini dilakukan agar hasil skrining benar-benar sesuai dengan kondisi anak secara objektif. Dengan cara ini, kegiatan berjalan lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif orang tua.
Hasil dari kegiatan skrining menunjukkan bahwa rata-rata anak-anak di Dusun Dronco telah tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usia mereka. Dari sejumlah balita yang diperiksa, sebagian besar memenuhi indikator perkembangan yang baik pada aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, maupun sosialisasi. Meski demikian, terdapat beberapa anak yang memerlukan stimulasi tambahan pada aspek tertentu, misalnya keterlambatan berbicara atau gerakan motorik halus. Hasil tersebut kemudian disampaikan oleh kelompok 62 KKN UMBY kepada orang tua atau wali anak untuk dijadikan catatan perkembangan anak. Catatan ini akan bermanfaat bagi evaluasi, sekaligus menjadi dasar bagi orang tua untuk memberikan stimulasi lebih lanjut. Dengan demikian, orang tua bisa lebih waspada terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan sejak dini.
Kegiatan skrining ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak. Kelompok 62 KKN UMBY memberikan penjelasan bahwa tumbuh kembang anak harus dipantau secara berkala, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial emosional. Orang tua dihimbau untuk tidak menunggu sampai anak menunjukkan tanda keterlambatan yang jelas, melainkan melakukan pemantauan sejak dini. Melalui kegiatan ini, orang tua atau wali anak diajak untuk lebih peduli dan aktif dalam memberikan stimulasi yang sesuai usia anak. Kegiatan ini penting agar setiap orang tua mampu mengenali potensi maupun hambatan perkembangan anak sejak awal. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan anak-anak di dusun Dronco dapat tumbuh menjadi generasi sehat dan berkualitas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh kelompok 62 KKN UMBY ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama kader posyandu, mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi edukatif, tetapi juga ikut memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat dusun. Kegiatan semacam ini sejalan dengan salah satu tujuan KKN, yaitu mengaplikasikan ilmu pengetahuan di masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Deteksi dini perkembangan anak adalah salah satu bentuk intervensi preventif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus terjalin dalam kegiatan posyandu di waktu mendatang.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, kelompok 62 KKN UMBY menyampaikan harapannya agar orang tua semakin sadar pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Diharapkan setiap orang tua di Padukuhan Dronco dapat menjadikan kegiatan stimulasi perkembangan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari di rumah. Orang tua diingatkan untuk lebih aktif mencari informasi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila menemukan tanda keterlambatan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin mendukung keberlangsungan posyandu sebagai pusat layanan kesehatan anak dan keluarga. Dengan adanya kesadaran bersama, tumbuh kembang anak-anak di dusun ini dapat terpantau dan terarah lebih baik. Harapan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian KKN UMBY dalam mendukung generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sejak dini.
Penulis: Falma Cahyati Ningrum
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0