Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

3 Tahun POP, Bukti Nyata Inovasi Terobosan dalam Merdeka Belajar

Merdeka Belajar
Dua puluh ormas POP memaparkan praktik baik dalam simposium yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK Kemdikbudristek di Novotel Mangga Dua pada 23-26 November 2023.

Jakarta, Mahasiswa.co.id - Program Organisasi Penggerak (POP) melangkah ke tahun ketiga dengan prestasi gemilang dan inovasi revolusioner yang mengguncang paradigma pendidikan di Indonesia. Kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sejumlah organisasi pendidikan terkemuka telah mengubah panorama pendidikan di negeri ini.

Dalam Simposium POP 2023, Nunuk Suryani, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru, berbagi sukses program yang telah menerima 160 proposal intervensi dari 135 organisasi. Kunci keberhasilan terletak pada Kebijakan Merdeka Belajar 4 yang membuka pintu bagi ormas berdedikasi tinggi di bidang pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan.

"Dalam tiga tahun terakhir, POP bukan sekadar program, melainkan gerakan revolusioner. Pengaruhnya tak hanya terlihat dalam lingkungan belajar, tetapi juga dalam hasil belajar dan karakter peserta didik," ungkap Nunuk Suryani dengan semangat di Novotel, Mangga Dua, Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, menegaskan bahwa POP tak hanya memberikan pelatihan dan praktik baik, tetapi juga mewujudkan perubahan nyata dalam kompetensi fundamental peserta didik. "Kami fokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter, menciptakan keberagaman dan kreativitas dalam pembelajaran," tambah Rachmadi.

Hasil studi kuantitatif dan kualitatif mencerminkan peningkatan signifikan dalam skor Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), terutama literasi dan numerasi. Survei karakter dan lingkungan belajar di sekolah sasaran POP mencerminkan perubahan positif yang mencolok.

Irawan, Ketua Yayasan Nurhidayah Dayah, menyatakan bahwa POP telah menjadi jembatan sinergisitas antar pelaku pendidikan di daerahnya. "Semua daerah sasaran intervensi dan pendidik yang menjadi manfaat program memiliki inovasi sendiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," kata Irawan.

Dukungan yang luar biasa juga datang dari Yayasan Akselerasi Islami Siswa Indonesia, membuktikan bahwa POP mampu menyatukan pemerintah, ormas, dan sekolah dalam mencapai visi Merdeka Belajar. "Program Organisasi Penggerak ini menciptakan kolaborasi positif dan memotivasi peserta untuk merayakan kebebasan belajar," ungkap Dr. Jamal.

Tak hanya itu, POP juga menciptakan keajaiban di tengah tantangan geografis yang sulit. Fakhrul Roji, Ketua Forum Indonesia Menulis Kalimantan Barat, menceritakan cerita unik di lapangan tentang semangat peserta POP. "Dengan kondisi geografis dan cuaca sulit di Kalimantan Barat, peserta POP tetap antusias mengikuti pelatihan, menempuh perjalanan sulit demi meraih pendidikan berkualitas," ujar Fakhrul Roji.

Dari 133 organisasi POP, 88 bersatu untuk membentuk asosiasi yang akan terus bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bersama-sama, mereka bertekad untuk menjamin hak atas pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia, menciptakan pendidikan berkualitas yang merata dan adil. (*)

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.